Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 156 season 2



...Tak sengaja bertemu? ...


1 Minggu kemudian....


PAGI PUN DATANG....


Tak terasa sudah satu minggu Yusra dan yang lain kuliah, semuanya masih terlihat aman dan Kinara sudah terbiasa tanpa adanya Aska. tapi tanpa mereka sadari seorang laki-laki bermanik biru laut, terpana melihat tawa Kinara yang melihat Kejora dijahili Arshi.


Dikediaman Arkya.....


Dua orang gadis masih terlelap dalam mimpinya, semenjak kehadiran Icha membuat suasana rumah sedikit ramai. Dan Ratih begitu bahagia kalau sang menantu masih hidup, Kinara mengerjapkan matanya dan menggeliat pelan meregangkan ototnya.


"Huammm.. " Kinara menguap seraya duduk dan bersandar disandaran tempat tidur, lalu melihat kearah sang kembaran.


"Kirana, Kinara bangun sayang udah pagi. " teriak Icha dari dapur membuat Ratih menutup telinganya.


"Iya bunda bentar, mau bangunin Kirana dulu. " balas teriak Kinara dan langsung membuat Kirana bangun.


"Gak usah, gue udah bangun dan jangan teriak. " sewot Kirana dan turun dari tempat tidur.


"Ya maaf, tadi dipanggil bunda kak. Gue mandi duluan. " balas Kinara dan langsung masuk kamar mandi.


Kirana bangkit dan mengganti baju tidurnya dengan tengtop hitam, lalu membuka jendela balkon dan melihat kebawah yang ternyata ada kolam berenang.


(Kalau gue lompat patah kaki gak ya, lompat gak? ) tanya batin Kirana dan keluar kamar lalu merosot di anak tangga.


"Kirana awas jatuh sayang. " pekik Icha melihat putrinya turun dengan merosot.


"Tenang bun, dia emang gitu dari umur sepuluh tahun. " sahut Kinara dan mengikuti Kirana menuju dapur.


"Tapikan bahaya juga, kalau jatuh dan patah kaki gimana? " tanya Icha membuat senyum Kinara memudar.


(Kan bunda juga lebih sayang sama lo kak, cih ngeselin. ) batin Kinara rasa irinya semakin besar.


Deg....


Arkya tersentak mendengar batin Kinara, dengan cepat memakai baju santainya langsung turun dengan lari kecil menuju dapur.


"Kinar mana yang? " tanya Arkya setelah melihat kearah dapur tapi tak melihat putri bungsunya.


"Tadi katanya mau berenang dulu, dia juga belum sarapan mas. Dan sepertinya dia iri lagi, aku gak mau sikembar salah paham mas. " jawab Icha yang peka dengan keduanya.


"Papa juga harap gitu, sebaiknya Icha kau kasih dia pengertian dan ajak kerumah sakit ya kan dia calon dokter. Dan kau Kya ajak Kirana keperusahaan atau kemana gitu. " sahut Taufan dan Kirana menghela nafas lalu ponselnya berdeting.


Aa Damar.


Send.


^^^Ketua Dingin.^^^


^^^"Aku masih dirumah, aku juga mau kemarkas tapi Kinara salah paham dan mungkin rasa irinya makin besar. "^^^


^^^Send.^^^


Aa Damar.


"Ya udah biar aa kesana, ketua dirumah aja aa akan bicara sama Kinara. "


Send.


^^^KetuaDingin.^^^


^^^"Baiklah, aku tunggu. " ^^^


^^^Send.^^^


Chat pun berakhir dengan Kirana masih didapur bersama Ratih, Taufan dan  Icha yang sarapan. Kirana pun duduk disamping Icha dengan makan roti yang disiapkan Icha tadi.


"Ketua aa masuk ya. " teriak  Damar dari pintu depan mengagetkan keempatnya.


"Masuk aja aa, gak dikunci kok. " balas teriak Kirana membuat ketiganya tutup telinga.


Damar pun masuk dah jalan menuju dapur, Kirana tau dan mengandahkan tangannya kearah Damar yang sudah disampingnya. Damar menyerahkan berkas yang dipegangnya,  lalu melirik Danar yang seperti habis terluka.


"Nak Dammar sudah sarapan? " tanya Ratih dan menatap Damar.


"Emm Damar hari ini puasa oma. " jawab Damar dan Arkya datang dengan Kinara berada dipungungnya.


"Kok puasa Damar? " tanya Taufan dan meminta Damar duduk.


"Hmm untuk mengenang orang yang Damar cintai dan sudah berpulang lebih dulu sama tuhan, jadi Damar mutusin untuk mengenangnya saja dari pada depresi dan berlarut dalam kesedihan. " jawab Damar membuat semuanya diam.


Jangan lupa like dan vote....