
"Beneran kau punya istri lagi mas, aku gak mau dimadu dan kita pisah saja. " balas sang istri.
"Jangan percaya sama dokter ini, dia pasti ngibul dan kau lebih mendengarkannya dari kasa suamimu. " bentak sang suami dan menarik tangan istrinya untuk keluar rumah sakit.
Icha berbalik dan menuju ruangannya, setelah itu ia duduk dikursi kebesarannya dan memejamkan mata sejenak.
Ting....
Tiba-tiba pesan masuk diponselnya, dengan cepat Icha mengambil ponselnya dan membuka pola ponselnya.
📩Bumil.
"Cha lo balik jam berapa?"
Send.
^^^📩DokterGalak.^^^
^^^"Kayaknya sore deh, Kenapa? "^^^
^^^Send.^^^
📩Bumil.
"Gue ngidam pengen denger suara lo Cha. "
Send.
^^^📩DokterGalak.^^^
^^^"Ya elah, yang lain kek. Lo kan tau gue udah jarang nyanyi Bumil, noh calmi gue suruh nyanyi ya. " ^^^
^^^Send.^^^
📩Bumil.
"Huwaa, gak mau pokoknya harus elo yang nyanyi Cha. Gue gak mau yang lain, sekalian bawain gue martabak rasa kacang ya. "
Send.
^^^📩DokterGalak.^^^
^^^"Mudah-mudahan gue balik agak siang, berapa martabak yang lo mau? " ^^^
^^^Send.^^^
📩Bumil.
"Janji loh ya, awas bohong. Martabaknya terserah lo dah ya, makasi ibuk dokter. "
Send.
^^^📩DokterGalak.^^^
^^^Send.^^^
📩Bumil.
"Iya, galak bener. "
Send.
Chat berakhir dengan Icha yang tak membalas pesannya, Icha terkekeh geli membaca pesan bumilnya. Ya semua sahabatnya mengubah nama Icha dengan dokter galak, dan Icha baru semalam mengubah nama Ghia me jadi Bumil.
Tok...
Tokk..
"Masuk. " perintah Icha dan suster persalinan masuk.
"Permisi dok, kita harus melakukan persalinan sesar sekarang juga dan semuanya sudah siap. " sahut suster.
"Baiklah ayo, apa saja jadwalku hari ini suster? " tanya Icha dan bangkit lalu jalan menuju pintu diikuti suster.
"Jam sepulu nanti ada yang periksa kandungan, dan jam satu nanti ada yang bersalin tapi ingin normal. " jawab Suster dan membuka pintu persalinan.
"Ajukan persalinan yang jam satu menjadi jam setelah ini. " ucap Icha mengganti pakaian dengan pakaian persalinan.
SIANG PUN DATANG....
Tak terasa waktu berputar, begitu pula juga dengan Icha yang muter-muter mencari keinginan si bumil. Sampai lupa mengabari yang lain, diperbatasan ia melihat restoran martabak. Dengan cepat Icha turun dan masuk kedalam restoran, untuk membeli martabak untuk yang lain juga setelah dapat ia pun melesat cepat menuju restoran.
Direstoran....
Ghia dan yang lain menelfon Icha, karena telfonnya diluar jangkuab membuat semua khawatir. Terdengar suara mobil terparkir, semua menatap pintu restoran dan berikutnya Icha muncul dengan membawa dua plastis besar. Membuat semuanya menghela nafas lega, Ghia langsung memeluk Icha sambil menangis.
"Cha kok lo susah dihubungi sih? " tanya Vita dari dapur.
"Sory semuanya, gue muter-muter nyari martabak untuk bumil kita. " jawab Icha merasa bersalah.
"Astaga, kenapa gak bilang ama gue sih Cha? Kan gue bisa cari. " tanya Indra dan Ghia tiba-tiba menangis.
"Sesekali cari sendirilah, kenapa lo nangis Bumil? jangan nangis ngak baik buat janin lo Bumil. " jawab Icha dan menghapus air mata Ghia.
"Gara-gara gue elo telat makan dan muter-muter, ntar kalau elo sakit gimana kan dua bulan lagi lo nikah cha. " ucap Ghia merasa bersalah.
"Gue gak papa bumil, udah makan dulu ini martabaknya. Masih nangis gue ogah nyanyi buat malaikat kecil lo itu," ancam Icha dan Ghia menghapus air matanya.
Indra mengabil kantung plastik yang dipeang Icha, alu menaruhnya dipirng . Indra membawa ketempat Ghia, Icha duduk disamping Arkya yang minum jus.
Jangan lupa like dan vote..