
..."Hari ini adalah hari terakhirku bersamamu, sebelum aku menempuh pendidikan di Jerman selama enam tahun. Sungguh aku ingin menghentikan waktu, aku akan rindu padamu senyummu, tawamu dan panggilanmu untukku cintaku. " ...
...Derel & Arkya....
...Sehari sebelum berangkat....
4 Hari kemudian....
PAGI PUN DATANG.....
Hari ini adalah hari terakhir untuk Arkya dan Derel dijakarta, karena besok pagi mereka akan berangkat ke Jerman untuk kuliah. Ini terlalu berat untuk Vita yang pertama kali LDR, tapi ia tak boleh egois yang ingin tunangannya jadi dokter.
Sonya menata sarapan dimeja, Icha mencuci alat masak sedang Anji duduk sambil menerima email dari Taufan untuk meting nanti.
Tok...
Tokkk...
"Siapa yang datang sepagi ini? " tanya Anji lalu menatap Sonya.
"Gak tau mas, biar aku yang buka. " jawab Sonya dan jalan menuju pintu rumah.
Ceklek...
"Astaga Vita, sini masuk sayang. " ajak Sonya dan terkejut melihat mata Vita yang bengkak, dengan baju piyama.
Vita masuk dengan sedikit menggigil, Sonya menuntunnya kedapur tempat Icha berada. Icha yang sedang melepaskan cilemek, terkejut kejut melihat keadaan sahabatnya sampai senggukan.
"Kenpa lo Vit? " tanya Icha dan mendekati Vita yang disamping Sonya.
Tanpa aba-aba Vita langsung berhambur kepelukan Icha, membuat ketiganya bingung dan Icha hanya mengelus punggung Vita yang bergetar akibat menangis.
"Lo kenapa pagi-pagi udah mewek aja? " tanya Icha lagi dan Vita melepaskan pelukannya.
"Gue gak mau jauh sama Derel Cha, kan hari ini dia terakhir dijakarta. Bahkan gue gak bisa tidur mikirin itu, hiks. " jawab Vita membuat Icha menganga tak percaya.
"Gue gak lebay Cha, ya kan gue sayang sama Derel Lo gak sedih apa? " tanya Vita dan Sonya memgambilkan sarapan untuk Vita.
"Ayo Vita sarapan bareng, tante masak lebih loh. " ajak Sonya dan meletakkan piring dihadapan Vita yang sudah berisi nask serta lauk.
"Kagak, dah makan dulu. " jawab Icha dan mulai makan dengan minum air.
"Ehh kok aku malah numpang makan sih, maaf ya tante jadi ngerepotin kayak gini. " ucap Vita merasa tak enak.
"Santai aja Vita, anggap rumah sendiri. " balas Anji dan mulai makan, Vita juga minum air sama seperti Icha.
Setelah selesai sarapan, mereka masuk kekamar dan Vita meminjam semua barang Icha. Termasuk tas dan keduanya pamit untuk ketemu Derel serta Arkya dimall, tentu menaiki taksi agar dipulangnya dibonceng.
Dimall....
Icha dan Vita sudah sampai dimall, mereka masuk kedalam mall dan tak lupa mengirim pesan keArkya dan Derel untuk bertemu stand es krim.
"Hemster maaf lama ya. " ucap Arkya dan merangkul pinggang Icha yang membeli Es krim.
"Gak papa kok sayang, Vita kita pisah ya nanti ketemu direstoran oke. " balas Icha dan pamit.
"Oke, habisin uang laki lo Cha. " teriak Vita dan menggandeng lengan Derel menuju tempat sepatu.
"Kita duduk disana dulu yuk sayang, habisin es krimnya. " ajak Icha dan memegang dua es krim.
"Ayo sayang. " balas Arkya dan mereka jalan menuju tempat duduk ditempat es krim, Icha memberikan satu rasa coklat keArkya. "Makasi sayang. " sambung Arkya dan memakan es krim.
Mulut Icha belepotan dengan es krim dibawah bibirnya, jari Arkya membersihkannya membuat Icha merona.
"Ma-makasi kutub. " ucap Icha dan gugup, Arkya terkekeh melihat tunangannya malu.
Jangan lupa like dan vote....