Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 50



SIANG PUN DATANG....


Diperusahaan....


Taufan dan para suami yang lain keluar dari lift, lalu menuju parkiran bersama Vian dan Vino. Taufan tidak menyadari dengan tidak adanya Kanha, Taufik menyenggol lengan Vian membuat si empu menatap majikannya.


"Kenapa tuan bos Taufik? " tanya Taufik dan menatap Vian yang membuka pintu mobil untuknya.


"Tadi sih diminta duluan ama abang Kanha tuan bos. " jawab Vian dan melesat mendahului mobil Taufan.


"Vian jangan ngebut, abang aduin lo ama ketua ya biar dikasi hukuman. " teriak Vino yang mengeluarkan kepalanya.


"Bodo amat, gak takut gue bang. " balas teriak Vian setelah mobil Vino disampingnya.


"Vian lihat jalan. " perintah Anji dan Vian langsung menatap arah jalan.


"Emm Vian boleh om tanya sesuatu? " tanya Tio yang satu mobil dengan Taufik bersama Anji.


"Boleh, tanya aja kalian berlima sudah kami anggap ayah sambung. " jawab Vian dan memberhentikan mobil karena lampu merah.


"Kau enggak dendam dengan Arkya yang sudah cambuk kau Vian? " tanya Taufik dan Vian hanya tersenyum.


"Dendam? Enggak kok malah kami bertiga merasa disayang sama ketua. " jawab Vian dan melesat menuju restoran.


"Kok malah tambah sayang? " tanya Anji juga bingung dan menatap Vian yang tersenyum.


"Karna kami dianggap abangnya, karena dia telah kehilangan Rayen Azzura Raindra. " jawab Vian dan mobil berhenti diparkiran restoran.


Taufik merindukan sosok Rayen yang selalu menemaninya, mereka pun masuk restoran melihat Ratih dan Arkha juga sudah direstoran. Para istri pun salim dan menarik tangannya untuk duduk, Vino dan Vian celingukan mencari ketuanya yang tidak terlihat.


"Nona Icha dimana ketua? " tanya Vian dan menatap Icha yang makan.


"Cari pacar lagi mungkin, kami enggak pulang bersama tadi. " jawab Icha asal dan Arkya datang dengan sesuatu dibalik punggungnya.


Arkya memunculkan bunga kesukaan Icha didepannya saat minum, membuat si empu langsung mengambilnya dan mencium pipi Arkya.


"Makasi beruang kutubku, ternyata kau bisa romantis ya. " ucap Icha membuat yang lain geleng-geleng melihat tingkah Icha.


"Sama-sama sayang, selamat eneversery yang ketujuh bulan sayang. " balas Arkya lalu menyerahkan kotak persegi panjang.


Icha mengambilnya, lalu membukanya sedikit dan mengintip isinya. "Ku-kutub ini terlalu mahal. " protes Icha membuat Ghia merampas hadiahnya lalu membukanya.


"Wahh, ini keren. Sini gue pakekin ya, pasti cantik. " sahut Ghia dan membuka kotaknya, lalu memakaikan keleher Icha.


"Cantiknya calon mantu bunda. " sahut Ratih membuat Taufan dan Arkya tersedak minuman.


"Bunda kan masih lama, lagian Icha juga mau kuliah jauh dariku. " sewot Arkya dan Icha mual-mual dengan cepat ia lari ketoilet.


"Dia kenapa mual-mual begitu? " tanya Vita dan menatap Icha yang duduk dilantai.


Sebuah tangan kekar mengulur kearah Icha, membuat Icha mendongak. Kanha tersenyum lalu dengan ragu menerimanya, dan akhirnya tidak jadi.


"Kenapa? Kau tidak mau menyentuh tangan abang lagi dokter cilik yang trauma sama darah. " ledek Kanha membuat Icha dan yang lain terkejut.


"Dan abang Rayen sampai kapan kau mau bersembunyi terus ha? Kau tidak merindukan Tante Ratih dan om Taufan serta kedua adik kembarmu itu? " tanya Icha kesal.


"Rayen? Maksud lo Cha apa? abang Rayen kan udah meninggal. Jangan ngada-ngada deh. " tanya Arzya ikut menyahut.


"Dia abang Rayen Azzura Raindra Zya, beda wajah karena gue yang operasi plastik dia dulu. " jawab Icha menunduk merasa bersalah.


Ratih dan Taufan mendekat lalu memeluk Kanha dengan erat, menumpahkan rasa rindunya.


"Bunda dan bos ayah apa kabar? " tanya Rayen membalas pelukan kedua orang tuanya


Jangan lupa like dan vote...