
SIANG PUN DATANG....
Direstoran....
Laras dan para ibu yang lain termasuk Indri juga terkejut melihat, Leo dan Lian membawa bocah umur tujuh tahun lalu wajahnya persis dengan Arkya serta Arzya ya dia adalah Davka Yazaraudra.
"Om Ian kok malah kesini, katanya mau ketemu sama Bunda? " tanya Davka sambil menatap Lian.
"Emm Davka makan dulu ya sama om Leo, Om Ian telfon bunda dulu ya. " jawab Lian dan mengelus kepala Davka.
"Hmm iya deh, Davka juga laper banget om. " ucap Davka dan tersenyum, Lian langsung mengutak atik ponselnya untuk memberi tahu Arkya kalau ia sudah tiba.
Lian.
"Bos gue ama Davka udah direstoran. "
Send.
^^^Tuanbos.^^^
^^^"Oh oke, gue masih dijalan ini ama yang lain. "^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir Arkya meminta Verel untuk lebih cepat membawa mobil, Verel menurut dan melaju cepat menuju restoran.
"Kami datang. " teriak Arzya dan Indra serempak membuat semuanya menoleh.
"Selamat datang, mau makan sekarang atau nanti? " tanya Ghia dan salim tangan, Davka menatap para suami satu persatu hingga matanya terkunci melihat Arkya dan Arzya yang duduk dimeja kasir.
"Ras anak-anak belum pulang? " tanya Arkya dan tersenyum sambil menatap Davka.
"Belum bang, mungkin bentar lagi. " jawab Laras dan memberikan jus pada keduanya.
Davka mendekati Arkya dengan tertatih-tatih karna memakai gips, Arzya menatap Davka sangat dalam seperti liat dirinya yang masih ingusan.
"Ayah Arkya. " panggil Davka membuat semuanya terkejut bukan main, Arkya menoleh dan berdiri lalu berjongkok dihadapan Davka.
"Udah sampai dari tadi ya sayang? Udah makan? Dan kakinya gimana masih sakit? " tanya Arkya bertubi-tubi.
"Masih dirumah sakit. " jawan Arkya dan Davka mengangguk lalu melangkah memeluk Arkya dengan erat.
"Dav kangen sama ayah, dan kakak twis ayah. " ucap Davka sambil menangis.
"Ayah juga sayang, udah jangan nangis lagi sayang sekarang makan lagi ya dan ayah suapin. " balas Arkya.
"Hmm boleh, tapi dengan syarat. " tantang Davka membuat Arzya terkekeh geli.
"Lian lo jelasin sama yang lain, soal Davka gue males ngomong banyak. Apa syaratnya? " tanya Arkya dan berdiri sambil menggendong Davka.
"Syaratnya nanti malam tidur sama ayah dan bunda. " jawab Davka dan mengalungkan tangannya keleher Arkya.
"Boleh dong sayang, ayo makan lagi. " ucap Arkya dan ketempat duduk ditempat Davka.
"Davka Yazaraudra adalah anak bungsu dari sikembar. " sahut Leo dan minum jus.
"Maksudnya Icha hamil kembar tiga dan sibungsu seorang laki-laki? " tanya Ghia syok.
"Pinter lo. " jawab Lian dan makan lagi, Yusra dan yang lain datang sikembar langsung memeluk Davka.
"Terus nama Yazaraudra itu nama siapa? " tanya Indri dan Larasa serempak.
"Yaza singkatan dari Arkya dan Arzya, Raundra itu singkatan dari Raufan dan Raindra. " sahut Icha dan mentaap yang lain.
"Hebat lo Cha bisa lahirin kembar tiga. " balas Vita dan menatap Davka.
"Davka secara disesar soalnya penyakit gue gak ngebolehin lahir normal lagi. " ucap Icha dan membuat jus.
"Terus anak kembar lo kagak kaget mereka punya adek? " tanya Verel dan melihat sikembar yang dengan Davka.
"Om lupa Kiran punya aa Damar untuk cari tau dimana bunda tinggal, dan ya awalnya sih kaget tapi Aa Damar menjelaskannya secara rinci jadi ya bisa maklumin bunda simpen rahasia ini dari kita semua. " sahut Kirana dan mencubit pipi Davka.
Mereka pun mengobrol banyak hal dengan Davka, terkadang semua tertawa dengan jawaban receh Arzya yang dijailin Davka hingga kejar-kejaran.
Akhirnya selesai juga....