
..."Lebih baik aku melupakan rasa cintaku padamu, meskipun susah dan aku tak ingin kau merasa sakit hati lagi. Mungkin ini yang terbaik untukmu, jika kau bahagia maka aku pun juhga akan bahagia. "...
...Indri dan Arzya....
1Minggu kemudian....
PAGI PUN DATANG.....
Ujian Tri out sedang dilaksanakan, tiga hari lagi akan selesai Indri selalu berusaha untuk mendekati Verel. Tapi diacuhkan dan membuat Indri sedih, Arzya yang melihatnya juga iba sama seperti dirinya yang diacuhkan Laras.
Tok...
Tookk...
"Masuk aja, pintu ngak dikunci. " teriak Arzya yang sedang memakai sepatunya.
Taufan masuk kedalam kamar putra kembarnya, Ia melihat Arkya sudah rapi dan menata rambutnya untuk berdiri. Lalu beralih pada putra yang kedua sedang memakai sepatu, ia pun mendekat.
"Zya boleh tanya sesuatu yang penting? " tanya Taufan membuat keduanya menoleh, tidak untuk Arkya yang melirik sekilas Ayahnya.
"Boleh ayah, tanya saja." jawab Arzya dan menatap Taufan.
"Kau masih mencintai Laras Zya? " tanya Taufan melihat Arzya.
"Masih ayah, meskipun dia mengacuhkanku Yah. " jawab Arzya dan jalan mengambil bukunya.
"Cintai Indri saja, lo bedua cocok tuh sama-sama patah hati. " sahut Arkya yang memakai jaketnya.
(Ada benar juga, tapi Indri akan tetap mencintai Verel. ) batin Arzya bingung.
"Lo pikir ini jodoh yang tertukar apa, ayah aku akan berangkat. " pamit Arzya dan salim dengan Taufan diikuti Arkya.
Mereka pun keluar dari kamar, saat didepan pintu Arkya ingat sesuatu langsung Kanha sambil jalan kearah motornya.
"Halo ketua. " sapa Kanha.
"Jam makan siang datang keresto, bawa sekalian dengan sabuk silat dan jaket. " ucap Arkya dingin.
"Oke ketua, apa dengan Vino dan Vian? " tanya Kanha.
"Iya, mungkin nanti aku akan sedikit terlambat. " jawab Arkya dan naik motornya.
"Oke ketua. " ucap Kanha dan Arkya langsung mematikan telfonnya.
Disekolah.....
Arkya yang sudah sampai disekolah langsung menuju kelas, tapi saat dikoridor melihat Arzya menggengam tangan Laras dan sedikit mendekat.
"Maaf gue gak cinta sama lo lagi, lupain cinta lo ke gue Zya. " jawab Laras dan menarik tangannya lalu pergi.
(Zya kenapa kita sama, gue gak tau apa perasaan gue keelo. Gue cinta ama lo Zya, meski pun susah nantinya. ) batin Indi dan masuk kedalam kelas.
Arkya mengelus bahu Arzya dan membuat si empu menoleh, langsung menangis didepan Arkya dan memeluknya.
"Sudah, jangan nangis oke. Sebaiknya lo peka ama yang disekitar lo, ada yang naksir sama lo. " sahut Arkya dan Arzya langsung menghapus air matanya.
"Siapa abang? Tapi gue rasa gak ada deh yang naksir gue. " tanya Arzya dan melepaskan peluknnya.
"Ngak tau cari sendiri. " ketus Arkya dan langsung masuk kelas.
"Bener-bener lo ya, gue cincang baru tau. " teriak kesal Arzya dan masuk kedalam kelas, kelas mereka bersebelahan.
2 jam kemudian....
Akhir kelas ujian keluar, membuat semua bernafas lega. Mereka menuju kantin yang buka, meski mereka tak pernah belanja disana.
"Aduhh besok matematika, gue gak bisa pelajari itu. " teriak Arzya membuat Indri tersenyum kecil.
"Gimana kita ntar belajar bareng." ajak Indri membuat Arzya menoleh.
"Serius mau ngajarin gue? " tanya Arzya dan Indri mengamgguk lalu memesan makanan.
"Iya serius, lo makan sekarang ntar ada yang paling susah. " jawab Indri dan Laras tersenyum kecut melihat interaksi keduanya.
"Rel lo udah cari yang lain belum? " tanya Icha sambil makan.
"Belum, lagi PDKT gue ama dia. " jawab Verel dan menyuapi Laras.
Arkya dan yang lain menatap Laras dan Verel yang saling suapi, Icha curiga kalau keduanya menjalin hubungan.
"Lo bedua pacaran? " tanya Ghia kepo dan makan.
"Gak, Iya. " jawab Verel dan Laras serempak, membuat yang lain bingung.
"Mana yang bener sih? " tanya Vita ikut kepo dan minum jusnya hingga habis.
"Gak tau. " jawab Laras cuek dan Verel menatap Laras, entah kenapa hatinya sakit mendengar jawaban Laras.
Mereka pun membayar makanan, sambil membeli senack dan minumam hanya para cewek aja. Mereka jalan dikoridor dan cewek-cewek berjalan didepan, yang cowok dibelakang.
Jangan lupa like dan vote...