
..."Aku akan bertahan untuk sembuh hanya demi kalian, aku takut masuk rumah sakit apalagi kemo. Tapi tak apa aku akan berusaha melawan rasa takutku untuk kalian. " ...
...Ghia Shinta Maura....
...Kemo dan keributan direstoran....
PAGI PUN DATANG....
Diapartemen Indri....
Kriiiiinggg....
Kriiiing...
Kriiing....
Alarm Indri berdering nyaring membangunkan gadis cantik, yang masih setia dengan alam mimpinya. Dengan terpaksa ia mengeluarkan tangannya, untuk mematikan alarm dan siempu langsung duduk sambil melihat jam alarmnya.
(Masih setengah enam, males banget sekolah. Apalagi gue harus liat Verel anter pacarnya. Kenapa lo gak peka banget sih, gue sayang sama lo Rel. ) batin Indri berbaring lagi.
Ponsel Indri berdering pertanda chat masuk, dengan malas Indri mengambil ponselnya lalu membuka pesannya.
VerelResek.
"Elo naik apa ntar Dri? "
Send.
^^^Indri💞. ^^^
^^^"Terbang, kenapa? " ^^^
^^^Send.^^^
VerelResek.
"Ya gue mau jemput lo Dri. "
Send.
^^^Indri💞.^^^
^^^"Gak usah, udahlah gue mau mandi. "^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir dan Indri pun bersiap untuk kesekolah, sebenarnya ia berharap Verel memaksa untuk menjemputnya. Disisi lain Verel mengacak-ngacak rambutnya frustasi, kalau Indri salah paham dengan dirinya.
(Gimana lagi buat gue yakinin lo, gue sayang sama lo dan cinta sama lo Dri. Harusnya gue gak bikin lo salah paham sebesar ini, apa gue minta pendapat ama yang lain aja? ) tanya batin Verel.
Ia bingung, dan lebih menilih untuk bersiap menuju sekolah. Lalu meminta pendapat anatara cowok, ia keramas untuk menjernihkan kepalanya.
Arkya dan yang lain sudah disekolah, Indri juga jalan dikoridor dengan lesu sambil menggendong tasnya dipunggung.
"Dri tunggu gue. " teriak Verel dan seorang gadis merangkul lengannya, tanpa penolakan dari Verel.
Indri berbalik dan melihat keduanya saling mesra, pandangan itu tak luput dari tatapan Derel dan Arzya yang dipintu.
"Kalau mau pamer kemesraan, kalian pagi-pagi bikin orang iri tau. " sahut Indri dan berbalik, lalu menuju kelasnya.
"Dri lo salah paham, gue mau jelasin sama lo. " teriak Verel dan mengejar Indri sampai masuk kelas Indri.
Verel meraih tangan Indri, membuat siempu menoleh kearah tangannya. Lalu menatap wajah Verel,"Dri lo salah paham sama gue, gue cinta sama lo dan sayang sama lo. " ucap Verel tulus.
"Hanya sebatas sahabatkan? Gak papa kok, mungkin cewek yang selalu ama lo bisa bikin lo bahagia. Ya meski bukan sama gue, semoga langgeng sampai pelaminan ya. " balas Indri dan tersenyum kecil.
(Ya mulai sekarang, gue bakalan lupain lo Rel. Dan lebih baik perasaan ini, buat lo sebagai abang saja. ) batin Indri miris.
"Gak Dri, lebih dari itu gue naksir sama lo. " ucap Verel dan menarik Indri kedepannya.
Arkya yang melihat itu, hanya bisa menghela nafas dan iba dengan sahabatnya yang saling cinta. Indri melepaskan pelukannya, dan menggeleng pelan.
"Gue gak pantes buat lo Rel. " balas Indri dan menarik tangannya, bel masuk pun berdering dan semua murid berhambur menuju kelas. Arkya mulai patroli lagi, dan mendapat mangsa untuk dihukum lagi.
3 jam kemudian.....
Kriiiingggg....
Bel istirahat pun berdering, semua murid langsung berhambur menuju kantin. Arkya mendatangi Icha untuk ajak makan, yang lain juga mengajak Verel untuk kekantin.
"Rel lo gak ikut? " tanya Ghia dan menoleh kearah Verel yang dibelakangnya.
"Lo ama yang lain duluan aja, gue ngak laper sama sekali. " jawab Verel lesu tanpa menatap Ghia.
"No, lo harus ikut. Lo punya magg yang parah, lo telat makan dikit aja bisa pingsan. " sahut Icha dan menarik tangan Verel dibantu Laras.
"Biarin aja, sekalian aja gue mati. " balas Verel dan
Pletakkk....
"Sakit pea, dasar temen laknat lo. " sewot Verel dan mengelus kepalanya.
"Kalau ngomong tuh disaring dulu, main jeplak aja lo. " sahut Derel pelaku dari jitakan tadi.
Mereka pun masuk kantin, dan memesan makanan untuk sementara antara cewek dan cowok pisah duduk.
"Ghi ntar lo kemo, jangan lupa ya. " peringat Icha dan mulai makan somaynya yang pedas.
Jangan lupa like dan vote ya gaes....