
"Tanya aja kali Cha, pakai izin segala. " sahut Vita dan hendak bertanya. Bel pun berbunyi cukup nyaring membuat semua orang menghela nafas.
3 Jam kemudian.....
Kriiiiiiing....
Bel istirahat sudah berbunyi, semua murid berhambur keluar kelas untuk menuju kantin.
Icha yang sedang membereskan buku, tiba-tiba sakit perut langsung lari keluar kelas. Rambutnya yang panjang juga ikut terbang tertawa terbawa angin.
Bahkan membuat Laras dan Indri terkejut, melihat Icha lari secepat kilat. Arkya dan Indra juga melihatnya tanpa kedip melihat Icha secepat itu.
"Tuh anak kenapa? Lari kayak dikejar setan? " tanya Indra dan melihat Ghia dan sisanya keluar kelas untuk menuju kantin.
"Kebelet kali dia. " sahut Arzya dan langsung mengandeng tangan Laras, lalu jalan menuju kantin diikuti yang lain.
Dikantin....
Arkya dan yang lain langsung memesan makanan, dan setelah dapat mereka mencari tempat duduk paling pojok. Laalu mereka mendekat, dan mereka tak menyadari kalau disampingnya ada Icha yang makan.
"Bentar si hemster galak itu kemana ya, kok lama banget. " sahut Verel dan mulai makan.
"Gue disini Rel, ngapai lo nyari gue? kangen ya. " sahut Icha membuat yang lain menoleh keasal suara.
"Ihh sory, lu bukan tipe gue. " jawab Verel dan mulai makan lagi.
Arkya menoleh ke Icha dan mengelus puncuk kepalanya,"kenapa gak makan nasi sayang? " tanya Arkya.
"Ngak niat makan, mau makan somay aja udah cukup sayang. " jawab Icha dan Arkya menyuapi Icha nasi goreng milik Arkya, dengan senang hati Icha menerimanya dan mereka pun mulai saling suapi.
Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka dari jauh, yang selalu iri dipenuhi dengan kebencian dihati. Karena cinta membutakan segalanya, bahkan menguasai akal sehat.
(Liat aja gue bales lo cewek murahan.) batin Laura kesal.
Laura pun tersenyum memiliki ide brilian, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Icha.
Biang onar.
"Temuin gue digudang belakang, nanti jam istirahat kedua nanti. "
Send.
^^^Icha.^^^
^^^"Oke. "^^^
Tanpa menaruh curiga terhadap Laura, setelah itu bel masuk pun berdering. Semua murid pun masuk kekelas, Arkya patroli dan menelpon Ratih.
"Hallo bunda. " sapa Arkya dan melihat sekeliling.
"Ya sayang. " balas Ratih dan masuk kedalam mobil.
"Apa bunda sibuk? Kalau enggak, bunda harus kekantor Ayah sekarang. " tanya Arkya.
"Engak Kok, ngapain kekantor Ayah? " tanya Ratih.
"Udah bunda kekantor ayah aja, ntar Ar jelasin kebunda. " jawab Arkya dan melihat kedalam kelas Icha.
"Ya udah, bunda kesekarang kekantor ayah. " ucap Ratih.
"Oke bunda. " balas Arkya dan mematikan telfon.
Diperusahaaan...
Diruangan Taufan....
Sekertaris Taufan membuatkan Taufan kopi yang sudah dicampur dengan obat, Anji dan Tio merasa curiga tapi ia tepis. Karena Sekertarisnya selalu mengancamnya, Taufan terus dibujuk untuk meminumnya. Dengan terpaksa Taufan meminumnya hingga habis.
"Keluar dari ruanganku. " ucap Taufan dan memegang kepalanya terasa pusing, tubuhnya terasa panas.
"Tapi pak, apa bapak baik-baik saja? " tanya sekertaris dan mendekat dengan belahan dada terlihat.
"Panas, tubuhku panas. " jawab Taufan dan melepaskan kancing bajunya.
Ratih langsung masuk dan melihat Taufan melepaskan kancing bajunya, dengan cepat Ratih menghentikan tangan Taufan.
"Kau keluar sekertaris. " perintah Ratih dan Taufan langsung memeluk Ratih dengan erat, dan mengendus-endus leher Ratih.
"Siapa kau berani merintah saya? " tanyanya kesal karena rencananya gagal.
"Saya istrinya, cepat keluar. " tegas Ratih dan sekertaris pun keluar dengan kesal.
"Sayang mas panas ini. " sahut Taufan dengan suara seraknya menahan *****.
"Ayo mas kita kedalam. " balas Ratih dan membawa Taufan kedalam kamar yang ada didalam ruangannya.
(Kenapa felling Arkya tepat sasaran? Apa ini yang namanya ikatan batin. ) batin Ratih dan Taufan langsung menerkam Ratih dengan cepat.
Jangan lupa like dan vote....