
"Ya udah, tante duluaan ya. "pamit Rosa dan menghubungi suaminya, lalu menuju rumah sakit dengan taksi.
MALAM PUN DATANG....
Dirumah sakit....
Icha sudah sampai dari tadi, ia bersembunyi dibalik tembok yang agak jauh. Dan bersandar dengan tangan masuk kedalam kantung swater putihnya, Ghia masih diperiksa dan Derel terus mondar mandir kayak sterikaan.
"Rel lo bisa diem gak sakit mata gue liatnya. " sahut Vita kesal.
"Udah duduk, kita juga khawatir ini udah sejam belum juga keluar dokternya. " balas Indri dan Icha memilih untuk mendekat.
"Kutub siapa yang didalam? " tanya Icha dan Arkya menatap Icha.
"Dokter Arkha dan Ratih, Icha. " sahut Laras dan berhambur kepelukan sahabatnya.
"Sabar, Ghia pasti baik-baik aja. " balas Icha dan Ratih keluar dengan khawatir.
Derel, Rosa dan Tio menghampiri Ratih,"gimana keadaan Ghia? Dia gak papakan? " tanya Rosa bertubi-tubi.
"Lo harus kuat, dan kasih dia semangat untuk sembuh. Ghia kritis dan mengidap kanker Rahim stadium 3. " jawab Ratih.
Deg....
Deggg...
Deggg...
Semuanya terkejut dengan apa yang dikatakan Ratih, Rosa bahkan hampir pingsan para cewek mulai menangis histeris. Icha berjalan masuk kedalam ruangan UGD, dan Derel melihat Icha masuk. Ia juga mengikutinya.
"Ghi lo harus sembuh, gue tau lo sayang sama Derel. Derel juga sebaliknya, dia selalu merhatiin lo kok. Gue tau lo gak percaya kalau gue dokter, nanti gue jelasin sekarang gue suntik dulu ya. " ucap Icha dan Derel terkejut.
"Cha gue dimana? " tanya Ghia dan menatap Icha.
"Lo pingsan tadi, dan dibawa kerumah sakit. Udah lo disini aja, nanti gue suruh dokter pindahin keruang rawat. " jawab Icha dan berbalik, lalu tersenyum melihat Derel terkejut.
Icha keluar dari ruangan, dan menatap yang lain yang masih nangis. Indri memeluk Verel dan masih senggukan menangis, Ratih melihat Icha menatap yang lain nangis.
"Icha lo kok ngak nangis sih, yang lain aja nangis? " tanya Arzya dan menatap Icha.
"Ngapain gue nangis, gue udah tau semuanya juga. " jawab Icha ketus dan membuat yang lain menatapnya.
"Kok ngak kasih tau tante sih Cha? " tanya Rosa dan Tio mengangguk.
"Kalau dikasi tau dan gak ada bukti percuma juga kan Tio, lo juga sibuk kerja gak perhatiin anak lo. " sahut Arkha yang diam saja.
"Stop jangan debat, tuh Ghia udah sadar. Dokter Ratih pindahin keruang rawat aja ya, udah lewatin masih kritis juga. " ucap Icha dan jalan meninggalkan ruang UGD.
"Bocah mau kemana lo? Gak liat Ghia lo? " tanya Verel dan Icha melambai tanpa menoleh.
"Besok aja, gue mau tidur capek. Byee. " jawab Icha sambil berteriak, dan menjauh.
Ratih dan Arkha langsung memindahkan Ghia keruang rawat, setelah itu Rosa dan Tio menginap dirumah sakit. Indra yang ingin menginap disuruh pulang, Indra juga memcium keninh Ghia sebelum pulang Tio juga merasa kalau Indra memiliki perasaan terhadap Ghia abak semata wayangnya itu.
"Om Indra pamit ya besok Indra datang lagi. " pamit Indra dan salim tangan.
"Hati-hati dijalan ya. " sahut Rosa dan Indra salim tangan dan kini hanya tinggal Tio dan Rosa yang menjaga Ghia.
Akhirnya selesai juga...
Jangan lupa vote...