Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 54



"Gue mutusin kuliah diaustralia, gue mau bikin butik baju kantor dan yang lainnya. " ucap Indri membuat Vita murung.


"Lo butuh berapa? Dan diambil kapan? " tanya Icha juga murung.


"Tujuh juta aja, diambil nanti saat kita pulang liburan. " jawab Indri dan Icha mengangguk, lalu mereka kedepan untuk membantu.


Para suami datang, para istri langsung salim diikuti yang dengan anak-anak juga. Kecuali Indri dan Indra yang tak memiliki orang tua, Indri lebih memilih memainkan ponselnya dari pada melihat teman-temannya salim dengan orang tuanya.


Chika duduk disampung Indri, membuat Indri terkejut dan Chika malah tersenyum. Lalu mencubit pipi Indri dengan gemas, membuat yang lain terkekeh.


"Indri mau ngabulin permintaan Mama gak? " tanya  Chika dan Taufik juga duduk disamping Indri dengan membawa jus.


"Mau Tan, apa tapi? " tanya Indri dan menoleh kearah Taufik dan Derel yang duduk didepannya.


"Derel pengen punya adik cewek, tapi tante Chika ngak bisa hamil lagi. " sahut Taufik semakin membuat Indri tak megerti.


"Terus kenapa bilang keIndri, bukan keDerel aja om? " tanya Indri dan menatap Derel.


"Karena om dan tante mau adopsi kau sayang. " jawab Chika membuat Indri terkejut.


"Mau aja Dri, kan lo bisa dapet kasih sayang dari orang tua Derel. Bener gak gaes? " tanya Vita mendukung Chika.


"Bener banget, lo gak tega liat wajah Derel yang gak bisa punya adik lagi. Dan lo tega liat tante Chika sakit? " tanya Indra dan tersenyum.


"Gak mau lah. " jawab Indri dan menunduk sambil menatap Derel yang sedang mesra dengan Vita.


"Gimana sayang maukan? Soal uang kuliah, biar kami yang tanggung. " sahut Chika dan membuat Indri mendongak menatap calon ibu angkatnya.


"Buakan itu yang Indri pikirin, tapi beneran lo jadiin gue adik angkat lo Rel? " tanya Indri dan menatap Derel.


"Heh Dri sejak kapan gue becanda dalam urusan ini, iya gue mau elo jadi adik gue gimana mau gak? " tanya Derel serius.


"Emmm, iya gue mau jadi adik lo. Tapi lo harus nyanyi dulu, gue pengen denger suara lo kan Vit? " tanya Indri kearah Vita.


"Rel suara lo kan bagus, biar bisa punya adik ya walaupun ngeselin sih. " sahut Indra.


Indri menatap tajam kearah Indra, si empu langsung meleletkan lidahnya. Derel menghela nafas lalu berdiri, jalan menuju kasir dan mengambil gitarnya.


"Lagu apa? " tanya Derel yang duduk didepan kasir.


"Hmm menemukanmu. " jawab Indri semangat dan Arkya, Derel serta Arzya mulai memetik gitar dan Indra juga mulai memukul dram serta Verel memainkan pianonya.


"Separauh langkahku saat ini. " ucap Derel dan memetik gitarnya.


"Berjalan tanpa terhenti. " balas Verel dan menatap Laras.


"Hidupku bagaikan keringnya dunia, tandus tak ada cinta. " sahut Arzya dan jalan menuju tempat Arkya.


"Hatiku mencari cinta ini, sampai yangku temukan yang sejati. " balas Indra dan mengeraskan pukulan dramnya.


"Walau sampai letihku mencarinya. " sahut Arkya dan memainkan gitar.


"Seorang ku cinta... " balas Derel dengan agak panjang.


"Oh, woohhh. " ucap Indra dan memetik gitarnya.


"Kiniku menemukanmu, diujung waktuku patah hati. " balas Arkya dan tersenyum.


"Lelah hati menunggu, cinta yang selamatkan hidupku. " sahut Arzya dan Indri serempak, membuat yang lain tersenyum.


"Kini ku t'lah bersamamu, berjanji tuh sehidup semati. " balas Verel dan Laras.


"Sampai aihir sang waktu, kita bersama tuk selamanya. " ucap Indra dan Ghia serempak.


Jangan lupa like dan vote...