
"Hore gak jones lagi, makasi, makasi. " ucap Arzya dan mengangkat tubuh Indri dan berputar-putar.
Indra menatap Ghia yang menunduk, lalu mencoba meraih tangan Ghia. Tapi si empu langsung bangkit dan Indra cepat kilat menarik tangan Ghia, Ghia menatap tangannya yang dipengang Indra. Ia menghempaskan tangan Indra, lalu menatap Indra dengan tatapan kecewa.
"Gak usah lo sentuh gue lagi, mulai hari ini kita ngak ada hubungan apa pun lagi. " ucap Ghia membuat yang lain terkejut.
"Engak semudah itu memutuskan hubungan kita, yang hampir satu tahun. " balas Indra menggenggam tangan Ghia.
"Kenapa enggak? Elo aja mudah bikin gue kecewa. " ucap Ghia dan menarik tangan dari tangan Indra.
"Enggak sayang, bukan maksudku untuk membuatmu kecewa. Orang tuaku berada diswis dan aku belum minta Izin untuk menjadikanmu tunanganku sayang," balas Indra mencoba menjelaskan.
"Ck, alasan bilang aja lo punya cewek lain yang lebih sempurna. Gak papa kok, selamat berbahagia. " ucap Ghia kekeh dan berlalu menuju dapur.
"Aargggg, kenapa begini jadinya. " teriak Indra prustasi dan Arkya, Arzya, Derel dan Verel mendekat lalu mendekati Indra yang duduk dengan lemas, dan menjambak rambutnya.
"Sabar, dibalik semua ini pasti ada hikmahnya. Dan kalau jodoh ngak akan kemana, biarkan dulu dia sendiri besok elo bilang padanya apa yang sebenarnya. " sahut Derel dan mengelus bahu Indra.
Para cewek juga iba dengan keduanya, tak ingin ikut campur juga. Hanya mampu mendoakan yang terbaik, Icha menghela nafas dan menatap anak macannya.
"Kalian pulanglah, kemarkas dan Mukta, Miti, Tapasya dan Keyla serta Fira. Kalian berlima aku tugaskan untuk mengawasi Ghia, kemana pun dia pergi jangan sampai lengah. Dia sedang emosi dan sedikit pucat akibat kemo tadi pagi, paham? " tanya Icha tegas.
"Paham ketua Icha, kalau gitu kami pamit dulu. Dan jangan lupa nanti malam ketua harus datang kemarkas kita yang baru. " jawab Kesya dan tersenyum.
(Cantiknya, tapi sayang pasti udah ada yang punya. ) batin Vian.
Arkya terkekeh mendengarkan kata hati Vian, yang tertarik dengan senyuman Kesya anggota macan Biru. Icha pun mengangguk, lalu kedua puluh anak macan biru pulang kemarkas.
MALAM PUN DATANG....
Arkya memakirkan mobilnya didepan markas macan biru, pintunya besar dan berlambangkan macan biru raksasa. Arkya turun dan membukakan pintu mobil untuk Icha, Arkya terpana melihatnya dan Icha menggandeng tangan Arkya keduanya pun mendekati pintu.
"Selamat datang ketua, silakan sebutkan kuncinya. " ucap suara yang dilambang.
"Kuster. " balas Icha, dan pintu terbuka dengan lebar. Anak macan menyambutnya dengan menundukan badan, Arkya dan Icha masuk kedalam lalu semua mata menatapnya.
"Ketua siapa dia? " tanya salah satu dari mereka.
"Perkenalkan dia Arkya Raufan Raindra, adalah tunanganku serta ketua macan Putih. " jawab Icha dan Arkya menatap mereka dengan tatapan datar. "Kutub kau boleh berkeliling, aku ada hal dengan yang lain. " sambung Icha.
Arkya mengangguk lalu, Icha salim tangan dan Arkya mencium kening Icha. Arkya mulai berjalan keliling markas, dan menatap semua foto yang ada didinding.
Arkya berjalan menyusuri dapur, dan melihat-lihat kamar yang sudah ada namanya. Kolam ikan juga ada berbagai jenis lainya, tanpa disadari Icha mengikutinya dan Arkya memberi ikan itu makan.
(Cantiknya, tapi lebih cantik si hemster. ) batin Arkya dan tersenyum.
"Kutub kau ngapain disini? " tanya Icha dan Arkya menoleh kebelakang mendapati Icha.
"Liat-liat ikan peliharaanmu Yang. " jawab Arkya dan Icha mengangguk.
"Pulang yuk udah malam. " ajak Icha dan Arkya mengangguk, mereka pun jalan diikuti anggota macan.
"Hati-hati ketua. " ucap semua anggota dan Icha mengangguk, lalu keluar markas macan dan pulang.
Akhirnya selesai juga jangan lupa like dan komen.....
Jangan lupa vote ya gaes....