
2 Jam kemudian....
Triiing...
Pada saat dosen keluar ponsel Kirana berdering singkat, dengan cepat ia merogoh ponselnya ditasnya dan melihat pesan masuk dari nomor tak dikenal.
08575699xxx.
"Hay Kirana sayang apa kabar? "
Send.
^^^Kirana.^^^
^^^"Sangat baik, dari mana lo tau nomor gue? "^^^
^^^Send.^^^
085756699xxx.
"Gak penting buat lo, yang jelas gue udah ada dimana lo berada. "
Send.
^^^Kirana.^^^
^^^"Berarti gue juga gak usah peduliin lo. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat berakhir dengan menghela nafas Kirana pun kembali menyimpan ponselnya dijaketnya, lalu menyusul Yusra yang bersandar dipintu sambil menatap dirinya yang mendekat.
"Yang! " panggil Kirana dan Yusra pun tersenyum tipis.
"Iya sayang. " sahut Yusra dan mengelus kepala Kirana lalu jalan menuju kantin.
"Emm boleh tanya gak? " tanya Kirana dan Safira serta Kejora udah jalan didepannya.
"Ya ampun sayang, tanya aja kali aku ini pacarmu loh. " jawab Yusra dan Kirana tersenyum tipis, mereka pun masuk kantin dan memesan makanan.
Yusra, Kirana, Kinara, Arshi, Kejora, Aldi, Safira, Dammy, Devan serta Raka pun memilih makan bersama dan berhadapan.
"Yey geng kita lengkap lagi. " pekik girang Kejora dan Safira sambil bertos ria.
"Lebay lo bedua. " ledek Arshi dan mengaduk jusnya.
"Ogah, lu kan bawa uang pas cuma buat bayar gue. " telak Raka sebenarnya mengerjai Kinara.
"Ya udah kalau gak mau, ntar gue minta anter ama aa Damar aja wlekk. " ucap Kinara dan meleletkan lidahnya lalu makan somaynya.
(Hah, masa iya gue bersaing ama bodyguard Kinara. ) batin Raka dan mulai makan.
"Aa naksir Kinar ya? Si biang usil? " tanya Devan berbisik pada Raka.
"Sotoy lo Dev, dan lo kapan ngajak Safira tunangan? " tanya Raka telak membuat Devan diam sejenak.
"Sabar gue masih cari lagu yang pas. " jawab Devan dan masih berbisik.
"Oi makan, malah bisik-bisik tetangga. " sahut Aldi dan minum jusnya.
"Oh ya umur aa Raka berapa sih? " tanya Dammy dan makan.
"Emm dua puluh satu. " jawab Raka dan meletakkan sendok diikuti yang lain.
"Gaes beli cemilan yuk, gue pengen ngemil nich. " ajak Kejora diangguki para cewek.
"Boleh, tapi lo yang bayar ya Jora. " ucap Kinara, Safira dan Arshi serempak.
"Yee bayar sendiri, atau noh peres pacar masing-masing. Bukan malah meres gue dasar temen laknat," sewot Kejora dan Aldi terkekeh mendengarkan para cewek.
(Aduh, perut gue sakit banget. Obatnya juga abis lagi sialan. ) batin Kinara sambil meringis tahan sakit.
"Dek lo kenapa kok kayak kesakitan? " tanya Kirana khawatir.
"Perut gue sakit banget kak, aduhh. " jawab Kinara dan hampir menangis.
"Sakit napa Kinar? Perasaan lo kagak makan pedas? " tanya Arshi juga khawatir.
"Gue hari ini palang merah Shi. " jawab Kinara dan Kejora datang dengan air serta obat yang entah dapat dari mana.
"Nar coba lo minum, seenggaknya kurangin nyerinya. " sahut Kejora dan meletakkan obat diatas meja.
"Lo dapet dari mana? " tanya Yusra dan melihat obat Kinara.
"Gue tanya sama pemilik kantin, yang kebetulan anaknya dokter. " jawab Kejora berbohong dan melirik Aska dari ujung matanya.
Kinara dengan cepat menelan obat itu, tanpa rasa ragu lagi karena tak tahan rasa nyerinya. Raka juga menatap jemari Kinara yang dihiasi cincin pemberian Aska dulu, semua itu tak luput dari mata yang lain.
Jangan lupa like dan vote...