
"Peres aja Cha, biar kapok tuh cunguk satu. " kimpor Indri.
"Elo bukannya bantuin, malah komporin Icha. " balas Verel dan yang lain terbahak memdengar Verel.
"Bodo amat week, ayo Ghia kita makan somay. "ajak Indri dan memesan makanna, begitu sampai dikantin.
Icha dan Vita memesan makanan, lalu mendengar tentang Nia yang dilarikan keluar negeri.
Setelah mendapat makanan, keduanya pun kembali ketempat duduknya. Dan disamping meja Icha ada kakak kelas yang sekelas dengan Nia.
"Ehh Nia mana kok gak masuk? " tanya salah satu teman Nia.
"Dia gak masuk, dia keluar negeri untuk operasi jantung kayaknya. " jawab yabg satunya.
"Bukan kayaknya tapi memang operasi jantung pea. " sahut yang satunya.
"Huks, huks. " batuk Icha karena tersedak, dengan sigap Arkya memberikan jusnya. Icha menerimanya dengan cepat, dan langsung diminum.
(Mungkin keputusan ku udah bener keluar dari kedokteran.) batin Icha.
"Pelan-pelan aja kenapa sih. " sahut Indri dan makan dengan lahap.
"Kya gue ikut masuk macan putih ya, gue juga udah lumayan punya bela diri. " ucap Derel dan Ghia sedikit terkejut.
"Oke, nanti diresto gue kenalin ama anak-anak sekalian susun rencana. " balas Arkya dan melihat raut wajah Ghia yang terkejut, setelah selesai makan mereka pun menuju kelas.
SIANG PUN DATANG....
Direstoran....
Sekitar enam pulu orang datang, dengan tas gendong dan memakai jaket macan putih. Asifa dan yang lain terkejut melihat kedatang mereka, dan segera memberikan menu setelah memesan makanan. Asifa dan yang lain segera menbuatkannya.
Mata mereka menatap foto bingkai besar milik sikembar dengan sandaran dipunggung, dan Arkya dengan tatapan dingin. Sedangkan Arzya dengan senyuman manisnya, disampingnya ada foto sikembar saling gendong dipunggung.
"Kami pulang. " teriak Arzya dari pintu dan tanpa disadar dengan tatapan dingin dari anggota macan.
"Ahh capeknya. " ucap Derel dan duduk disamping anak macan.
"Emang habis ngapain? " tanya salah satu anak macan putih.
Wushhh...
Dan...
Haap...
Arkya menangkap jaket yang dilempar dari yang bertanya dengan Derel, dan langsung dipakainya lalu mengancingnya dibagian tengah.
Anggota anak macan pun berdiri dan membukuk hormat,"lapor ketua Raufan kami sudah tiba disini, ada apa ketua mengumpulkan kami semua? " tanya yang disamping Arzya.
"Kita akan berperang dengan macam merah, karena berani menculik adik dari anggota kita. " jawab Arkya dingin.
"Jadi apa rencana ketua? " tanya salah satu yang disamping Verel, membuat Verel sedikit merinding.
"Sudah, kita berangkat tiga puluh orang, sisanya menyebar disini dan awasi gerak gerik macan hitam. " jawab Arkya dan mengeluarkan kertas yang dimeja kasir.
"Ini adalah gambar markas macan merah, dua orang sebagai pancingan. Sepuluh orang lagi bersembunyi menerima aba-aba dariku, atau teriakan dari Arzya kembaranku. " sambung Arkya lagi.
"Tapi ketua markas mereka terlalu besar, gimana kita menemukan mereka? " tanya salah satu yang dibelakang Indra.
"Yang dua puluh orang tadi, berpecar jadi lima bagian setelah ketemu kumpul dimotor. " jawab Arkya.
(Ck, ini menyusahkan dari yang biasanya. ) batin Arkya.
"Gue mau ikut Kya. " sahut Derel dan Verel serempak membuat Arkya menoleh dengan tatapan dingin.
"Yakin mau ikut? " tanya Arkya ketus memasang telfon ditelinga.
"Iya yakin, tapi dimana letak markasnya? " tanya Verel.
"Dipinggiran kota, disana susah sinyal. Jadi yang punya pacar pamit dengan pasangan masing-masing. " jawab Arkya dan jalan menuju toilet.
Laras menatap Arzya yang ikut dengan macan putih, Arzya mendekat dan meraih tangan Laras.
"Sayang aku pamit ya, gak usah khawatir aku gak akan terluka oke. Doakan saja semuanya akan baik -baik aja. " pamit Arzya.
Jangan lupa like dan vote.....