Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 93



..."Aku bahagia sekarang istriku Ghia sudah berbadan dua, semoga yang ini tidak akan kembali kehadapan sang pencipta. Aku tak sanggup melihatnya menangis seperti tiga tahun lalu, pada saat kehilangan malaikat kecil ku yang pertama dan selalu menyalahkan dirinya yang teledor. Aku juga akan melakukan apa pun dan menjadi ayah yang siaga," ...


...Indra Wisnu Aldebaran....


Calon ayah yang siaga.


PAGI PUN DATANG.....


Dikediaman Tio....


Ghia dan Rosa sudah ada didapur, untuk menyiapkan sarapan para suami masih dikamar. Ghia dan Indra sudah pindah kerumah orang tuanya, semalam juga Ghia tidur dengan sang ayah membuat Indra tidur sendiri.


"Selamat pagi. " sapa Indra yang sudah rapi dengan baju kantornya, begitu juga Tio yang dibelakang menantunya.


"Selamat pagi juga. " balas keduanya dan menyajikan sarapan yang menggugah selera.


Indra dan Tio mengecup kening pasangan masing-masing sebagai kecupan selamat pagi, tak lupa Indra menhadiahi dua kecupan diperut Ghia.


"Mas is malu tau. " sahut Ghia membuat Indra terkekeh.


"Gak papa Ghi, ayo sarapan dulu baru berangkat kerja. " balas Rosa dan Indra serta Ghia duduk, tak lupa Ghia mengambilkan untuk Indra.


"Makasi calma. " ucap Indra dan mengambil sendok.


"Calma? " tanya ketiganya serempak setelah mengambil sarapan masing-masing.


"Iya pa, calon mama. " jawab Indra membuat Ghia tersenyum.


"Bagus juga Dra, ayo sarapan keburu siang. " ucap Tio dan mulai makan, diikuti yang lain.


Setelah selesai makan Ghia dan Rosa langsung membereskan sarapan, Indra mencium kening Ghia untuk pamit.


"Kalau mau keresto boleh, jangan terlalu capek inget pesen dokter galak kita. Ntar diomelin lagi. " pamit Indra dan tersenyum.


"Jagoannya papa jangan nakal diperut mama ya sayang, papa mau kerja dulu ok dada nanti siang kita makan bareng. " ucap Indra dan mengelus perut Ghia, Ghia pun mengelus kepala Indra karena terharu.


Dirumah sakit....


Mobil sedan putih dengan atap terbuka mulai terparkir dipakiran rumah sakit, sang pemilik keluar dari mobil dengan menenteng tas kecil dan jasnya hampir sampai tanah.


Dia adalah Icha sang dokter spealis kanker dan kandungan serta yang lain, tapi Icha hanya dokter kanker bukan yang lain. Ia pun jalan masuk menuju ruangannya, sekarang seluruh negara sudah mengakuinya sebagai dokter dengan kerja kerasnya disaat sang kekasih jauh disana.


Icha yang hendak masuk ruangannya, tidak jadi karena sepasang suami istri bertengkar. Dan sang suami hendak melayangkan tamparannya ke sang istri.


"Hentikan... " teriak Icha dan berjalan mendekati mereka berdua.


"Jangan ikut campur dok. " bentak sang suami melihat Icha mendekat, hal itu membuat beberapa suster menoleh kearah mereka bertiga.


"Ck, jelas saya ikut campur kalau anda bertengkar dirumah sakit. Apalagi anda mau tampar istri anda tadi, " balas Icha dan menyeringai.


"Dia yang memulai duluan, kalau tidak mana mungkin saya memukulnya. " ucap sang suami tersenyum tipis.


"Enggak dok, saya menolak ajakan dia untuk melakukan suntik kb. Padahal saya menginginkan punya anak, tapi dia tidak mau makanya saya membentaknya. " sangkah sang istri.


"Umur pernikahan kalian sudah berapa? " tanya Icha dingin tanpa senyum.


"Su-sudah empat tahun. " sahut sang suami merinding melihat aura Icha yang dingin.


"Apa kau punya istri lain selain Mbak ini kak? " tanya Icha menatap sang laki-laki dengan tajam.


"Jangan bicara sembarangan ya dok, mana buktinya kalau saya punya istri lagi. " jawab sang suami.


"Buktinya anda memaksa istri anda untuk suntik kb. " ucap Icha dan menatap keduanya.


Jangan lupa like dan vote ya gaes...