Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 24



"Pulang, dan bersiap. jam 06: 30 kita berangkat, jangan ada yang tertinggal. " jawab Arkya dan keduanya mengangguk lalu pulang kemarkas.


MALAM PUN DATANG.....


Pukul 06 : 30 pasukan macan putih bersiap untuk, menyelamatkan kedua adik dari anggotanya. Icha juga sudah mengubdurkan diri tapi ditolak oleh Ratih dan Arkha, Icha tetap kekeh dengan keputusannya ingin menjadi seorang fotografer terkenal.


Arkya dan pasukannya pun berangkat kepinggiran kota, dengan rencana yang disusun dan mulai menyebar. Arzya dan kakak dari adik itu berdiri didepan rumah yang dikatakan markas.


"Woi keluar, balikin adik gue. " teriak sang kakak dengan menahan amarah.


Pintu terbuka dan terlihat wajah dari ketua macan merah, dengan ekspresi tak dapat diartikan.


"Dateng juga lo, gue kira lo gak mau selametin adik kesayangan lo. " sahut Dion sang ketua.


"Gak usah basa basi, balikin adik gue. mana adik gue, apa mau lo sebenarnya? " tanya sang kakak.


"Adik lo udah gue siksa dan gue cambuk, kayaknya dia bakalan keritis. Habisi mereka berdua. " jawab Dion.


Lima anak buah yang ada didekat Dion, langsung menyerang Arzya dan Sang kakak. Mereka saling melindungi, dan menghajar semua anak buah Dion.


"Cih, cuma segitu doank kemampuan mereka. Dasar gak guna. " ledek Arzya dan Dion benar-benar murka.


Dion mendekati Arzya dan menghajar babi buta, dan


Buag...


Duagg....


Krakk...


Arzya kalah telak, bela dirinya tak bisa menandingi Dion. Tak tinggal diam sang kakak juga menyerang Dion.


"Hiyaaa, hiya. " teriak Sang kakak dan memukul wajah Dion.


Arzya merasakan tangan seperti terkilir, wajah juga babak belur dan


Buaghh...


Satu kali tendangan dari Sang kakak, membuat Dion terjatuh dan sudut bibir berdarah.


"Kaliann.... SERANG.... " teriak Dion dan empat puluh macan merah langsung keluar dari markas, Arzya dan sang kakak terkejut.


"SE-SERBUUUUU.... " teriak Arzya dengan tergagap, pasukan macan putih langsung menyerang dan terjadi peperangan antara kedua macan.


Duagg...


Buaggg...


Berbagai pukulan terdengar, meski kalah jumlah tapi mereka saling bantu Arzya sudah bangkit dan berdiri disamping Arkya. Mereka berdua menyerang Dion.


Dua puluh anggota macan mulai berpencar untuk mencari keduanya, Icha juga ikut masuk kedalam dan mengikuti diantara lima orang pasukan.


"Gue merinding, kalian gak takut apa jalanin misi kayak gini. " sahut Icha dan sukses membuat kelima orang tersebut berhenti, mereka berbalik lalu menoleh kebelakang.


"Nona Icha ngapain ngikut, pulanglah disini bahaya. Apa ketua tau? " tanya yang bermata emas.


"Enggak, ayo cari mereka. Gue merinding ini. " jawab Icha dan diangguki yang lain.


"Tolongggg kami. " teriak anak laki-laki berusia sebelas tahun dari kamar paling pojok.


Icha dengan cepat lari kearah kamar, dan mengerem mendadak dengan kaki.


Ceklek..


Ceklekk...


Icha berusaha membuka pintu tapi ngak bisa,"dikunci, gimana nich? " panik Icha sambil bertanya.


"Awas kami dobrak. " sahut yang bermata merah, dua orang ancang-ancang untuk mendobrak.


Duggg..


Duggg....


Duaaaggg....


Dobrakan terakhir berhasil membuka pintu, satu laki-laki terbaring tak sadarkan diri. Dan yang satu lagi diikat dengan posisi berdiri, Icha menghampiri yang tak sadarkan diri lima orang membebaskan yang satu.


"Ayo bangunlah, kau harus bertahan kakakmu menunggu diluar. " panik Icha dan menekan dada si adik.


"Gimana kak dokter? " tanya teriak minta tolong.


"Dia kritis, nadinya terputus-putus. Ayo keluar sekatang kita kerumah sakit. " jawab Icha dan dua orang langsung menggotong keduanya dipunggung masing-masing.


Mereka pun keluar kamar, dan menuruni tangga dengan tergesa-gesa hingga keruang tengah dan tiba-tiba...


Gruuuuu....


Bangunan markas bergetar hebat, membuat semua panik termasuk yang berperang didepan  macan merah langsung melarikan diri. Begitu juga dengan macan putih yang keluar, Arkya merasakan kalau perasaannya tak karuan.


Sang kakak juga hendak masuk, langsung ditahan anggota yang lain. "Lepaskan kedua adik ku ada didalam, aku ingin menolongnya. " teriak sang kakak tapi ditahan.


Duuuuaaarrr....


Jangan lupa like dan vote...