Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 72



Indri berbalik dan menatap mata Arzya, Keyla tersenyum melihat keduanya akur. Bertepatan dengan datangnya Vino, Vian dan Rayen, sisanya tidak ikut karena masih ada perlu.


(Siapa dia? Cantik banget sih lagi senyum, pengen kenalan tapi pasti ada yang punya. ) batin Vino dan menatap Keyla.


Arkya datang dengan membawa sesuatu dibalik punggungnya, lalu menarik Icha untuk duduk disampingnya yang baru datang dengan jas kedokteran.


"Apa sih Kya? " tanya Icha masih kesal dan melepaskan tangan Arkya.


(Kenapa gak manggil Kutub lagi sih hemster.) batin Arkya.


"Aku mau jelasin yang tadi pagi sayang. " jawab Arkya dan meraih tangan Icha.


"Aku dengarkan penjelanmu kutub. " ucap Icha dan membalas genggaman Arkya.


"Ayah minta aku kuliah enam tahun diJerman, aku bingung dan gak sanggup jauh dari mu sayang. Aku harus bagai mana? Satu sisi aku mencintaimu, disisi lain aku ngak mau jadi anak pembangkang. " balas Arkya dan menatap Icha.


Deg....


"What enam tahun. " pekik semuanya terkejut mendengar ucapan Arkya.


"Iya, makanya gue memilih sendiri dulu. Ini terlalu berat buat gue, kasih gue saran. " sahut Arkya menghela nafas.


"Ama siapa kesana kutub? " tanya Icha dan mengelus jemari Arkya berisi cincin.


"Awalnya sendiri, tapi Om Taufik nyuruh Derel ikut juga karena fasilitas kedokteran lebih bagus. Biar Derel bisa kayak om Arkha, makanya aku pusing Hemster. " jawab Arkya mengacak-acak rambutnya prustasi.


"Kapan berangkatnya? Yang kau merima permintaan om Taufik. " tanya Vita sudah menangis.


Derel langsung memeluk Vita kedalam pelukannya, lalu mencium puncuk kepala Vita dengan kasih.


"Kalau kau enggak kasih, gak papa sayang aku gak akan pergi kok. Udah jangan nangis, aku disini ada untukmu sayang. " jawab Derel mengelus punggung Vita.


"Kapan berangkat sayang? " tanya Icha dan menatap Arkya.


"Lima hari lagi sayang, dan ini sebagai permintaan maaf aku untukmu. " jawab Arky dan mengeluarkan bunga mawar putih, lalu menyerahkan ke Icha.


"Emm maafin gak ya. " ucap Icha yang sedang termenung beberapa saat.


"Sayang aku tulus minta maaf soal tadi pagi. " balas Arkya memelas.


"Iya dimaafin. " ucap Icha dan menerima bunga yang diberikan Arkya.


"Cha lo beri izin gak buat Arkya kuliah ke Jerman? " tanya Ghia dan menatap Icha.


Vita dan Derel juga menatap Icha,"gu-gue izin Arkya kuliah. " jawab Icha gugup.


"Yakin banget, yang penting saling komunikasi dan saling percaya. Kalau kepercayaan kita besar terhadap pasangan, maka cinta kita semakin besar juga kan kak Bintang? " tanya Icha dan menoleh pada gadis yang duduk diujung pojok.


"Iya ketuaku tercinta, cemburu tanda sayang. Memang jarak jauh, tapi ingat kalau pasangan kita masih dekat dihati. Kalau kangen bisa video call, tiap liburan juga pulangkan bisa obati rindu. " jawab Bintang bermata kuning emas, rambut panjang dan paras cantik.


(Mas kau dimana aku rindu padamu, apa kau sudah melupakanmu. Aku lelah mencarimu, kapan kau kembali kesisiku lagi. ) batin Bintang.


"Emm gue juga izin Derel ikut lo Kya, tapi satu tempat tinggal gak boleh pisah. Biar kalau sakit bisa saling jaga, pulang kuliah juga selalu bareng. Jangan dekat ama cewek, kalau kerja kelompok boleh. Jangan cuma sama cewek, ama cowok juga dan satu lagi motor harus boncengan. Gimana mau ama semua aturan gue? " tanya Vita menatap keduanya.


"Setuju, makasi banyak sayang. Janji setelah pulang aku langsung lamar kau sayang. " jawab keduanya serempak.


"Gue gak mau ganti rugi, kan gue udah minta maaf dengan cara baik-baik. " sewot Keyla membuat semua menatap keduanya.


"Harus ganti rugi sepulu juta pokoknya. " ucap Vino kekeh.


"Ck, modus bilang aja mau kenalan mas Vino. larak-lirik gak jelas, pakek acara nabrakin diri lagi. " balas Keyla membuat yang lain tertawa.


"Da-dari mana lo tau? " tanya Vino sambil menggaruk tekuknya yang gatal.


"Dari beberapa hari yang lalu, kenapa gak langsung aja sih mau kenalan ha. " jawab Keyla.


"Ya udah kenalan aja kalau gitu, udah ketahuan juga. "ajak Vino dan tersenyum.


"Males, daa kak ganteng. " balas Keyla dan jalan keluar restoran.


(Hmm mungkin bukan jodoh gue kali ya, ya udahlah cari aja yang lain. ) batin Vino sedikit kecewa.


Vian, Vino dan Rayen pun membayar makanan, dan jalan keluar restoran. Arkya melihat raut wajah Vino yang dingin, tapi perasaannya kecewa.


MALAM PUN DATANG....


Dimarkas macan biru...


Disebuah kamar yang lumayan luas, didinding terdapat foto laki-laki dewasa dengan tersenyum sambil memeluk gadis remaja dari belakang. Si cowok mencium pipi si cewek dengan mesra, tangan mulus seorang gadis meraba foto si cowok.


"Mas kau dimana sih? Aku lelah mencarimu mas. " teriaknya dan air matanya menetes dipipi.


"Kak Bintang kenpa duduk dilantai? " tanya putih dan membantu untuk berdiri.


"Kakak lelah cari calon suami kakak yang hilang, kak menyerah dan mau mati aja. " jawab Bintang dan putih memeluknya dengan erat.


Akhirnya selesai juga.....


Besok untuk Rayen yaa gaes...