
"Arkya lo besok harus daftar jadi ketua osis. " sahut Derel dan membawakan dua jus untuk sikembar, lalu memyerahkan ke Arkya dan Arzya.
"Makasi Der. " balas Arzya dan mengambil jus, Arkya meminum hingga tandas.
"Gak, lo aja yang jadi ketua osis. " tegas Arkya dan menatap yang lain, hingga matanya bertemu dengan mata Laras.
Laras mendekati Arkya yang sedang kesal, yang lain menatap Laras dan Arkya. Laras duduk didepan Arkya serta Arzya,"lo gak mau ambil jabatan ini karena gue galak sama lo kan? " tanya Laras.
"Enggak ada, emang apa hubungannya ama lo yang galak ama gue? Yang ada lo yang pantes jadi ketua. " jawab Arkya.
"Gue juga pengen jadi ketua, tapi untuk cewek gak dibolehin jadi ketua kecuali sekertaris dan bendahara. " ucap Laras.
"Kan ada Derel, Verel dan Arzya. Kenapa harus gue? " tanya Arkya yang frustasi.
"Karena cuma elo yang bisa tegas. " jawab Derel menatap Arkya.
Arkya bangkit dan menyambar jaket, lalu melegang pergi dari restoran tanpa pamit membuat Icha khawatir. Entah kenapa Icha ingin sekali mengejar Arkya yang marah, tapi ia juga baru kenal dengan sosok Arkya yang misterius.
MALAM PUN DATANG....
Dikediaman Taufan...
Setelah makan malam Arkya diam saja, membuat Ratih menghela nafas. Taufan menatap istrinya, Ratih membalas tatapan Taufan.
"Bujuk putramu untuk mau jadi Ketua Osis disekolahnya. " sahut Ratih dan merapikan bekas makan.
"Kalau dia tidak mau, maka gunakan cara lain agar kalian semua yang disekolah. Bisa membongkar ketegasannya," balas Taufan dan tersenyum sambil melirik Arzya.
"Maksudnya Ayah? Aku ngak paham lo ini? " tanya Arzya bingung.
"Tanya pada teman-temanmu besok, mereka pasti mengerti maksud ayah. " jawab Taufan dan minum air hingga tandas.
"Baiklah, Zya kekamar dulu yah. " ucap Arzya dan menuju kamarnya setelah mendaoat anggukan dari Taufan
"Zya!? " panggil Arkya yang duduk diatas kasur.
"Hmm. " sahut Arzya tanpa menoleh kearah Arkya.
"Gue perhatiin lo naksir cewek galak itu ya. " ucap Arkya membuat Arzya kaget.
"Lo kok tau? " tanya Arzya dan menatap kembarannya ini.
"Keliatan banget dari cara lo mandang Laras. " jawab Arkya dan Arzya tersenyum.
"Ajarin gue bela diri dong Kya, gue pengen lindungin diri serta Laras kalau ada apa-apa. " pinta Arza.
"Yakin lo mau latihan, terakhir lo latihan malah patah kaki. Dan bunda malah marahin gue," balas Arkya.
"Iya gue yakin, ajarin gue ya Arkya. " pinta Arzya lagi.
"Oke, tapi kalau gue kasar lo jangan ngadu ama bunda. " balas Arkya dan berbaring ditenpat tidur.
"Elo serius gak mau jadi Ketua Osis? Kalau gue pinter kayak lo, gue mau dan enak lagi main asal suruh. Dan fans gue makin banyak. " ucap Arzya.
"Lo coba mikir dek pakai otak dongkol itu dulu, lo pikir jadi osis gak banyak nguras tenaga dan mikir apa. " balas Arkya.
"Terserah lo dah, capek gue bujuk lo gak bakalan mempan juga. " ucap Arzya jengah.
(Hihi liat aja besok kalian semua gue kerjain habis-habisan. ) batin Arkya.
Hallo ketemu lagi sama aku...
Jangan lupa vote ya gaes....