
2 Jam kenudian...
Kriiiinggg....
Derel terus menulis sesuatu dibuku, entah untuk siapa dan yang lain sibuk dengan dunianya sendiri. Setelah selesai Derel merobek bukunya, dan melipatnya. Dan ia sedikit ragu untuk meminta tolong pada sahabatnya, tiba-tiba
"Beruang kutub! " teriak Icha mengangetkan siswi yang dikelas.
"Buset dah, bisa gak sih lo jangan teriak. " sahut Arzya kesal.
"Enggak, Beruang kutub mana pendaftaran Dokter cilik gue pengen liat. " balas Icha dan berdiri didepan meja Arkya.
"Panggil yang bener. " sahut Arkya tanpa mengalihkan pandangannya ke Icha.
"Ogah, lo sendiri panggil gue Hemster. Jadi sama dong lo gue kasi julukan Beruang kutub. " balas Icha dan merampas ponsel Arkya.
"Ehh, Hemster balikin ponsel gue. Ihh ini anak ya, cari masalah mulu. " ucap Arkya dan meraih ponselnya.
Icha menjauh dari Arkya, dan berlari kesana kemari dan mengelilingi kelas. "Ayo sini kalau dapet, weeekkk. " ledek Icha dan berlari lari.
Tapi Arkya menarik tangan Icha, lalu meraih pinggangnya hingga dapat didekap dari belakang. Derel dan yang masih dikelas menganga denngan mata melotot, Icha menoleh kesamping dan melihat wajah Arkya dengan dekat.
Deg....
Deggg...
Deggg....
(Oh my good, nich beruang ganteng banget sih. ) batin Icha.
Jantung keduanya juga berdengup kencang, tanpa disadari dipintu kelas juga ada Laras dengan yang terkejut melihat ketua osisnya memeluk Icha.
Keduanya sadar dan Icha menginjak kaki Arkya, untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Awww, sakit Hemster. " sahut Arkya dan melepaskan pelukannya.
"Dasar beruang kutub cari kesempatan dalam kesempitan. " balas Icha dan ponsel Arkya berdeting, dengan cepat Icha membukanya.
Laura.
"Sayang, jadikan lo temenin gue ke mall. "
Send.
Deg...
"Ehh Cha gue nitip sesuatu ama lo. " teriak Derel dan lari menghampiri Icha.
Icha menatap Arkya yang mematung, dan melihat Derel yang menyerahkan kertas. "Buat siapa nich? " tanya Icha dan Arzya jalan mendekati Laras, lalu merangkulnya.
"Kasi Vita, awas aja kalau elo baca. Gue combalin lo ama si Kutub. " jawab Derel dan Icha berbalik lalu keluar kelas.
(Hemster, elo cemburu baca pesan Laura? Tapi kenapa? Setelah ini please jangan jauhi gue. ) batin Arkya.
"Gue rasa Icha naksir lo Ketusis. " sahut Ghia yang diam saja.
"Enggak mungkin, orang kayak kucing ama anjing. Gak pernah akur, mana mungkin ada rasa. " balas Indra dan menatap Arkya.
"Ketu lo naksir Icha kan? Jujur aja kita bantuin buat luluhin dia. " desak Verel dan Arkya menghela nafas.
"Gue bingung ama perasaan gue, dia aja susah banget ditaklukin. " ucap Arkya dan keluar kelas lebih memilih untuk pratroli lagi.
SIANG PUN DATANG....
Direstoran....
Icha sudah sampai lebih dulu dari yang lain, tapi ia duduk dipojokan dengan tiga buku tumpukan hingga menutupi dirinya. Yang mempelajari tentang penyakit, Arkya dan yang lain pun datang.
"Tante liat Hemster gak? " tanya Indri yang duduk didepan kasir.
"Hemster siapa? Binatang yang kecil itukan? " tanya Rosa.
"Bukan mama, itu si Icha dipanggil Hempter ama Arkya. " jawab Ghia dan membuat jus.
"Enggak, emang gak pulang bareng ama kalian ya? " tanya balik Chika.
"Enggak ma, kita udah cari keseluruh sekolah. Dan juga kerumahnya tapi enggak ada. " jawab Derel dan duduk tempat didepan meja Icha.
"Mana perginya ya tuh bocah, ngilang mulu. " sahut Laras dan memberikan Arzya jus.
Arzya menerima jus dan tersenyum,"makasi sayang. " ucap Arzya dan mencium kening Laras.
"Sama-sama sayang. " balas Laras dan para ibu menatap keduanya dengan penasaran.
"Sayang? " pekik para mama terkejut.
Laras menggaruk tekuknya yang tidak gatal,"iya ma Laras dan Arzya udah pacaran, maaf udah gak bilang. " ucap Laras dan Arkha masuk sambil terkejut.
Jangan lupa like dan Vote ya gaes......