Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 185 season 2



"Pembukaan sempurna, ibu atur nafas lalu mengejan oke. " pinta Kinara.


Para cewek menjauh takut trauma, tapi masih diarena tempat bu dosen lahiran tangan Yusra juga dipengang kuat buk dosen. Aldi datang dan meletakkan baskom serta handuk hangat disamping Dammy, bu dosen mengejan sekuat tenaga hingga.


"Oek.. Oekk.. Oekk. " tangisan bayi terdengar membuat yang lain bernafas lega.


Kinara memandikan sang bayi setelah tali pusarnya dipotong, Dammy membungkus sang bayi agar hangat dan memberikan ke bu dosen. Kinara membersihkan bu dosen serta membereskan yang lain, ambulan pun datang diikuti suster dan Derel serta Icha.


"Ayo sus pasang imfusnya, Rel angkat ibunya dan gue pegang bayinya. " pinta Icha setelah diberi jalan mahasiswi yang lain.


Para suster pun memasang infus dan Derel menggangkat ibu dosen, Kinara melepaskan sarung tangannya yang berkeringat. Derel dan yang lain mendorong berangkar jalan duluan bersama si dedek bayi.


"Kinar lo kagak takut liat darah? " tanya Kejora dan mengelap keringat Kinara yang turun dari pelipis Kinara.


"Kagak biasa aja tuh, yang ada tenaga gue abis ayo makan. " jawab Kinara dan melihat Icha yang tersenyum lalu menyusul Derel.


(Bunda bangga padamu Kinara. ) batin Icha dan masuk ambulan.


Dikantin...


Yusra dan yang lain sudah duduk dan memesan makanan, lalu mengaduk jus masing-masing Kinara masih mengembalikan baskom yang dipinjam Aldi.


"Nak Kinara gak jijik apa liat darah? " tanya ibu kantin.


"Jijik dan gak jijik harus berani, karna tugas dokter apalagi tugas itu tugas Kinar buk. " jawab Kinara dan tersenyum sambil menerima pesanannya.


"Iya nak Kinara benar, terus si bayi gimana? " tanya ibu kantin lagi.


"Si dedek sehat buk, tadi langsung dibawa kerumah sakit buat pemeriksaan lebih lanjut. Kinar permisi ya bu mau makan dulu," jawab Kinara dan bu kantin pun mengangguk.


Kinara duduk disamping Kejora yang sudah makan duluan, Arshi menatap Kinara sambil mengunyah makanannya.


"Shi lo kenapa liatin Kinar gitu amat? Naksir lo ama dia? " tanya Devan mendapat tatapan melotot dari Arshi.


"Kalau iya kenapa? Kepo lo. " sewot Arshi dan minum jusnya.


"Udah makan dulu, ntar ngomong lagi. " sahut Kirana dan mereka pun makan.


Mereka pun selesai makan tapi masih ngumpul dikantin bersama para senior yang lain, ponsel Kinara berdering singkat dengan cepat Kinara membuka pesannya.


Kak Damar.


"Dek pulang jam berapa? "


Send.


^^^Calonku.^^^


^^^"Mungkin jam 10: 50 kak. "^^^


^^^Send.^^^


Kak Damar.


Send.


^^^Calonku.^^^


^^^"Kerumah sakit kak mungkin ampek sore, sebab gak ada kelas lagi. " ^^^


^^^Send.^^^


Kak Damar.


"Kakak antar ya dek? "


Send.


^^^Calonku.^^^


^^^"Boleh, asal kak Damar gak sibuk. " ^^^


^^^Send.^^^


Kak Damar.


"Gak kok, tunggu digerbang ya dek. "


Send.


Chat pun berakhir entah kenapa Kinara merasa lebih nyaman dengan bodygouardnya sendiri daripada Raka, Yusra dan yang lain juga melihat Kinara tersenyum setelah kepergian Aska.


"Lo kenapa Nar? " tanya Devan dan mengaduk jusnya.


"Kagak papa gue, bayar yuk gaes. " jawab Kinara dan bangkit lalu menuju ibu kantin diikuti yang lain.


"Siapa yang chat lo tadi Nar? " tanya Aldi dan Kejora serempak membuat keduanya saling pandang, Aldi langsung merangkul sang pujaan.


"Cie kompak nich, tadi kak Damar yang chat gue katanya mau jemput gue ntar pulangnya. " jawab Kinara dan duduk dianak tangga.


"Terus elo iya in? Ntar kalau aa Raka juga nawarin gimana? " tanya Safira duduk disamping Kinara.


"Iya dong, kalau Aa Raka gue tolak bilang aja jujur. " jawab Kinara santai.


"Elo sebenernya nyaman ama siapa sih Nar? " tanya Kirana yang dari tadi diam.


"Gue rasa nyaman ama kak Damar Ran. " jawab Kinara dan bangkit lalu jalan menuju kelasnya tanpa pamit.


"Yuk gaes masuk kelas lagi, lalu pulang. " ajak Dammy dan bangkit lalu diikuti yang lain masuk kelas.


Jangan lupa like dan vote...