
...Salah paham dan bukti yang kuat....
PAGI PUN DATANG....
Kediaman Indra....
Kediaman kecil Indra sedang sarapan pagi, mereka akan berangkat kerja dan sekolah Ghia tau kalau Dammy sedang berbunga-bunga. Begitu pun dengan Indra yang bisa merasakan wajah putranya sedang bahagia, lalu menoleh kearah sang Istri sambil tersenyum jahil.
Tiba-tiba ponsel Dammy berdering nyaring, dengan cepat Dammy mengambilnya dan melihat siapa yang menelfon sepagi ini.
"Hallo Kinara. " sapa Dammy saat tersambung sambil menatap sarapannya.
"Hallo Dammy. " balas Kinara yang sudah siap untuk berangkat sekolah.
"Ada apa tumben elo telfon pagi-pagi? " tanya Dammy heran sambil melanjutkan makannya.
"Emm gue boleh minta tolong gak ama lo? " tanya balik Kinara dan rasa irinya semakin besar saat melihat Kirana memakai jam yang dibelikan Arkya.
"Boleh dong, elo kan sahabat gue ya boleh lah. " jawab Dammy dan minum jusnya.
"Ntar siang lo mau bantu gue cari kontrakan gak? " tanya Kinara hampir membuat Dammy tersedak.
"Buat apaan Kinar? " tanya Dammy heran dengan gelagat Kinara.
"Adalah nanti lo tau, bisakan lo bantu gue Dam? " tanya Kinara sekali lagi.
"Sorry Kinar, gue gak bisa. Ntar gue mau jalan ama Arshi Kinar. " jawab Dammy tak enak menolak keinginan Kinara.
"Oh ya udah kalau elo gak bisa, gak papa gue tutup dulu ya mau berangkat. " pamit Kinara yang kecewa.
"So-sory Kinar, bu-bukan gue gak mau tapi lo telat bilangnya. " ucap Dammy dan Kinara mematikan telfonnya secara sepihak membuat Dammy menghela nafas.
Telfon berakhir Dammy tak nafsu makan lagi, Indra dan Ghia hanya bisa menatap iba pada putranya yang merasa bersalah pada Kinara.
"Ya udah Dammy berangkat dulu ya. " pamit Dammy salim tangan, dan mengambil ponselnya dimeja lalu berangkat.
Disekolah.....
Pukul 07:13....
Semua para murid sudah berada disekolah kecuali Kinara, ia memang sengaja datang terlambat tapi Yusra dan yang lain tetap khawatir. Karena Kinara belum sampai juga, Dammy dan Aldi yang menjaga gerbang juga tak melihat kedatangan Kinara.
"Astaga Kinara mana sih udh mau masuk ini. " ucap Arshi dan Kinara datang dengan jalan santai, penampilan juga berubah ia pakai kacamata.
(Astaga Kinar lo cantik pakek kacamata, tapi gue udah punya pacar. ) batin Aska yang terpana melihat Kinara yang jalan mendekat.
"Panjang umur aja nih anak. " sahut Dammy melihat Kinara masuk kelas diikuti Kejora, Devan, dan Arshi serta Safira.
Safira duduk disamping Kinara yang murung, Devan juga ikut duduk disamping Kejora. Arshi duduk didepan Kinara lalu menatap Kinara yang diam saja.
"Kinar lo ribut ya ama kembaran lo? " tabya Safira hati-hati dan Kinara menghela nafas berat.
"Kagak ribut sebenernya, cuma sedikit iri aja ama Kirana Sa. "jawab Kinara dan mengekuarkan bukunya.
"Ngapain lo iri ama Kirana, menurut gue om Arkya itu udah adil cuma lo salah pagam aja. " sahut Kejora dan memberi saran.
"Harusnya elo juga harus bisa kayak Kirana, dan bisa dijadikan motivasi buat elo belajar Kinar. Bukan salah paham gini," sahut Devan ikut nimbrung membuat Kinara menatap Devan.
"Jadi gue salah ya Van, gue kayak gini juga karena sakit hati ama Aska yang gak peka ama perasaan gue. " balas Kinara lalu bulir bening jatuh menetes.
Kejora mengelus bahu Kinara,"elo gak salah hanya keliru kalau gue, diposisi lo gue juga bakalan ngelakuin hal yang sama. Elo ama Kirana itu masih labil sama kayak gue dan yang lain," ucap Kejora dan menghapus air mata Kinara.
"Kalau soal Aska, elo kayak gini aja pakek kacamata makin cantik tau gak. " balas Arshi memberi semangat.
Jangan lupa like dan vote gaes....