Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 84



Di Jerman...


Lebih tepatnya diapartemen dua cowok yang dari jakarta, si mata biru sedang galau merana gara-gara sang pujaan marah terhadapnya. Derel duduk bersila disofa dan melihat sepupunya frustasi, lalu meminum jusnya sambil memainkan ponselnya untuk chat Vita.


"Napa lagi lo? Berantem ama Dokter galak lagi? " tanya Derel menatap Arkya.


"Dokter galak siapa? " tanya balik Arkya menatap Derel yang didepannya.


"Icha lah siapa lagi, dia kalau udah marah kayak singa betina Kya. Lo belum sadar soal itu, gue ama kembaran lo udah dibuat kesel ama dia. " jawab Derel dan Arkya menompang dagunya diatas meja dengan satu tangannya.


"Dia ngambek ama gue lantaran gak pernah minta cium bibir, dia merasa jadi pelarian. " ucap Arkya dan menatap ponselnya.


"Kan udah gue peringatin, minta aja sesekali gak papa Kya. Gue tau lo takut dia marah, kalau udah kayak gini nyesel kan dah lo. " balas Derel kesel.


"Terus ini gimana bujuknya Rel? " tanya Arkya bingung.


"Emm lo nanyi dihari pernikahan abang Rayen untuk Icha, dan bawa bunga untuk Icha. " jawab Derel santai.


"Boleh juga tuh ide lo. " ucap Arkya dan melanjutkan kerjakan tugasnya.


SEMENTARA DI JAKARTA.....


Direstoran....


Icha duduk bersama dengan suster Lili, Arkha dan Ratih untuk membicarakan tentang operasi sesar pasien Icha dan Arkha.


"Jadi gimana Rat, menurut lo dioperasi apa normal? " tanya Arkha dan mencomot daging Icha.


"Kalau normal itu kanker yang dileher rahim bakalan membesar. " jawab Ratih dan menggulung mie pasta, lalu masuk kemulutnya.


"Dokter itu akan membahayakan nyawa sang ibu kalau normal. " sahut Suster Lili dan makan kentang.


"Ma bawa gelas kosong kesini dua. " teriak Icha membuat yang lain menutup telinga.


"Kampret lu, gak usak teriak juga kali. " sewot Arzya dan membawakan dua gelas, ia pun duduk disamping Indri yang wajah sudah mulai seperti semula.


Icha menarik gelas yang dibawa Arzya, dan membariskannya kesamping. Semuanya menatap Icha, penasaran dengan apa yang ia lakukan.


"Ini operasi, dan yang dikanan normal. Cap cip cup pilih mana yang mau dicup. " ucap Icha dari jari telunjuknya berhenti dioperasi, yang lain menganga melihat cara Icha.


"Dokter galak ini nyawa loh taruhannya, kenapa main-main sih? " tanya Arkha membuat Icha menatap om nya tajam.


"Kenapa kau tonjok sang ayah Icha, kalau dia nuntut mu gimana? " tanya Arkha sedikit kesal.


"Icha punya hak om, kalau dia meminta istrinya lahirin normal sama aja dia minta sang istri mati secara perlahan om. " jawab Icha kesal, suster Lili mengelus bahu Icha agar tenang.


"Tenang, jadi ini dioperasi aja bayi nya gak cuman satu tapi tiga. " sahut Ratih yang dari tadi diam.


"Icha nyerah, kalian bertiga aj... " balas Icha ucapannya tergantung lantaran, merasakan ada yang datang.


"Icha mana lo, sini keluar dan jauhin Arkya. " teriak Laura, dan Icha berdiri dibelakang Laura.


"Kalau gue gak mau gimana? " tanya Icha dengan seringai dibibir, membuat Bintang, Keyla dan Kesya merinding.


(Ketua apa yang akan kau lakukan? ) batin Kesya.


Laura berbalik dan menatap Icha, ia sedikit merinding mendengar ucapan Icha. "Sebab gue  lagi hamil anaknya Arkya paham lo, jadi lo harus relain Arkya buat gue. " jawab Laura membuat semua terkejut.


"Lo yakin itu anaknya Kutub, lo kan mantannya dan gue tunangannya. " ucap Icha dan melangkah maju sedikit demi sedikit.


"Ya-yakin lah, semalem aja dia tidur ama gue. " balas Laura dan menyeringai.


(Kena lo Cha. ) batin Laura dan menatap Icha yang diam aja.


"Heh, lampir lo gak tau kan. Kalau Arkya gak ada dijakarta oon. " ledek Vita angkat bicara.


"Elo kalau mau ngasut Icha, mikir dulu deh. " sahut Laras dibelakang Laura.


"Ck, mau lo apa sih ngangu Icha mulu. Dasar lampir gak sadar diri kalau udah mantan. " sahut Indri ikut nimbrung.


"Gue mau Icha dan lo buruk rupa jauhi sikembar, kalian gak pantes buat kalian berdua. " balas Laura dan Arzya menarik tangan Laura keluar restoran.


"Dia tuh gak pantes buat Arkya, gue liat dia jalan ama cowok kehotel kemaren. " kesal Ghia yang baru datang dari toilet.


Icha menghela nafas hampir saja kelepasan, yang lain pun berberes untuk menutup restoran karena udah sore.


Akhirnya selesai juga....


Jangan lupa like dan vote...