
...Mencari pengganti Derel dan Icha sebagai Dokter? ...
1 Minggu kemudian....
PAGI PUN DATANG....
Derel menyatakan kalau Aska harus dirawat, dan kini sudah satu minggu Aska dirawat meskipun terus merengek minta pulang. Leo, Zizi dan Kinara sudah membujuk Aska agar mau dirawat dirumah sakit.
Dirumah sakit....
Tak terasa sudah satu minggu Aska dirawat dirumah sakit, Kinara dan yang lain juga menjenguk Aska meski tak sering seperti Kinara yang selalu datang. Sosok dokter misterius itu juga ikut memantau Aska, karena penyakit Aska berada diparu-paru terkadang batuk Aska sempat kambuh membuat Kinara dan Zizi khawatir.
"Selamat pagi Aska. " sapa Kinara yang berkunjung kerumah sakit.
"Hay pagi juga sayang. " balas Aska dan Kinara cium tangan Aska.
"Kau dah mandi Ska? " tanya Kinara dan meletakkan rantang diatas meja Aska.
"Udah dibantu suster tadi, cuma sampai pintu kamar mandi. " jawab Aska dan meraih tangan Kinara yang diranjang miliknya.
"Mau makan sekarang atau nanti? " tanya Kinara dan juga mengelus punggung tangan Aska.
"Nanti aja, Kinar kapan kau panggil aku sayang sampai aku mati ya gak mau panggil aku sayang? " tanya Aska dan menatap Kinara.
"Bisa ngak sih gak usah ngomong kematian, aku benci kalau pacar aku bilang kayak gitu. " jawab Kinar sedikit teriak, membuat Leo, Derel dan Zizi masuk keruang rawat Aska.
"Ehh ini kenapa malah bertengkar sih? Ada apa Aska? " tanya Zizi dan Derel menenangkan Kinara yang menangis dalam diam.
"Gak ada kok ma, cuma malah kecil aja. " jawab Aska dan menatap Kinara yang menghapus air matanya diam-diam.
"Om tante, bilangin sama anaknya kalau ngomong gak usah sembarangan. Setiap ucapan adalah doa, Kinar kasih waktu dia buat mikir kenapa gak manggil sayang. Dan juga bukan karna tak sayang, tapi karna Kinar ingin dia keluar dari rumah sakit aja. " sahut Kinara dan keluar kamar Aska.
"Jadi karna panggilan sayang? Dengerin papa gak semua orang pacaran itu manggil sayang, tapi dengan panggilan kesayangan. " ucap Leo mengelus kepala Aska.
"Huks, Aska salah ma harusnya aku egois dan membuat Kinara nangis ma. Aska cari Kinar dulu, aku mau minta maaf. " sahut Aska langsung lari sedikit sempoyongan, ketiganya hanya bisa diam.
Kinara menunduk sambil menangis, dan tak menyadari Aska didepannya perlahan Aska bersimpuh didepan Kinara. Kinara dengan cepat menghapus air matanya, lalu mendongak menatap Aska.
"Kenapa keluar dari kamar? Masuklah dan sarapan lalu minum obat. " ucap Kinara dan Aska meraih tangan Kinara yang dipaha, tapi Kinara menurunkan tangannya untuk memegang kursi tunggu.
"Aku minta maaf soal tadi, dan omongan aku tadi Kinar sayang. " balas Aska dan memegang lutut Kinara.
"Gak papa kok kan kau pengen ninggalin aku kayak bunda, lagian aku baru pacar kan bukan istrimu yang harus kau jaga perasaannya. " ucap Kinara dan menatap Aska.
"Yang, bukan gitu maksudku. Aku minta maaf ya, udah jangan sensi terus dong. " balas Aska dan meraih tangan Kinara.
"Iya dimaafin, tapi jangan ulangi lagi ya. " ucap Kinara dan menarik Aska untuk duduk disampingnya.
Aska duduk disamping Kinara, dan langsung memeluknya dari samping. "Iya janji gak akan ngomong gitu lagi, sayang aku laper suapi ya. " pinta Aska dan menatap Kinara.
"Ayo kau sarapan dulu, baru minum obat. " balas Kinara dan keduanya bangkit lalu masuk kamar Aska.
Direstoran....
Yusra dan yang lain sedang melayani pelanggan, yang sedang sarapan tapi ada yang meminta untuk nyanyi.
"Mas, mas yang disamping cewek baju orange nyanyi dong satu lagu aja. " pinta cewek yang disamping jendela.
"Saya ya mbak? " tanya Dammy yang disamping Arshi.
"Iya ayo dong mas nyanyi, ntar dibayar lebih kok. " jawab mbak tadi.
"Bukan itu, tapi suara saya pales mbak. " ucap Dammy menghidar padahal suaranya lumayan.
Jangan lupa like dan vote....