Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 204 season 2



"Jangan bulan depan, lebih baik minggu depan aja. " sahut seorang wanita menatap keluar jendela, membuat yang lain menatap kearahnya.


"Rembulan. " pekik Icha, Zaza dan Zizi. Si empu langsung menatap sang ketua dengan senyuman.


"Hay ketua, tangan kanan dan tangan Kiri apa kabar? " tanya Rembulan dan mendekati Icha serta yang lain.


"Kami baik, kau kapan pulang ke jakarta? " tanya Icha dan memeluk rembulan.


"Aku pulang kemarin sore ketua, dan ramalan ku benar ya kalau kau akan memiliki tiga anak kembar. " jawab Rembulan dan membalas pelukan Icha, lalu Icha melepaskan pelukannya.


"Hmm. " ucap Icha sambil tersenyum dan Rembulan duduk disamping Zaza.


"Tante kenapa gak boleh bulan depan? " tanya Arshi penasaran membuat yang lain mengangguk.


"Kalau bulan depan itu bakalan hujan deras, kalau dua minggu lagi cuacanya cerah pas buat kita persiapan nikahan Raka. " jawab Rembulan dan tersenyum.


"Jadi Raka sama Viona maunya gimana? " tanya Arkya dan menatap keduanya.


"Hmm ikut kalian aja, asal jangan dua tahun kelamaan nanti. "  jawab Raka dan tersenyum.


"Acara mau megah, atau sederhana? " tanya Indri dan Raka langsung menatap Viona yang diam.


"Yang kau maunya gimana meriah atau sederhana? " tanya Raka dan Viona menatap Raka balik.


"Kok aku yang tentuin mas, aku ikut mas aja mau gimana gak papa kok. " jawab Viona yang sebenarnya punya keinginan.


"Kalau kak Vio punya keinginan bilang aja, biar kami yang ngelaksanakan keinginan kakak mumpung ini acara punya kalian berdua. " sahut Kinara dari kasir dan menatap Viona.


"Iya Vio, bilang aja kami gak keberetan kok. " jasab Laras meyakinkan.


"Vio ingin yang sedang-sedang gak mewah dan sederhana, terus undang semua anak panti asuhan serta kolega bisnis om kembar dan mas Raka. Ya sapa tau anak panti ada yang cocok dengan para kolega yang gak punya anak, gimana menurut mas? " tanya Viona dan menatap yang lain.


"Kalau mas sih setuju dengan jalan pikiranmu sayang, terus om dan tante yang lain gimana? " tanya Raka dan meraih tangan Viona.


"Ya boleh juga tuh, Ndri tugas lo bikin baju buat mereka berdua ya. Lo gak sibuk kan? " tanya Verel dan menatap yang lain.


"Enggak terlalu kok, soal baju mereka serahin sama gue. " jawab Indri dan tersenyum.


Kirana langsung loncat dan lari ketoilet karena sudah tak tahan, yang lain yang melihat gelagat Kirana terkekeh geli dan Damar duduk disamping Kinara yang masih ngambek.


"Sayang udah dong ngambeknya, ihh jelek tau. " rayu Damar dan mencolek dagu Kinara yang masih ngambek.


"Bodo amat, lagian kau lupa hari ini hari apa kan. Terus semalem aku telfon gak diangkat juga, di chat juga gak dibales-bales kemana semalem. Terus katanya janji hari ini mau nemenin kemall, tapi apa gatot semua. " ucap Kinara mengeluarkan unek-unek dihatinya.


"Iya mas minta maaf ya calon istri, dan selamat eneversery yang ketiga tahun. Semalem ponsel aku mati, kuota juga ikut sekarat dan aku dirumah sakit bunda buat bantuin disana. " balas Damar sambil meluk Kinara dari samping.


"Iya Kinar, Damar dirumah sakit sama bunda. Kan semalem kau pulang awal karna sakit perut, jadi gak liat Damar datang. " sahut Icha membantu calon mantunya untuk menjelaskan.


"Bener? Gak bohongkan? Gak ama cewek lainkan? " tanya Kinara masih cemburu dan menatap Damar tajam.


"Iya bener, kalau mas bohong periksa jps mobil mas. Gimana mau ama cewek lain, mas kan udah punya satu cantik, baik dan mau nolong orang miskin yang mau lahiran. Ya walaupun kau ngambeknya bikin pusing sih. " jawab Damar sambil meluk kepala Kinara dan gelak tawa yang lain.


Jangan lupa like dan Vote...