
Disekolah...
Bel istirahat sudah berdering, sedikit lagi jam pulang. Icha jalan menuju kebelakang gudang untuk menemui Laura, senyuman licik terbit dibibir Laura.
"Kenapa lo manggil gue kesini? " tanya Icha langsung.
"Gue mau lo ambil kucing didalem, lo kan suka kucing sana ambil. " jawab Laura dan mendorong Icha kedalam, Lalu menutup pintu dari luar.
Icha menyadari hal itu pun panik,"Laura buka pintunya, woi Laura buka. " teriak Icha dan menconba membuka pintu.
"Hahah, oke. Tapi dengan syarat gimana? " tanya Laura sambil memutar kunci gudang.
"Apa syaratnya? " tanya Icha balik dan semakin gemetar mendengar ada yang bergerak ditunpukan bangku yang rusak.
"Elo tinggalin Arkya, dan kasi cincin yang lo pakek ke gue. " jawab Laura dan Icha terkejut mendengar ucapan Laura.
(Kutub tolongin gue, gue takut. ) batin Icha semakin gemetar.
"Gak akan, Dia berarti buat gue. Bukain Laura, gue takut disini. " ucap Icha dan keringat mengalir dipelipisnya.
(Sial, dasar keras kepala. ) batin Laura kesal.
"Ya udah, lo disini aja ya buat semalaman. Daaa tidur ama tikus. " balas Laura dan menggantungkan kunci diatas pintu; lalu melegang pergi.
Cittt....
Ciittt.....
Suara tikus mulai terdengar jelas, dan Icha semakin panik lalu melompat keatas meja yang berdebu Icha tak peduli dengan soal itu asal tikus tak mendekatinya.
Kriiiiiing....
Bel masuk pun berdering, Arkya menyadari tak ada sang pujaan dikelas. Dan ia melangkah menuju kelasnya dengan perasaan tak karuan.
"La, lo liat Icha gak? Dari tadi gue cari gak ada tuh anak? " tanya Indri dengan Arkya, Laras, Indra.
"Kagak, gak biasanya tuh anak menghilang. Ketos lo liat gak? " tanya Laras dan Arkya menggeleng.
"Kagak juga, gue pikir dia diperpus tadi. " jawab Indra dan duduk.
Lian mendekati Arkya sedikit ngos-ngosan, kelas agak jauh dari kelas Arkya. Arkya yang tadinya ingin menelfon Icha jadi diurungkan, lalu menatap Lian.
"Ketua, aku liat nona Icha bertemu didepan gudang yang penuh titus. " sahut Liat dengan panik.
"What? " pekik Laras dan langsung lari kearah gudang, disusul Arkya, Indra, Indri dan Arzya yang tadi dari toilet.
"Bukain, toloooong. Kutubbb. " teriak Icha hingga Laras dan yang lain mendengarnya, lalu Arkya dengan cepat mendekati pintu.
Arkya berusaha membuka pintu gufang, tapi tak berhasil dan Arkya semakin panik mendengar isak tangis Icha.
"Icha sayang, kau mundur sedikit. Aku akan dobrak pintunya ok. " teriak Arkya membuat Icha berhenti menangis.
"Iya, aku udah jauh dari pintu. Ce-cepat kutub, disini ada tikus. " balas teriak Icha, dan si kembar mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.
Dug....
Duggg...
Tendangan kedua tak kunjung berhasil, Arkya tak kehabisan akal dan
"Hiyaaaa. " teriak Arkya dan
Duang....
Sekali terjangan pintu terbuka, semua tikus langsung lari. Arkya menatap Icha yang pucat pasi, Icha langsung lari berhambur kepelukan Arkya dan menangis senggukan.
"Ayo balik, ini udah jam pulang. Ntar yang lain khawatir lagi. " sahut Laras dari ambang pintu, keduanya pun keluar dari gudang tanpa melepaskan pelukannya.
SIANG PUN DATANG.....
Direstoran....
Icha lebih memilih jadi diam, Arkya sudah menjelaskan penyebab Icha diam membuat Sonya bersedih melihat anak gadisnya murung. Icha juga malas makan, terlebih suka diam dikamar ditempat restoran.
Arkya dan yang lain sudah berusaha membuat Icha ceria lagi, tapi semua sia-sia dan Icha memilih memainkan gitar Derel. Ponselnya berdering bertanda panggilan dari seseorang, dengan cepat Icha mengangkatnya.
"Hallo Nona Icha. " sapa orang itu.
"Ya. "sahut Icha dan malas.
"Dia kejakarta, lebih tepatnya mau ketempat ada berada dengan tujuan bersama. " ucapnya.
"Kapan dia akan kesini? Dia dimana sekarang? " tanya Icha ketus.
"Hari ini, dan dia menatantang ketua untuk bertarung lagi. " jawabnya.
"Baiklah, kau dan Zizi kesini aja sambil kukenalkan pada teman-temanku. " ucap Icha datar.
"Oke nona. " jawabnya dan Icha mematikan telfon.
Jangan lupa like dan vote.....