
"Kenapa Al? " tanya Kirana dingin dan melihat sahabatnya.
"Ini ada yang minta Kinara nyanyi Kiran. " jawab Aldi menoleh kearah Si kembar yang dikasir.
"Dek lo mau nyanyikan buat pelanggan kita? " tanya Kirana datar membuat Kinara menatap saudarinya.
"Oke gue mau, lagu apa? " tanya Kinara dan mengambil gitar milik Arkya, Raka duduk dipojokan agar tak dilihat yang lain karena masih canggung.
"Yang kurasa. " sahut si cowok dengan senyumannya.
"Oke. " balas Kinara dan memulai memetik gitarnya dengan pelan.
Ku terbangun dari mimpi burukku....
Semuanya ada dipikiranku....
Tak menyangka usai....
Sudah cerita cinta...
Kinara memejamkan mata sambil memetik gitarnya, diiringi Derel dan Yusra air mata Kinara kembali lolos.
Berusaha untuk melupakannya...
Namun percuma tak bisa...
Melepaskannya....
Terdiam diriku disini....
Yeayy... Yeayyy...
Lalu kau datang tiba-tiba....
Kau tanya aku mengapa?
Alunan gitar makin cepat, dan diiringi dram dan piano dari Aldi dan Devan sambil menikmati lagu.
I'm in love...
Ini yang kurasakan....
I'm in love...
Saat berjumpa dirinya....
Dan kutatap matanya...
Untuk katakan...
Kucinta...
Waktu berlalu...
Kau selalu denganku....
Mengubah semua hari....
Gelapku kau hapuskan.....
Kenangan pahit yang kupikir tak...
Bisa kuhapuskan....
Kinara bangkit dari duduknya dan berjalan kearah para pelanggan yang menikmati lagunya, tanpa menghentikan petikan gitarnya dan duduk disamping Raka membuat si empu terkejut bukan main.
I'm in love...
Ini yang kurasa...
I'm in love...
Saat berjumpa dirinya...
Dan ku tatap matanya....
Untuk katakan...
Kucinta....
I'm in love...
Ku genggam erat tangannya...
I'm in love...
Tak kan kulepas selamanya...
Untuk kukatakan...
Ku cinta....
Tetaplah mengerti...
Kaulah ku cariiii....
Ku mohon tetap....
Disini hingga..
Akhirr...
Kinara bangkit lalu menghampiri Yusra dan Devan sambil tersenyum, membuat keduanya juga tersenyum senang Kinara juga menghampiri Kejora yang duduk sambil minum.
I'm in love...
Ini yang kurasa....
I'm in love...
Saat berjumpa dirinya...
Dan kutatap matanya...
Untuk kukatakan...
Ku cinta....
I'm in love...
Ku genggam erat tangannya...
I'm in love....
Takkan ku lepas selamanya...
Mungkin tiba saatnya...
Untuk katakan....
Ku cinta dirimu...
Ah... ahh...
Ahhh.... Ahhhh....
I'm in love...
Kinara mengakhiri petikan gitarnya, dan sorak tepuk tangan menggema memenuhi restoran. Si cowok merogoh saku celananya dan mengeluarkan cincin permata, lalu meraih tangan si cewek yang ikut bersorak.
"Sayang aku ingin kita bersama selamanya dan dihari anniversery kita yang ke empat tahun. Jadi Will you marry me? " tanya si cowok membuat suasana hening.
"Ma-maaf aku belum siap untuk berumah tangga sekarang, aku masih ingin menikmati masa remajaku kak. " jawab si cewek membuat si cowok terkejut.
"Sampai kapan aku harus menunggumu siap? Orang tuaku sudah menginginkan kita menikah sayang. " tanya Si cowok dan Derel, Ichi beserta dengan Arkya datang untuk makan.
"A-aku juga ingin kita menikah, apa lagi ibumu menyukaiku sayang dan kemaren aku kedokter spealis kandungan. Karna datang bulan ku tidak teratur, makanya aku periksakan dan hasilnya buat aku takut kau tersiksa. " jawab si cewek sambil terisak dan sesenggukan.
"Apa hasilnya katakan saja? " tanya Ichi membuat keduanya menoleh asal suara.
"Aku positif kanker rahim stadium tiga dokter Ichi. " jawab si cewek membuat semuanya terkejut.
"Kanker rahim itu didalam kandungan kan tante Ichi? " tanya Dammy dan menatap Ichi.
"Iya, dan jika kanker membesar saat hamil maka nyawa taruhannya dan diminta memilih salah satu dari keduanya. " jawab Ichi dan jalan menghampiri dua sejoli yang akan menikah.
"Dokter apa ada caranya selain nyawa, aku gak mau kehilangan dia? " tanya si cowok dan menatap Ichi.
"Ada kok, untuk sementara minum ramuan herbal ini dulu sampai tamu bulananmu teratur. Kalau sudah habis ramuannya datang kerumah sakit, kita periksa lagi ya kalau kankernya mengecil kau harus operasi secepatnya gimana? " tanya Ichi dan menyerahkan botol ramuan herbal.
"Aku mau kok, asal bisa sembuh. " sahut si cewek semangat membuat Ichi tersenyum.
Deg....
(Senyuman itu mirip Icha, ya tuhan apa benar dia Hemsterku dan juga dokter galakku. ) batin Arkya.
"Bagus, minum itu sesudah makan dan setiap hari kalau begitu saya permisi. " pamit Ichi lalu duduk didepan meja kasir.
Kedua sejoli pun membayar makanan dan pulang, Kinara menatap Dammy dengan intens membuat yang lain was-was.
Jangan lupa like dan vote....