Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 51



"Kami baik, dan kau akan jadi abang lagi. " jawab Ratih menanggis senggukan.


Icha berjalan ketempat duduknya, lalu menyerahkan kotak persegi untuk Arkya. Si empu menerimanya dan memeluk Icha, dan Icha membalasnya.


"Makasi hemsterku. " ucap Arkya dan melepaskan pelukannya.


"Untuk apa? " tanya Icha, ketiga orang yang pelukan tadi sudah duduk lagi.


"Karena lo udah mau rawat abang Rayen dan sabar ama sikap kembaran gue. " sela Arzya dan membuat Icha menyeringai.


"Perasaan gue kok enggak enak ya liat senyum licik Icha. " ucap Derel dan Verel bersamaan.


"Cha lo gak minta ganti rugikan? " tanya was-was Ghia juga merinding dan tiba-tiba Laura dan Iren datang.


"Indri lo jauhi Arzya, kalau enggak lo berurusan sama gue. " teriak Iren dan mengancam Indri.


"Heh, harusnya lo sadar diri. Arzya aja gak tertarik ama lo, kenapa lo malah minta gue jauhi dia sih. Dia aja gak larang gue buat deket ama dia kok. " balas Indri dan jalan menghampiri Iren.


"Dasar lampir dua, bilang aja lo deketin Arzya karena hartanyakan? " tanya Ghia juga ikut berdiri dan membuat yang lain terkekeh.


"Gak tu, gue emang suka dia tuh. Dan elo cewek penyakitan jangan ikut campur lo, gue gak ada urusan sama lo. " jawab Iren.


"Jangan pernah hina pacar gue, lo pergi sekarang atau gue bertindak kasar. " bentak Indra dengan kesal.


"Oke-oke, asal dengan syarat gimana? " tanya  Iren dan Indri benar-benar kesal.


"Apa? " tanya Indri bercedak pinggang.


"Elo jauhi Arzya untuk selamanya, Kalau enggak" jawab Iren sambil mengatungkan kalimatnya.


Arzya dengan sigap meraih pinggang Indri, membuat yang lain menganga dengan tindakan Arzya termasuk Indri.


"Elo yang berhadapan sama gue, kalau elo berani sentuh tunangan gue paham. Pergi dari sini atau elo gue seret keluar. " sahut Arzya ketus.


"Zya lo bakalan bertekuk lutut sama gue, ayo Laura kita pergi. " ajak Iren dan menarik tangan Laura, Icha pun melepaskan pluntirannya.


"Mereka gak akan capek sebelum mendapatkan sikembar, sama seperti om Taufan dan Taufik Vita. " sahut Chika.


"Ya udah, kami kekantor dulu ya ada meting lagi. Sayang kau mau ikut aku atau kerumah sakit? " tanya Taufan dan mencium kening Ratih, diikuti para suami.


"Disini aja dulu mas, ama yang lain. " jawab Ratih dan salim.


Para suami pun pamit, meninggal kan para ibu dan anak-anak saja. Arzya juga melepaskan rangkulannya pada pinggang Indri, Lalu jalan masuk kedalam kamar yang ada dikasir. Indri menatap punggung Arzya dengan tersenyum kecut, Vita dan Ghia yang melihat Indri hanya bisa iba dengan kisah cintanya.


(Menaklukan hati yang hangat, ternyata lebih sulit dari pada melelehkan sebongkah es. ) batin Indri dan duduk didepan kasir.


MALAM PUN DATANG....


DIapartemen....


Indri yang selesai mandi, langsung memakai piyama dan memakai masker hitam berbeda dengan Icha. Rambut juga sudah digerai membuatnya lebih jadi cantik, ia mengambil buku dan belajar sambil menunggu maskernya kering.


Tiba-tiba ponseknya yang dicas bergetar panjang, pertanda panggilan masuk dan Indri pun menerima panggilan Video dari Arzya.


"Lo udah deket cewek lain ya Zya, atau balikan sama Laras lagi? " tanya Indri.


"Enggak Dri, gue takut lo salah artiin nanti. " jawab Arzya dan Indri tersenyum kecut.


"Selamet ya, elo udah deket ama cewek lain. Ya walaupun bukan gue. Daa selamat malam," pamit Indri dan mematikan Video call.


Setelah itu Arzya dan Indri sama-sama menghela nafas, air mata Indri menetes untuk cinta yang tak diharapkan lagi. Dan mencari kampus yang diluar negeri, agar jauh dari cinta pertamanya dan terakhirnya.


(Lebih baik gue kuliah ke Australia, gue gak sanggup disini bersama lo Arzya dan Verel. ) batin Indri.


Akhirnya selesai juga...


Jangan lupa like ya gaes....