
Pukul 10 : 00...
Icha masih direstoran untuk membantu para ibu untuk melayani pelanggan, Icha kebelakang dan seorang paruh baya seumuran Taufan datang. Lalu menuju kasir dan melihat sekeliling.
"Maaf ada yang bisa dibantu? " tanya Chika dan Dokter itu menatap Chika.
"Saya dokter mata ingin bertemu Icha bisa. " jawab Dokter dan Chika mengangguk.
Dokter pun duduk ditempat makan, Chika memanggil Icha karena ada tamu. Icha langsung menghampiri dokter,
Dokter mata pun berdiri setelah merasakan Icha berdiri dihadapan. Ia juga berdiri dan berjabat tangan dengan Icha, Icha mempersilakan dokter mata duduk.
"Keyla sini. " panggil Icha dan Keyla pun datang dengan sedikit lari, lalu terkejut melihat dokter mata.
"Papa. " ucap Keyla terkejut, begitu pula dengan dokter mata.
"Keyla anak papa. " balas dokter mata dan Keyla berhambur kepelukan sang papa melepaskan rindu.
"Pa Key kangen ama papa, papa gak sakit kan dan papa kok bisa disini? " tanya Keyla bertubi-tubi dan melepaskan pelukannya.
"Papa gak papa Key, papa kesini diundang Icha untuk bertemu. " jawab Dokter mata dan keduanya duduk.
"Ketua makasi udah temuin Key sama papa, tapi dari mana ketua tau aku masih punya papa? " tanya Keyla dan menatap Icha.
"Itu gak penting, minta restu pada papamu. Aku harus kekampus sekarang sampai nanti sore, kak bintang gantikan posisiku disini ya. " jawab Icha dan berdiri.
"Oke, hati-hati dijalan ketua. " sahut Bintang dari dapur, Icha pun pamit dan salim dengan Sonya.
"Emm Keyla mau minta restu sama papa. " ucap Keyla dan Kesya membawakan dua jus keduanya.
"Restu apa Keyla? " tanya Dokter mata dan menatap putrinya.
"Key berencana mau nikah bulan depan pa, mau kan papa kasih restu orangnya baik ganteng mapan. Bahkan dia kerja pa gimana mau kan? " tanya Keyla memohon.
"Siapa dia? Papa mau ketemu dengannya, dan papa kerumah sakit dulu masih ada pasien. Ntar papa kesini lagi. " jawab Dokter mata dan menatap Keyla.
"Bener ya pa, ntar kesini lagi. " ucap Keyla dan membalas tatapan sang papa.
SIANG PUN DATANG...
Arzya dan kawan-kawan pun datang untuk makan siang, Rayen, Vino dan Vian juga sama dengan para suami juga.
"Dra lo ada kelas gak sekarang? " tanya Arzya dan duduk Indri membawakan jus serta makan siang.
"Ada, sampai jam empat. Mana matematika lagi, bakalan gak bisa nafas gue. " jawab Indra histeris.
"Lo sendiri ada kagak? " tanya Verel dan membuat jus untuknya dan juga Laras.
"Ada juga sampai jam tiga, tentang kesehatan gue. " jawab Arzya.
"Syukurin lo, gue juga ada. Eh Vit laki lo udah sampai belum? " tanya Laras dan menatap Vita.
"Belum, ntar lagi mungkin. Ehh Zya gue nebeng ya mau beli alat lukis dimall," jawab Vita yang duduk dikasir.
"Mas Vino!? " panggil Keyla dari arah dapur, membuat yang lain menoleh.
"Bayar donk Vit. " sahut Arzya membuat Vita menatapnya tajam.
"Ya udah gak jadi, gue naik ojek aja. " balas Vita kesal dan membuang muka.
"Ya sayang. " sahut Vino dan Keyla duduk didepannya.
"Mas mau ketemu sama papa aku kan, biar kita direstuin nikahnya? " tanya Keyla was-was.
"Mau lah, kan emang itu rencananya Icha. Tapi mana papamu sayang? " tanya Vino dan melihat sekeliling.
"Papa masih dirumah sakit kerja mas, ntar lagi juga datang katanya. " jawab Keyla dan menatap Vino.
"Ya udah mas tungguin papamu datang. " ucap Vino dan minum jus lagi.
Jangan lupa like dan vote ya gaes....