
"Kak, kak Yusra minta nomor lo boleh dikasih. " tanya Kinara melihat kembaranya yang verbaring disofa panjang.
"Kasih aja, jangan disebar nomor gue. " jawab Kirana dan menonton Tv.
^^^📩Dek Kinara.^^^
^^^"Nih kak, 08575708xxx jangan elo sebar ya. Ntar dia ngamuk. "^^^
^^^Send.^^^
📩Kak Yusra.
"Oke, gue save dulu ya. "
Send.
Chat pun berakhir Kirana menghela nafas, lalu duduk sambil mengeluarkan jam tangan warna biru laut. Kinara melirik sekilas kembarannya, lalu kearah tv lagi.
"Pakek aja kak. " sahut Ratih yang baru selesai didapur.
"Tapi Kinara gimana yah? " tanya Kirana dilema memakai jam pemberian Arkya saat pulang dari restoran.
"Pakek aja kak, gue nanti punya sendiri kok gak usah merasa gak enak. " sahut Kinara dan menatap Kirana.
"Serius elo gak iri nanti? " tanya Kirana dan menganti siaran tv.
"Iya kak, besok pakek jamnya. " jawab Kinara dan tersenyum, Arkya tersenyum melihat keduanya akrab lagi.
(Sayang kau pasti lihat perkembangan si kembar yang beranjak dewasa. ) batin Arkya merasakan rindu mendalam terhadap istrinya.
Taufan mengelus kepala Kinara yang serius menonton tv, Kirana melihat foto Icha yang dipajang dengan memakai jas kedokteran.
Perlahan dan tanpa sadar ia bangkit lalu, jalan mendekati foto Icha setelah dekat Kirana meraba pipi Icha yang tersenyum pandangan itu dilihat oleh yang lain.
"Bunda lagi ngapain ya sekarang. " ucap Kirana dan Arkya mendekat lalu mengelus kepala Kirana, membuat Kinara iri kalau saudarinya mendapat kasih sayang lebih.
"Emm ya udah kita kemakam bunda, setuju kan Kinar? " tanya Kirana menoleh dan tak mendapati saudarinya.
"Dia udah masuk kamar tadi. " sahut Taufan merasa ada yang ganjal dengan sikap Kinara.
"Tumbenan udah masuk kamar jam segini? " tanya Arkya merasa heran dengan sikap putri bungsunya.
"Ngak tau juga, Kiran coba kau cek dulu sana. " jawab Ratih dan Kirana langsung mengangguk, lalu lari masuk kamar.
"Ayah melihat dimata Kinar ada rasa iri, dan salah paham mungkin dia mikir kau lebih sayang pada Kirana Kya. " sahut Taufan dan menatap putranya.
"Kya sayang mereka berdua yah, mereka anak kembar Arkya dan Icha. " balas Arkya dan menatap kedua orabg tuanya.
"Terus kenapa kau belu satu jam, bukan dua jam tangan Arkya ini yang akan menimbulkan salah paham. " ucap Ratih juga sedikit kesal.
"Jangan sampai mereka berdua terpecah belah. " balas Taufan dan menatap kamar sikembar.
"Ayo tidur, besok kita bicarakan lagi. " ucap Ratih dan bangkit, lalu jalan menuju kamar masing-masing.
Arkya masuk kamarnya yang sepi biasanya ada Icha yang duduk dimeja rias, mengingat kenangan itu membuat air mata Arkya mengalir sosok arwah Icha memeluk tubuh kekar suaminya yang duduk ditepi kasur.
(Sayang apa kau yang meluk mas sekarang? ) tanya batin Arkya yang merasakan nyaman seperti dipeluk Icha.
(Hmm iya mas, aku perhatikan tadi Kinar seperti iri. ) jawab batin Icha dan duduk disamping Arkya.
(Mas juga ngak tau sayang, semoga aja besok dia udah membaik. ) ucap Arkya menghapus air matanya.
(Iya mas, tidur gih aku temani disini ya. ) balas Icha dan menatap Arkya yang mengangguk, lalu berbaring Icha juga ikut berbaring sambil memeluk suaminya.
Akhirnya selesai juga....
Jangan lupa like dan beli buku aku ya gaes...