
"Gue gak mau nolong ya Zya, tanggung sendiri amukan Indri. " sahut Ghia yang dari tadi diam.
"Lo bedua liat aja ntar apa yang gue lakuin ke tuh anak. " jawab Arzya santai, tapi membuat Ghia dan Verel tambah bingung dan dosen pun masuk kelas.
2 Jam kemudian....
Semua penghuni kelas menuju kantin, kecuali kelas kedokteran yang masih ada praktek. Iren menggandeng tangan Arzya membuat yang lain terkejut melihat tindakan Arzya yang membiarkan Iren bergalut dengan tangan Arzya.
Arkya memunculkan kepalanya dibalik tembok, untuk melihat kedalam kelas kedokteran. Icha yang merasa ada orang yang dipintulalu mekibat siapa yang ada dipintu, Icha terkejut melibat kepala Arkya yang muncul dari balik pintu dengan cepat mengutak atik ponelnya.
Kutubku.
"Kau ngapain disitu kutub. "
Send.
Ting...
Satu pesan masuk Arkya pun duduk dibangku depan kelas, dan membuka pesan Icha.
^^^Calon istriku.^^^
^^^"Nunggu kau sayang, apalagi? "^^^
^^^Send.^^^
Kutubku.
"Duluan aja kutub, aku masih agak lama. "
Send.
^^^Calonistriku.^^^
^^^"Baiklah, tapi nanti makan ya sayang. " ^^^
^^^Send.^^^
Kutubku.
"Oke sayang. "
Send.
Chat berakhir dan Arkya bangkit, lalu jalan menuju kantin yang sudah ditunggu oleh yang lain. Arkya masuk kantin dan mendengar teriak Arzya yang mengatakan Iren akan mentraktir semua penghuni kantin, membuat Iren menganga dan Arkya tersenyum tipis lalu duduk disamping Derel.
...Hey, tuhan tolong aku......
...Jelaskan perasaan berubah.......
...Jadi cinta tak bisa hatiku menafsirkan.......
...Cinta.......
"Parah banget tuh anak, kok lo mau punya kembaran kayak gitu? " tanya Indra dan mulai makan.
"Mungkin ikut Om Taufik. " jawab Arkya dan makan.
"Kata Icha sih nanti siang. " jawab Ghia dan Icha serta Derel datang, lalu duduk disamping Vita dan Arkya.
"Aduhh pusing pala gue mikirin ciri-ciri kanker hati. " keluh Derel yang ternyata menjadi dokter menggantikan Arkha suatu saat nanti.
"Jangan dipikirin, tapi diamati dan dipahami gejalanya. " sahut Icha dan minum jus Arzya, dengan pipet yang baru saja diminum Arkya.
"Cha itu ciuman tidak langsung loh. " ucap Laras dan
"Huks, huks. Gue ke toilet bentar. " balas Icha dan lari menuju toilet.
"Lo pernah cium bibir Icha gak? " tanya Indra setengah berbisik.
"Enggak emang napa? " tanya balik Arkya membuat para cowok menepuk keningnya.
"Coba lo tanya ama bonyop lo. " sahut Derel dan bangkit lalu membayar makan, diikuti yang lain.
SIANG PUN DATANG....
...Karena cinta tersirat......
...Bukan tersurat meski........
...Bibirku berkata tidak.......
...Mataku terus pacarkan sinarnya.......
Diperusahaan.....
Para suami serta Rayen, Vino dan Vian masuk kedalam kantin. Mereka duduk disamping jendela menghadap jalan raya, Tio melambai untuk memanggil pelayan dan yang lain memesan makanan.
"Rayen ayah ingin kau menikah secepatnya. " ucap Taufan dan membuat yang lain menatap Rayen.
"Boro-boro nikah, pacar aja gak punya ayah. " balas Rayen dan pesanan datang.
"Abang bukannya tertarik dengan Lilis ya, yang musuhnya nona Icha? " tanya Vino dan mengaduk jusnya, lalu ia minum.
"Dia udah keluar negeri, sebelum abang lamar. " jawab Rayen dan memotong steak.
"Kenapa bos Taufan gak jodohin aja abang Rayennya, umur udah masuk kepala dua loh bos? " tanya Vino dan
Pletak...
"Mas Vino lupa aturan macan putih yang ke 19, mau dicambuk ama ketua hah. " sewot Vian setelah menjitak kepala Vino.
"Sakit kampret, ya mas lupa adek Vian. " balas Vino dan makan steak yang dipiring Rayen, membuat para bos menganga melihatnya. Lalu menukar piring Vino, dan piring dirinya.
"Terus Vian udah punya gebeten, atau idaman gitu? " tanya Taufik diangguki yang lain.
"Ada bos Taufik, tapi belum sampai kegebetan cuma liat dari jauh aja sih. Senyumnya bikin Vian meleleh, tuan bos. " jawab Vian dan makan sampai habis.
"Ayo balik, habis ini ada perlu lagi. " ajak Anji dan berdiri, diikuti yang lain Taufan sudah membayar makannya.
Jangan lupa like dan vote.....