Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 42



3 Jam kemudian.....


Kriiing.....


Bel istirahat pun berdering, sekarang Laras bertekad bertemu dengan Arzya dikelasnya.


Indra juga melihat gelagat Laras, dan langsung menghampiri Arkya yang menatap Laras keluar kelas.


"Tuh bocah kenapa sih? Gelagatnya mencurigakan sekali. " tanya Indra dan Indri mendekati keduanya.


"Ikutin aja lah, dari pada kepo. " sahut Indri dan kedua cowok mengangguk.


Akhirnya Indra, Indri dan Arkya mengikuti Laras, tapi mata merek melihat Icha, Verel, Vita, Ghia, Derel juga mengikuti dua sejoli yang jalan ketaman.


Ditaman...


Laras berhenti menarik tangan Arzya, keduanya saling tatap dan Laras menghela nafas. Arzya merasa ada yang ganjal dihati, tapi ia tepis.


"Zya aku mau ngomong sesesuatu kekau. " ucap Laras dan Arzya tersenyum.


"Ngomong aja sayang, ada apa sih kayaknya berat banget? " tanya Arzya dan menatap Laras.


"Aku mau kita PUTUS. " jawab Laras dan menatap biru laut Arzya.


Arzya terkekeh, dan menggelengkan kepalanya. "Kau bercandakan sayang, ini cuma prank aja kan. " ucap Arzya tak percaya.


Laras berusaha agar tak menangis,"aku gak bercanda, mulai hari ini kita gak ada hubungan apa-apa lagi oke. " balas Laras dan air matanya jatuh tanpa diminta.


Arzya meraih tangan Laras, dan menggenggam erat tangannya."Ta-tapi kenapa? A-apa kau punya yang lain? A-atau apa? " tanya Arzya memastikan.


"Enggak ada, ini rasanya kita menjalin hubungan terlarang. Karena kita saudara sepupu, kita sahabatan aja ya aku mohon. " jawab Laras dan Arzya hanya mengangguk.


Laras menarik tangannya, mencium pipi Arzya dan meninggalkan Arzya yang diam. Setelah beberapa meter Laras menoleh kearah Arzya, yang menatapnya dengan cepat Arzya mengalihkan pandangannya.


(Mungkin ini yang terbaik, semoga lo bahagia ama pilihan lo itu dan gue gak bakalan pacaran lagi. ) batin Arzya dan menghapur air matanya.


Direstoran....


Laras menangis senggukan dipelukan Asifa, yang lain juga melihat Laras menangis hanya bisa iba.


"Ma, Laras jahat udah hancurin harapan Arzya. Hiks," ucap Laras masih senggukan.


"Harapan apa Laras? " tanya Asifa setelah meraih ponselnya untuk menghubungi suami tercinta.


"Arzya bilang, kalau ge-genap sa-satu ta-tahun bakalan ngajak tu-tunangan. Tapi malah kagak gini, hiks. " jawab Laras sambil senggukan dan terbata.


Asifa mengelus punggung putrinya, tak lama kemudian Arkya, Icha dan Arzya juga datang. Dibelakangnya ada Ratih dan Arkha, dengan cepat Arkha mendekati Laras dan mengelus kapalanya.


"Anak papa kenapa? " tanya Arkha dan Laras memeluk Arkha.


"Dia putus dengan Arzya mas. " sahut Asifa dan Arkha terkejut.


"Kok bisa? Kenapa putus sayang? " tanya Arkha dan Arzya duduk dipojokan, sambil menatap botol akohol yang ada dihadapannya.


"Laras merasa menjalani hubungan terlarang, dengan saudara sepupu. " sahut Ratih dan menarik Icha untuk duduk.


Arzya meraih botol tersebut dan membukanya, lalu meminumnya hingga setengah. Indra yang melihat itu hanya diam, membiarkan melampiaskan sakit hatinya.


"Huks, huks. " batuk Arzya menarik perhatian penghuni kantin, lalu menatap Arzya yang minum lagi.


Icha berdiri dan melepaskan jas dokternya, lalu mendekati Arzya yang sedang mabuk membuat semua was-was. Icha menepuk bahu Arzya membuat Arzya menoleh.


"Dari pada lo mabuk, dan uring-uringan kayak gini. Gimana kalau kita duet nyanyi? " tanya Icha dan mengambil botol yang dipegang Arzya.


"Lagu apa? " tanya Arzya dan Derel memberikan dua gitar untuk, Icha dan Arzya.


"Jomblo happy. " sahut Ghia semangat empat lima.


Jangan lupa lilr dan vote...