Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 75



"Semangat donk buat Rayen bunda tersenyum. " ucap Ratih dan Rayen, Vino dan Vian masuk resto.


"Abang bertiga sini duduk, dan kumpulin yang lain. Aku mau kebelakang bentar, dan yang lain sediain minum sebanyak 100 aja. " sahut Arkya dingin membuat semua menganguk.


Arkya melangkah menuju toilet, lalu Rayen mengirim pesan ke grup macan putih untuk kumpul. Anggota macan biru sibuk membuat minuman, tak berselang lama sekitar seratus orang masuk dan memilih tempat duduk. Tapi masih berdiri menunggu Arkya yang sedang dimeja kasir, Ratih menganga tak percaya melihat anggota putrranya.


"Ketua kami sudah kumpul semua. " lapor Lian dan membukuk hormat didepan meja kasir.


"Oke, dan silakan duduk. " balas Arkya sangat dingin.


Semua anggota macan putih duduk, para cewek membagikan minuman. Arkya duduk didepan meja kasir sambil melempar kunci markas keatas, Icha duduk disamping Arkya hanya duduk saja.


"Ada apa ketua? apa ada masalah lagi atau kami dapat misi? " tanya Leo menatap ketuanya.


"Tidak, tapi ini lebih besar dari itu. Aku dan Derel akan kuliah ke Jerman, berangkat besok jadi aku ingin yang mau memegang kunci markas silakan angkat tangan. " jawab Arkya dingin.


"Berapa lama ketua? " tanya yang diujung pojokan.


"Enam tahun, setiap tahun aku pulang jika cuti. " jawab Arkya.


"What? Ketua itu lama sekali. " teriak semua anggota macan.


"Sebenarnya aku juga tak ingin pergi, tapi ini demi perusahaan. Kalian kan tau perusahaan ayahku sedang berkembang pesat, aku kuliah jauh untuk meraih kesuksesan dan membuat perusahaan berkembang lebih cepat. Kalian juga boleh ikut bergabung bekerja, biar gak cari kerjaan lagi. " jawab Arkya dan menatap anak macannya.


"Ma-maksud ketua kami yang sudah sarjana boleh kerja diperusahaan? " tanya salah satu yang disamping Derel.


"Iya tentu boleh. " jawab singkat Arkya membuat anak macan lega.


"Tapi siapa yang jadi pengganti ketua selama kuliah? " tanya Lian yang dari tadi melihat gelagat Bintang menatap Rayen.


"Arzya sini lo. " jawab Arkya dan panggil, dengan perasaan tak enak Arzya bangkit dari duduk dan berjalan kearah Arkya.


"Hmm tepat sekali. " jawab Arkya dan merangkul bahu Arzya,"katanya mau jadi adik yang baik, semalem elo udah nganggu tidur gue dengan memohon ingin mencoba jadi ketua macan. Sekarang udah gue kasi lo gak mau? Gimana sih? " tanya Arkya sekmat membuat wajah Arzya pucat pasi.


"Hahaha rasain sapa suruh lo minta yang enggak-enggak, senjata makan tuan. " ledek Vita dan mengaduk jus.


"Dengerin  abang Arzya, kesempatan ini gak datang dua kali. Sebelum jabatan ini dikasih keyang lain. " sahut Rayen dan memberi saran.


"Emm.... " piikir Arzya masih dilema, sebuah tepukan dibahu kirinya membuat Arzya menoleh.


"Gue abang sepupu lo, ikut dukung lo kalau gue gak pergi biar gue yang ambil. Tapi gue harus ikut Zya, dan gue percaya sama lo elo pasti bisa. " sahut Derel dan tersenyum.


"Gue sebagai sahabat juga dukung lo Zya. " sahut Indra ikut nimbrung.


"Gue juga. " sahut Verel dengan sedikit teriak.


Indri mengelus kepala Arzya bagian belakang, membuat Arzya menatap tunangannya. Indri menganguk mengerti tatapan Arzya,"aku juga dukung kok, ambil aja gak papa. " ucap Indri tersenyum.


"Baiklah gue ambil jabatan ini, tapi kalau nanti bantuin juga ya bang. " balas Arzya dan Arkya turun dari duduk.


"Lo yakin dengan keputusan lo? " tanya Arkya dan Leo serempak.


"Yakin bang. " jawab Arzya dan Arkya melepaskan jaketnya, lalu memakaikannya keArzya.


"Dengan ini lo resmi menjadi ketua macan putih yang kedua. " ucap Arkya dan sorak tepuk tangan  memenuhi restoran.


Anak macan putih berdiri dan Lian serta Leo menghadapkan Arzya kearah anak macan, Arkya dan yang lain bergabung dengan anggotanya.


"Selamat datang ketua Arzya dianggota Macan putih. " teriak Anggota macan serempak dan membungkuk hormat.


Jangan lupa like dan vote....