Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 49



2 Jam kemudian....


Kriiiing...


Semua kelas tri out pun keluar dijam pertama, mereka baru saja bisa bernafas. Karena didalam sangat mencekam, pelajaran matematika sangat sulit.


"Sumpah gue gak bisa nafas tadi. " ucap Arzya sambil jalan menuju kantin.


"Habis ini lo pelajaran apa? " tanya Indri pada Arzya yang beda kelas.


"Kalau gak salah sih tentang kesehatan, atau biologi. " jawab Arzya dan menatap Indri yang ada disampingnya.


"Katanya pengawas kita sedang mengandung loh, padahal udah mau lahir. " sahut Derel dan masuk kantin.


"Dari mana lo tau De? " tanya Ghia dan mengantri.


"Gue liat dari kelas Laura, yang dapat biologi pertama. " jawab Derel, dan sisanya memesan makanan.


Setelah dapat mereka pun duduk memanjang, disamping jendela dan saling berhadapan. Arkya menatap Icha yang diam, membuat yang lain bingung.


"Cha lo kenapa sih dari tadi lo diem mulu dah, kayak kutub lo. " sahut Verel sambil menyuapi Laras.


Laras dengan ragu menerimanya, Arzya yang melihat keduanya hanya tersenyum. Dan Arkya menendang kaki Arzya, membuat si empu menoleh dan Arkya menggeleng lalu berbisik.


"Jangan cemburu, gue tau berat. Tapi lo kasih kesempatan buat Indri oke, kalau elo berhasil lo gue ajarin bela diri lagi. " bisik Arkya.


"Beneran Bang? " tanya Arzya sedikit teriak membuat yang lain menatap sikembar.


"Iya, emm Hemster aku minta maaf ngak anggat telfonmu semalam. " jawab Arkya dan meraih tangan Icha yang dimeja, tapi Icha menurunkan tangannya.


"Ngak papa kok, itu hakmu kutub. Aku paham kau sibuk belajar. " ucap Icha dan tersemyum.


"A-aku salah paham dengan jam tangan yang kau pakai, makanya ngak angkat telfonmu. " balas Arkya lirih.


Icha menghela nafas, dan tersenyum lalu menatap Arkya. "kau pasti penasaran kan, siapa orang yang kasi aku jam tangan ini. Nanti aku kasi tau kalau udah pulang," ucap Icha dan berdiri, diikuti yang lain untuk membayar makanan.


Mereka pun jalan dikoridor, Icha paling belakang dan Arzya berusaha mengaitkan jarinya dijari Indri dan bel masuk pun berdering.


2 jam kemudian....


Kriiing...


kelas tri out pun keluar, dan ada yang mengeluh tentang semua ciri-ciri penyakit yang ada dipilihan. Termasuk Icha yang sengaja menyalin soal, pertama kali membuatnya terkecoh sedikit.


"Kenapa semua soal sangat susah, gue juga hampir ngawur jawabnya. " sahut Indra dan duduk didepan teras.


"Bener tuh, mana tentang kanker juga lagi. " balas Verel dan duduk disamping Laras.


"Gue gak kesulitan, tapi satu yang bikin gue asal jawab. " jawab Icha dan menatap Ghia yang menatapnya.


"Tumbenan lo asal jawab kayak gini Cha? " tanya Arzya membuat Arkya menatap Icha.


"Emang dari dulu gak pernah terkecoh ya? " tanya Arkya dan bingung.


"Ya gak pernah sayang, tapi ciri-ciri penyakit ini gak pernah aku tangani. " jawab Icha dan menghela nafas, lalu ponsel Icha berdeting singkat pertanda Chat masuk.


Icha merogoh sakunya, lalu mengetik sandi setelah itu membuka pesannya. Yang ternyata dari Ratih dan Arkha.


DokterRatih.


"Cha Ghia harus dikemo lagi sekarang. "


Send.


^^^CalonMantu.^^^


^^^"Kenapa tante, bukannya minggu lalu sudah? " ^^^


^^^Send.^^^


DokterRatih.


"Karena kanker Ghia sudah gak bisa dihentikan lagi, dan semakin berkembang. "


Send.


^^^CalonMantu.^^^


^^^"Baiklah, kita rundingkan diresto sambil makan siang tante. Dan ajak suster Lili untuk datang ya Tante. " ^^^


^^^Send.^^^


DokterRatih.


"Oke, jumpa nanti calon mantu bunda. "


Send.


Chat pun berakhir, yang lain sudah menegang bukunya. Dan lagi Arkya menatapnya dengan intes membuat Icha malu, Arkya hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya.


Jangan lupa like dan vote