Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 29



"Kenapa gak manggil gue sih Cha? " tanya Arkya dan duduk disamping ranjang Icha.


"Kutub, gue tadi pagi belum bisa bicara. " jawab Icha lirih dan tersenyum pucat.


"Sayang ayo mandi dulu, biar lebih seger ya sekalian ganti baju. " ajak Sonya dan Arkya langsung membantu Icha bangun.


Icha turun dari kasur, dan tangan memegang lengan Arkya. Akibat masih pusing reflex langsung mendorong tubuh Arkya, karena si Arkya tak seimbang membuat keduanya jatuh kelantai.


Posisi Icha diatas Arkya, jantung berdebar dan mata saling menatap satu sama lain, yang lain terkekeh melihat keduanya. Icha sadar dan bangkit, lalu jalan pincng kekamar mandi disusul Sonya.


Taufan dan Taufik duduk disofa, Arkya duduk bersila sambil menunggu Icha. Ia pun menatap sang ayah dengan tatapan tak bisa diartikan, Taufan pun menatap putra kembarnya merasa dicurigai.


"Kenapa kau liatin ayah kayak gitu Kya? " tanya Taufan memecah kesunyian.


"Pecat sekertaris Ayah. " jawab Arkya datar membuat yang lain menatapnya.


"Ayah masih butuh sekertaris Kya. " ucap Taufan dan Icha keluar dengan dipapah, dan rambut basah serta baju piyamanya.


Arkya bangkit jalan mendekati Icha, dan membopong tubuh Icha membuat si empu terkejut.


"Ku-kutub turunin. " sahut Icha dan Arkya menurunkannya diatas tempat tidur.


"Cha kita pamit ya, udah mau sore juga dan besok datang lagi. " pamit Laras dan diangguki Icha.


"Iya, hati-hati dijalan. De, Dra, Rel, dan Lo Zya jagain anak orang lo itu. " balas Icha.


"Pasti itu, cepet sembuh lo ya biar sekolah lagi. " sahut Derel dan menepuk kaki kiri Icha.


"Daa Icha, jumpa esok oke. " ucap Vita dan menarik tangan Derel untuk pulang, tak lupa diikuti yang lain untuk puang kekantor lagi.


Kini hanya tinggal Icha dan Arkya saja yang diruangan itu, Arkya menguap menahan ngantuknya.


"Kutub lo ngantuk? " tanya Icha dan tersenyum.


"Hmm iya. " jawab Arkya singkat dan mendekati Icha.


"Sini tidur disamping gue aja, muat kok untuk berdua. " ajak Icha sambil menarik tangan Arkya untuk naik keatas kasur.


Arkya pun naik dan tidur disebelah kanan Icha,"bener gak papa aku ikut tidur disini, kalau aku hilaf gimana? " tanya Arkya yang sedang tidur berbaring memiringkan tubugnya.


"Gue percaya sama lo kutub, tidur aja gue belum ngantuk. " jawab Icha dan berbaring miring menghadap Arkya.


"Boleh peluk gak? " tanya Arkya ragu dan Menatap manik indah Icha.


"Ia boleh kok, udah tidur aja. " jawab Icha dan Arkya pun memeluk pinggang Icha, matanya juga terpejam.


MALAM PUN DATANG....


Arkya sudah pulang sore tadi saat Icha tidur, sekarang Icha berkeliling dengan seorang perawat merasa bosan.


"Sus bisa tinggalkan aku disini. "  sahut Icha dan menatap suster yang disampingnya.


"Tapi mbak... " suster tersebut menolak untuk meninggalkan Icha.


"Ngak papa, aku ingin cari angin disini. Kerjakan kembali tugasmu," balas Icha dan menatap kedepan.


"Baiklah, nanti panggil saya jika anda ingin kembali. " ucap Suster dan Icha mengangguk, suster pun meninggalkan Icha.


Angin berhembus sedikit kencang, membuat kulit Icha merasa dingin. Bayangan foto Arkya dan Laura masih terlintas dibenak Icha.


(Kutub ternyata lo belum move on dengan masa lalumu, kenapa kau mengatakan kau mencintaiku. Apa selama gue koma lo selalu kencan dengan Laura, gue tau kalau Laura lebih baik dari gue dan gue ngak akan rebut elo dari Laura. ) batin Icha dan air matanya menetes.


Deg....


Jantung Arkya berdetak, ia berdiri tak jauh dari tempat Icha. Ia mendekati Icha dan memeluk leher Icha dari belakang, Icha tau suapa pemilik tangan kekar yang dilehernya.


"Kenapa lo bilang gue belum move on?  Semua yang gue bilang itu kenyataan. " tanya Arkya dan Icha menghapus air matanya, lalu melepaskan tangan Arkya dari lehernya.


"Ka-kapan gue bilang gitu? Ngapain lo disini dan kalau lo mau kencan ama Laura ya silakan. Gak usah pikirin gue, besok juga gue pulang makasi atas perhatian lo. " tanya Icha dan menunduk.


"Gue bisa baca kata hati lo Cha, gue disini karena gue sayang sama lo. Dan akan selalu begitu. " jawab Arkya.


(Rasa sayang lo hanya sebatas teman ketos, gue juga sayang sama lo. Tapi bukan sebagai teman, sudahlah mungkin gue salah mencintai lo. ) batin Icha.


"Gue perlu bukti Kya, bukan omong kosong. " ucap Icha dan Arkya jongkok didepan Icha.


"Oke gue buktiin, lo mau apa gue kabulin. Kecuali keluar dari macan putih. " balas Arkya.


"Lo hapus semua foto masa lalu lo, bisa? " tanya Icha dan menatap Arkya.


Arkya terdiam beberapa saat,"foto apa? " tanya balik Arkya.


"Sudahlah, gue juga gak berhak atas lo kan. Lupain aja ya, suster antar aku kamar. " jawab Icha dan Suster pun datang, membungkuk hormat dengan Arkya lalu mendorong kursi roda Icha.


Akhirnya selesai juga.....


Jangan lupa vote ya gaes....