Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 98



..."Kenapa kedua mataku belum sembuh juga, dan nanti siang aku akan ijab kabul. Aku ingin mataku sembuh seperti normal, aku ingin melihat wajah cantik istriku dan aku tak sanggup bila harus buta selamanya. " ...


...Arkya Taufan Raindra....


Pernikahan dan Arkya bisa melihat.


DUA BULAN KEMUDIAN.....


PAGI PUN DATANG.....


Tak terasa sudah dua bulan berlalu, Arkya masih buta sampai saat ini hampir membatalkan pernikahannya dengan Icha. Umur kandungan Ghia juga sudah empat bulan  dan perutnya terlihat buncit, Indra semakin tak sabar menunggu buah hatinya lahir dan masih ngidam ingin itu.


Dikediaman Taufan....


Arkya menuruni tangga dengan perlahan, Ratih dan Byakugan sudah ada didapur untuk memasak sarapan pagi sebelum kehotel. Taufan dan sang bungsu mengikuti Arkya, takut jatuh dari tangga ia melangkah menuju dapur.


"Selamat pagi Bunda, Bya. " sapa Arkya dan meraba disekitarnya untuk duduk.


"Pagi juga. " balas keduanya dan Byakugan menarikkan kursi, lalu menuntun untuk duduk.


"Bya minta tolong ya ambilin minum. " pinta Arkya, Taufan dan adik Arkya duduk didepannya.


"Oke. " ucap Byakugan dan mengambilkan air minum untuk Arkya, dan menyerahkannya ke Arkya.


"Makasi Bya, kapan aku bisa melihat lagi? Udah dua bulan aku buta dan hari ini aku nikah. " tanya Arkya murung.


"Mungkin sebelum ijab kabul, lagian Icha tidak memandang fisik dia mencintaimu apa adanya. " sahut Taufan dan minum air.


"Bener yang dibilang Ayah, abang harus semangat donk dan bahagia. Inikan hari bahagia abang. " sahut Falika Adik sikembar.


"Makasi adik abang, buat kasih semangatnya. " balas Arkya dan Ratih, serta Byakugan menyiapkan sarapan.


"Jujur ayah penasaran sama dua macan biru yang harganya lima ratus triliun itu Fan. " sahut Taufan lagi sebelum makan.


"Ar juga belum pernah lihat, dulu cuma dikasi fotonya aja yah. Kalau yang asli belum, mungkin nanti kita tau. " balas Arkya dan mulai makan diikuti yang lain.


Selesai makan Taufan mengejek email dari pen bisnis yang berasal dari amerika, dan mengajak kerjasama dengan dana yang lumayan besar.


"Halo Ufan. " sapa Anji yang sudah tersambung.


"Hallo juga Ji. " balas Taufan membuat Arkya dan Ratih menatapnya.


"Lo udah liat email yang dari amerika itu, menurut lo gimana? " tanya Anji dengan bingung.


"Hah, sama gue juga bingung. Bukan masalah dananya yang gue bingungin ji," jawab Taufan sambil menghela nafas.


"Terus apa Fan? " tanya Anji bingung dengan Taufan sekaligus bosnya.


"Siapa yang akan berangkat keamerika, kan gak mungkin gue atau elo, atau Tio dan Angga kan? " tanya Taufan balik.


"Iya juga sih, Tio juga sedang menjaga Ghia yang hamil sekarang. " jawab Anji bingung.


"Hah, nanti kita runding habis akad nikah anak kita. " ucap Taufan dan memijit pelipisnya.


"Oke. " balas Anji dan mematikan telfon.


Telfon pun selesai dan Taufan menghela nafas dengan berat, lalu menaruh ponselnya dineja makan.


"Ayah kenapa? " tanya Falika melihat sang ayah bingung.


"Hmm gak papa Lika, ayo siap-siap kita kehotel sekarang juga. " jawab Taufan dan bangkit dari duduk.


"Apa Arkya bisa hafalin ijab kabulnya ya Yah? " tanya Arkya takut lupa.


"Pasti bisa, kalau salah sekali gak papa. "jawab Taufan dan menuju kamarnya.


"Kalau salah dua kali? " tanya Arkya makin takut, Ratih, Falika serta Byakugan hanya terkekeh.


"Batal nikah lo. " sorak Verel dan Arzya yang baru datang, langsung masuk membuat yang lain menoleh.


"Zya jangan nakutin gue. " sewot Arkya dan meraba tanggga, dituntun Ratih dan menaiki tangga.


Jangan lupa like dan vote....