
"Sayang! " panggil Arkya setelah sadar dari terpananya.
"Jadi ini yang kau lakukan saat aku tugas dirumah sakit, kau pelukan dengan Laura. Kalau kau sudah bosan, lebih baik putus saja. " ucap Icha dengan tatapan kecewa.
Semua terkejut dengan ucapan Icha yang terakhir, Arkya langsung memeluk Icha dengan erat tak ingin dilepas.
"Jangan sayang, kau salah paham. Selama aku tugas aku malah kesepian, aku tidak melakukan apa yang kau tuduhkan. " balas Arkya jujur.
"Ayo lah Cha, lo salah paham. Kya hanya kesepian sejak kau tugas kerumah sakit, kami juga sepi semenjak kau tugas Cha. " sahut Vita dan Arkya, Icha melepaskan pelukannya lalu menatap para cewek.
"Emang lo ngak mau ikut liburan apa? Kalau lo sibuk dirumah sakit? " tanya Derel dengan menatap Icha yang duduk.
Arkya mendekat sambil meletakkan jus didepan Icha, sedangkan Icha menatap minuman yang ada didepannya.
"Gue lakuin ini biar dapet libur lama sama kalian semua, gue anjurin cuti selama dua minggu. Dan gue diminta untuk selalu bantu," jawab Icha dan mengaduk jus.
"Iya lo bener, apa lagi sekarang tante Ratih hamil muda. Gampang lelah, terus cuti lo gimana? " tanya Laras.
"Nanti siang diberi tahu ama om Arkha, yang aku minta maaf ya sudah abaikan kau. " jawab Icha dan menunduk.
"Justru aku bangga padamu dan aku juga minta maaf sempat egois, setelah tau tujuanmu aku paham sekarang. " ucap Arkya dan merangkul bahu Icha.
"Gitu donk akur, jangan ribut mulu. Emang gak capek apa, Oh ya Cha sapa sih yang kasi jam itu buat lo? " tanya Indra dan menatap Icha.
"Ada cowok matanya biru, wajahnya gue gak liat sebab malam. Tapi sinar rembulan bantu gue buat liat wajahnya, dan dengan tatapannya tajam banget. " jawab Icha dan minum jus.
Deg...
"Liat gak dia pakai baju apa? Dan lo lagi ngapain saat itu? " tanya Arzya dan minum jus.
"Enggak, gue hampir jatuh kejurang waktu itu. Tapi tangan kekarnya yang kecil mampu narik gue keatas, bahu gue juga luka dalam nich masih ada bekasnya. " jawab Icha dan menatap Indri yang diam saja.
(Gimana gue caranya ya buat ngomong ama Icha? ) tanya batin Indri.
Ditaman...
Dibawah pohon Icha dan Indri duduk sambil meminum jus mereka masing-masing, sambil menimati tiupan angin yang menghadap kearah restoran.
"Dri lo naksir Zya sejak kapan? " tanya Icha dan menikmati hembusan angin.
"Entahlah, mungkin sejak dia diacuhkan ama Laras. " jawab Indri dan minum jus.
"Kenapa gak jujur aja sih ama perasaan lo ke Arzya? " tanya Icha dan menoleh kearah Indri.
Indri menghela nafas dan menunduk,"Zya terlalu sempurna buat gue yang sabatang kara Cha, gue pengen sukses dulu. " jawab Indri dan menahan air matanya.
"Kalau Zya tunangan ama cewek lain gimana? " tanya Icha bercanda.
"Ya gak papa, mungkin belum jodoh Cha. Sebelum janur kuning melengkung, masih bisa diembat haha. " jawab Indri dan diiringi tawa paslu.
(Gue harap lo jodoh ama Arzya Dri, gue tau lo cinta ama dia begitu pun sebaliknya. ) batin Icha dan menghela nafas.
SIANG PUN DATANG.....
Icha dan Indri sudah didapur untuk mencuci, dan yang lain ada didepan melayani para pelanggan yang berdatangan.
"Emm Cha gue boleh minjem tabungan lo kagak? " tanya Indri Ragu.
"Buat apa Dri? " tanya Vita yang tiba-tiba masuk dan membawa piring kotor.
"Tapi lo jangan bilang keArzya ya. " pinta Indri dan menghela nafas.
"Iya. " balas Icha dan Vita bersamaan, lalu menatap Indri.
Jangan lupa like dan vite....