
..."Sampai kapan kau akan berbaring seperti ini, setahun sudah kau koma. Ayo bangun dan sadar ada yang menantimu, bukan hanya kita saja tapi seseorang yang elo cinta. " ...
...Derel dan kawan - kawan....
Kejutan dari Icha untuk Arkya?
PAGI PUN DATANG....
1 tahun kemudian....
Tak terasa satu tahun sudah Icha koma, setelah kejadian itu. Arkya juga berubah semakin dingin, dan pola makan ikut menurun. Ratih dan kawan-kawan sudah berusaha, membujuk Arkya untuk tersenyum tapi sia-sia.
Seperti biasa Arkya pagi-pagi buta selalu datang kerumah sakit, sekaligus mau berangkat kesekolah.
Dirumah sakit....
Arkya membuka pintu kamar rawat Icha, dengan membawa bunga mawar putih kesukaan Icha. Arkya menghampiri ranjang Icha, dan mencium kening Icha dengan sayang. Lalu duduk disamping ranjang Icha, sambil menggenggam tangan Icha dan menciumnya.
"Selamat pagi hemster gue yang cantik, lo gak bosen tidur tiap hari. Gue disini nungguin lo bangun, kita udah kelas tiga sekarang dan gue kangen senyum lo yang manis itu. Bangun hemster cinta gue semakin besar buat lo, dan lo harus tau yang lain udah pacaran. Hanya kita yang belum, lo tenang aja gue bakalan nungguin lo sampai kapan pun. " ucap Arkya panjang kali lebar.
Jari Arkya mengelus punggung tangan Icha, dan menciumnya ponsel yang disaku jaket Arkya berdering singkat pertanda pesan masuk. Arkya merogoh sakunya dan membuka pesan yang masuk, ternyata dari Rarih dengan cepat Arkya membalasnya.
Bundaku.
"Ark, kau dimana sayang. Kenapa gak ada dikamar? "
Send.
^^^Arkya.^^^
^^^"Aku dirumah sakit. " ^^^
^^^Send.^^^
Bundaku.
"Kenapa gak pamit, Arzya panik kau ngak ada dikamar. "
Send.
^^^Arkya.^^^
^^^"Maaf, aku kangen Hemster Bun. "^^^
^^^Send.^^^
Bundaku.
Send.
^^^Arkya.^^^
^^^"Iya Bunda, aku mau berangkat sekarang. "^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir, dan Arkya menyimpan ponselnya lagi. Lalu menatap Icha yang masih tidur, tangannya mengelus kepala Icha.
"Hemster gue pamit sekolah ya, cepat bangun oke lo harus bangun. Dan kumpul lagi ama kita, satu lagi Ghia ngak mau kemo sebelum elo sadar. See you hemster, gue pamit ya. " pamit Arkya dan berdiri lalu jalan keluar ruang rawat.
Setelah itu Icha membuka mata perlahan, tapi pasti dan mendengar semua ocehan beruang kutubnya. Ia menggerakkan kaki kanannya, tapi tak bisa dan lagi berusaha memegang kepalanya yang pusing.
Disekolah...
Arkya sudah sampai dan jalan dari koridor, yang lain sudah dari tadi dikelas. Arkya memasuk kedalam kelas, Laura datang langsung bergalut dilengan Arkya.
"Sayang, temenin aku kantin yuk. " ajak Laura dan manja.
"Lepas. " ketus Arkya dan melepaskan tangan Laura.
"Ngapain sih lo nungguin orang koma, gak tau kapan sadarnya. Mending ama gue yang selalu ada buat lo. " kesal Laura yang selalu ditolak Arkya.
Arkya menatap dingin Laura, membuat Laura ketakutan. "Karena dia lebih berharga dari apa pun. " balas Arkya dan jalan menuju bangkunya dan menyimpan tas.
"Ketos lo kerumah sakit tadi? " tanya Derel yang melihat kelakuan Laura.
"Iya. " jawab singkat Arkya dan mengambil dasi lalu dipakainya.
"Apa ada perkembangan soal Icha? " tanya Verel.
"Masih sama. " jawab Arkya dingin, dan jalan keluar kelas untuk patroli.
"Hah, aduhh tuh anak kenapa dia berubah banget sih. " teriak Indra prustasi.
Laras dan Vita saling kejar, saling menjalihi sama satu lain. Hingga tak sengaja menabrak Iren yang ingin masuk kelas, Arzya.
"Woi bisa gak sih lo ngak usah kayak bocah, lari-larian dikoridor. " sewot Iren dan memandang Laras, serta Vita dengan meremehkan.
"Heh lo juga ngapai dilantai dua, dikelas lo kan dilantai tiga. " balas Laras dan Iren mendorong bahu Laras membuatnya sedikit oleng.
Jangan lupa like dan vote ya gaes....