
Telfon pun berakhir Kirana kembali meremas dadanya yang nyeri, Kinara dan yaang lain sudah selesai sarapan.
"Ketuaaaa.... " teriak seorang cowok dan tiga cewek langsung menerobos masuk dengan tersengal-sengal, membuat yang lain datang keruang tamu.
"Heh kalau masuk tuh ketok dulu, main nyelonong aja. " sewot Kinara dan keempatmya nyengir.
"Soryy, darurat soalnya kalau sedang darurat. Ya kayak tadi main masuk aja. " ucap sicowok dan membungkuk hormat pada Kirana.
"Ada apa? " tanya Kirana dingin dan Icha serta Arkya memilih mengamati.
"Ini aku melihat anak kembar persis Nakula dan Nakila, ditempat perdagangan organ tubuh. " jawab Sicowok dan Kirana berdiri langsung meraih ponsel sicowok.
Mata Kirana membulat setelah tau kalau, anak kembar itu adalah Nakula dan Nakila lalu
Bugg....
"Dasar bodoh, ini sikembar Nakula dan Nakila tau gak sih. Kau sudah berapa tahun bersamaku diamerika? " tanya Kirana setelah melayangkan pukulannya.
"Aduh ampun ketua, tiga tahun tapi kan sikembar tidak dekat denganku. " jawab sicowok.
"Alasanmu itu Aji, Ainun panggil yang lain untuk kumpul dirumahku kita selamatkan sikembar dan dari guru pedofil itu. " perintah Kirana.
"Siap laksanakan ketua, kami permisi dulu. " balas Ainun dan keempatnya membungkuk hormat lalu keluar rumah.
"Kak gue ikut ya, janji gak bakalan nyusahin lo ama yang lain. " sahut Kinara memohon, Kirana pun bangkit untuk bersiap-siap.
"Gak boleh, ini bahaya Kinara kau baru belajar bela diri. " sahut Icha melarang dan memberi tatapan tajam.
"Bunda izinin Kinara ikut please. " balas Kinara memohon dan Kirana sudah masuk kamar untuk bersiap.
"Enggak boleh Kinar ini berbahaya. " ucap Ratih dan Kinara pun menuju halaman belakang sambil menghentak-hentakkan kakinya.
(Ah resek, coba aja ada Aska pasti diizinin. Rasanya pengen nyusul lo Ka, Meski ada kak Raka dia sibuk sendiri dan gak pernah jalan-jalan. ) batin Kinara cemberut.
Arwah Aska duduk bersila disamping Kinara, tangan Aska bergerak untuk mengelus kepala Kinara yang ngambek.
"Dek lo jadi ikut kagak? " teriak Kirana karena yang lain sudah kumpul.
"Ikut kalau dikasi ama Bunda dan Oma. " balas teriak Kinara dan jalan mendekat.
"Nar mana Aa Raka, terus hubungan kalian ada kemajuan kagak? " tanya Kejora dan menarik tangan Kinara untuk duduk.
"Kagak ada, biasa aja tuh dia malah terlihat sibuk terus. " jawab Kinara dan Raka yang mendengar ucapan Kinara merasa bersalah.
"Sabarin aja Nar, jodoh, rejeki dan maut gak ada yang tau. " sahut Dammy dan Yusra mengelus kepala Kinara.
"Baiklah aku sudah ada rencana, dan kau ketua Yusra sudah ada rencana? " tanya Kirana menatap Yusra.
"Ada, boleh aku minta dua anak buahmu yang cewek sebagai pancingan? " tanya Yusra menatap Kirana.
"Udah aku siapin kok. " jawab Kirana dingin.
"Emang mereka dimana sih? " tanya Aldi menatap Yusra.
"Mereka ada diperbatasan kota, disana agak susah sinyal. " jawab Yusra dan Aldi mengangguk.
"Oke kita selamatkan sikembar dulu, berarti butuh dua puluh orang laki-laki. Itu Aa Damar ama Minato yang udah dipilih dimarkas, terus kalau ama guru pedofil itu Aa Raka ama sisanya setelah dua cewek pancingan. " jawab Yusra serius.
"Siap laksanakan. " sahut Minato dan yang lain.
"Kinara, Dammy, Ainun, Aina, dan Amira kalian ditempat yang aman untuk menolong yang dipedofil serta bawa juga alat medis kalian. " sahut Kirana dingin dan menatap kelimanya.
"Baik ketua. " balas Ainun sebagai wakilan dan Raka terus menatap Kinara hingga mata mereka bertemu, dengan cepat Kinara mengalihkan matanya dan memilih menatap Safira yang main ps berma Arshi.
"Kalian pulang aja kemarkas, kita berangkat jam tiga bersiap-siaplah. " ucap Yusra dan melipat kertas.
"Baik ketua. " balas semuanya sambil membungkuk hormat, Yusra dan Kirana juga ikut membungkuk. Lalu mereka pun pulang kecuali kawan-kawan.
SIANG PUN DATANG....
Yusra dan yang lain makan siang dirumah sikembar diminta oleh Icha, termasuk Raka hingga menjadi tambah ramai setelah selesai makan para cewek membantu Icha membereskan meja makan.
"Bun tawaran yang bunda anjurin masih berlaku? " tanya Kinara membuat yang lain menatapnya.
"Masih dong sayang. " jawab Icha dan Zizi serta Zaza datang, membuat Yusra dan Raka salim tangan.
"Tawaran apa Nar? " tanya Safira dan salim tangan Zaza dan Zizi.
"Kuliah keTurki Fira. " jawab Kinara dan yang lain terkejut.
"Ketua kami sudah sampai. " sahut Zaza membuat Icha berbalik dan menyeringai.
"Oke, sini aku bisikin sesuatu. " balas Icha dan keduanya pun mendekati Icha, setelah dekat Icha membisikan sesuatu ketelinga keduanya.
"Nar lo serius mau pindah kuliah, dan lo tega ninggalin kita semua? " tanya Kejora sedih membuat yang lain mengangguk.
"Ya enggak, tapi gue pengen jadi dokter dan mumpung jomblo. " jawab Kinara membuat Raka menatap wajah Kinara.
"Terus hubungan lo ama Aa Raka gimana? " tanya Devan dan menatap keduanya bergantian.
"Gue gak ada hubungan apa-apa ama kak Raka Dev. " jawab Kinara dan Kirana menatap mata sang adik dan disana ada kepedihan yang terdalam.
"Lo bisa bohongi kita semua untuk kuliah jauh, tapi gue tau kalau elo ada rasa sama Aa Raka. " sahut Kirana dan langsung duduk dianak tangga.
"Gue emang ada rasa sama kak Raka, tapi gak lebih sebagai adik dan kakak. " balas Kinara dan menunduk.
"Kakak sayang dan cinta sama lo dek, bukan sebagai adik kakak. Maaf kalau gue sering sibuk, dek kasih kakak kesempatan lagi. " pinta Raka dan meraih tangan Kinara.
"Nar mending lo kasih aa Raka kesempatan lagi. " ucap Dammy dan Kinara menggeleng.
"Sorry gue gak bisa kak, ntar malah ada hati gadis lain yang terluka karna keegoisan gue Dam. " balas Kinara memjawab keduanya.
"Siapa maksud lo yang terluka? " tanya Arshi dan Safira serempak.
"Ntah gue kagak tau namanya, yang jelas dia natap aa Raka seperti rasa suka. " jawab Kinara dan bangkit menuju kamarnya.
Bersambung.....