Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 33



..."Sudah saatnya aku bertindak, dan membuatmu jera mendekati Arkya lagi. Liat saja pembalasanku padamu Icha, jangan bahagia dulu kau. "...


...Laura....


Dikunci digudang?


PAGI PUN DATANG....


Icha yang baru saja selesai dengan ritual mandinya, ia pun masih memakai jubah mandi dan handuk dikepalanya. Setelah selesai makai pakaian sekolah, Icha melepaskan handuk membuat rambut panjang tergerai sampai kepaha membuat dirinya makin cantik.


Icha menyisir rambutnya agak susah karena panjang, ia keluar kamar dan lari menuruni tangga menuju dapur dengan membawa sisir.


"Mama. " panggil Icha dan Sonya menghentikan kegiatannya, lalu menoleh ke Icha.


"Ya sayang. " sahut Sonya dan mendekat sambil menyiapkan sarapan.


"Pasti ada maunya nich, soalnya bawa sisir dan dasi belum terpasang. Pakai sepatu juga belum dan tas ditinggal dikamar, sama ponsel. " sahut Anji dan duduk dimeja makan.


"Papa tau aja, ma plintir rambut Icha ya. " pinta Icha dan duduk disamping Anji.


Sonya mengambil sisir dan menyisir rambut Icha,"semua atau setengah? " tanya Sonya.


"Setengah, sisanya digerai. " jawab Icha sambil  memasang dasinya, Sonya pun mulai mendadani Icha.


"Biar gak ribut, potong aja rambutnya kayak polisi polwan. Udah panjang dan cocok meranin kuntilanak haha. " ledek Anji dengan tawa.


"No, Icha sayang sama rambut ini. Udah aku pelihara susah payah lo pa," sahut Icha dan Sonya selesai mendadani Icha.


"Udah,  sana ambil tas dan sarapan. Udah mau telat nich. " ucap Sonya melarai debat antara anak dan ayah.


Icha pun mengambil sisir, dan lari menuju kamar. Dan kembali keluar dari kamar, lalu kembali duduk disamping papanya. Lalu mulai makan dengan lahap, Arkya datang lamgsung masuk.


"Pagi om tante, maaf Ar langsung masuk om. " sahut Arkya dan tiganya menoleh.


"Eh, mari Ar udah sarapan belum? " tanya Sonya dan Arkya mendekat, lalu mencium kening Icha dan Icha salim dengan Arkya.


"Udah tante, Ar cuma jemput Hemster aja. " jawab Arkya dan duduk disamping Icha.


"Emm enam tahun mungkin. " jawab Arkya dan Icha selesai makan.


"Kami berangkat ya ma pa, papa kalau masi ada pertanyaan nanti direstoran aja. " pamit Icha dan salim diikuti Arkya, Anji dan Sonya juga berangkat.


Disekolah....


Icha dan Arkya sudah ada dikoridor, Laura dari depan menuju kelasnya dibelakangnya ada Derel dan kawan-kawan melihat madding.


"Ternyata gadis yang pernah koma satu tahun, masih bisa sekolah ya. Gue kira lo udah mati," hina Laura saat berpaspasan dengan Icha yang sedikit pincang.


"Kalau gue mati, orang yang pertama gue gentayangin itu elo. " balas Icha dan berhenti, lalu menatap Laura.


"Ck lo jangan seneng dulu, dengan lo tunangan dengan ketusis elo bisa seenaknya ya. Jauhi dia atau elo tau akibatnya," ancam Laura dan menunjuk wajah Icha.


Icha menepiskan tangan Laura,"dari pada elo ngurusi gue dan sikutub, mending elo berobat deh kerumah sakit. " balas Icha sedikit gugup.


(Haduhh, ngapain juga gue lawan ini biang onar. Dan ngatakan itu, gue cabut aja. ) batin Icha panik lalu melenggang pergi melihat madding.


Ghia dan Vita merangkul bahu Icha dari belakang, Arkya menepuk keningnya setelah mendengar batin Icha.


"Kita sekelas, ayo kekelas. " sahut Vita dan keduanya menarik tangan Icha.


"Siapa lagi yang dengan kita? " tanya Icha dan menggandeng kedua tangan sahabatnya.


"Derel, Arzya dan Verel. " jawab Ghia dan Icha masuk kelas barunya, lalu menatap semua murid yang baru.


Icha mememilih duduk disamping Arzya, "Zya gue duduk sini ya. " izin Icha dan menaruh tasnya dimeja.


"Iya, duduk aja kali. Kita udah sering bareng terus Cha," ucap Arzya dan Ghia serta Vita duduk disampingnya.


"Oh ya gue boleh tanya sesuatu ama lo berdua gak? " tanya Icha pada Vita dan Ghia.


Jangan lupa like dan vote....