
"Kenapa memangnya? Lagian gue kesini buat nemuin pacar gue, elo juga ngak pantes buat Arzya dasar miskin. " ucap Iren melangkah masuk.
Arzya yang melihat Iren datang langsung lari menghampiri Laras, Vita dan Ghia tertawa melihat Iren yang dikacangin.
"Rasain tuh, emang enak dikacangin katanya pacar tapi kok ngak dimanja. " ledek Ghia dan melihat wajah Iren ditekuk.
"Arzya lo bakalan bertekuk lutut sama gue, liat aja nanti. " balas Iren dan pergi begitu saja.
"Coba aja lo deketin pacar gue, kalau bisa. " teriak Laras dan bel masuk pun berdering.
Mereka pun masuk kedalam kelas, Arkya masih patroli dan masuk keruang osis. ia menyandarkan punggungnya dikursi kebesarannya, dan mengambil foto Icha yang ia bingkai lalu mengelusnya.
(Hmm hemster aku kangen kau, cepatlah sadar. ) batin Arkya.
Tiba-tiba ponselnya berdering singkat, Arkya merogoh ponselnya yang dijaket. Lalu melihat pesan yang dari nomor tak dikenal, ia mengabaikan pesan itu dan bangkit lalu menuju kelas.
2 Jam kemudian....
Kriiiiing.....
Semua murid berhambur keluar kelas menuju kantin, tapi tidak dengan Arkya yang masih menatap ponselnya yang dikirimin pesan. Oleh nomor yang tak dikenal, Arzya juga melihat gelagat kembarannya langsung merampas ponsel Arkya.
"Rel lo kenal nich nomor gak? " tanya Arzya dan memperlihatkan pesannya.
0857xxxxx.
"Hai jangan lupa makan, lo udah kurusan tau. "
Send.
Derel melihat pesan itu, dan menggeleng. "kagak, tapi coba dek tanya ama para cewek. Mungkin mereka tau," jawab Derel.
"Ayo makan. " ajak Arkya dan keluar dari kelas, dan mengambil ponselnya kembali dari tangan Derel.
Mereka pun jalan, menuju kantin dan duduk dimeja tengah. Arkya berniat membalas pesan tersebut, sambil menunggu makanan.
^^^Beruang Kutub.^^^
^^^"Ini siapa? " ^^^
^^^Send.^^^
Hampir sejam menunggu balasan, tak kunjung dibalas oleh sipelaku. Sedangkan sipelaku sedang tidur siang, habis makan dan Arkya pun tak mengambil pusing lagi dan tak peduli.
"Gue kangen Icha, kapan ya si cunguk itu bangun. " sahut Ghia dan makan minuman es.
"Bener lo, tuh anak gak pengen buka mata apa gimana sih. " heran Vita.
"Gue juga kangen, ntar kita kerumah sakit yuk. " sahut Laras dan makan lagi sedikit.
"Ntar kalau dah bangun. " jawab Arkya singkat dan bangkit untuk membayar makanan, yang lain melihat Arkya berubah hanya menggelengkan kepala pelan.
Ghia yang hendak bangkit ponselnya berdering singkat, dengan cepat membukanya dan terkejut.
0857xxxx.
"Ghia ntar lo kemo ya, gue udah sadar dari koma. Tapi rahasian dari yang lain terutama Arkya, buat kejutaan.
Icha."
Send.
^^^Ghia.^^^
^^^"Gue pikirin dulu ya, soal kemo dan kita bicarain dirumah sakit aja. "^^^
^^^Send.^^^
Icha.
"Oke. "
Send.
Chat pun berakhir, Ghia langsung menyimpan nomor baru Icha dan memeluk Laras dengan erat. Dan Laras menepuk punggung Ghia, karena kehabisan nafas.
"Ghi lo mau bunuh gue, lepasin gue sesak pea. " ucap Laras dan Ghia melepaskan pelukannya.
"Hehe sory, gue lagi seneng aja gue duluan ya. "balas Ghia dan langsung membayar makanan, tapi saat berbalik ia melihat cowok didepan. Dan gak dikenal Ghia.
Ghia langsung pergi dan menabrak bahu cowok tersebut, Derel dan yang lain juga membayar makanan lalu keluar dari kantin menuju kelas.
Diperusahaan...
Anji, Taufik, dan Tio masuk kedalam ruangan direkturnya untuk merundingkan sesuatu.
Tok...
Tookkk..
"Masuk. " teriak Taufan dari dalam, lalu ketiganya masuk, Sekertaris Taufan tersenyum melihat Taufik yang sama gantengnya.
"Kau bisa tidak jaga sopan santunmu, sekali lagi saya dengar kau memakai pakaian terbuka seperti ini saya pecat kau. Sudah keluar. " omel Taufan tanpa melihat sekertarisnya yang memang menggoda imannya.
Jangan lupa like dan vote ya gaes....