Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 16



"Sejak kapan kalian pacaran? " tanya Arkha dan Taufan secara serempak.


"Udah ada seminggu Yah. " jawab Arzya dan manatap Taufan.


"Gimana ini mas, mereka sepupu dan harusnya gak saling mencintai sebagai belahan jiwa. " sahut Asifa bingung.


"Itu berarti mereka tidak boleh pacaran donk Ma? " tanya Ghia.


"Iya sayang, kalau diminta putus juga ngak tega. Sama saja dengan melukai perasaan mereka yang baru menjalin hubungan. " jawab Rosa.


Taufan menghubungi Ratih, untuk masalah ini dan Ratih belum anggkat panggilan Taufan. Taufan masih menghubungi Ratih sampai diangkat.


"Hallo mas! " sapa Ratih begitu terhubung.


"Kenapa lama sekali kau angkat sayang? Apa kau sibuk? " tanya Taufan.


"Maaf tadi aku ada operasi paru-paru, sekarang udah tidak. Ada apa mas? " tanya Ratih dan menyalakan mobil.


"Datanglah keresto, ada yang ingin ku rundingkan denganmu. Dan Asifa dan Arkha, soal buah hati kita. " jawab Taufan.


"Oke sayang. " ucap Ratih dan mematikan telfon.


Telfon pun berakhir, Taufan duduk disamping Arkha lalu mengaduk jus. Arkya duduk didepan kasir sambil memainkan gitarnya, Derel juga memukul meja untuk mencari lagu yang pas.


Tiinnn...


Tiiinnnn...


Suara klakson mobil berhenti didepan resto, Ratih membuka pintu. Dan setelah masuk mendapati suasana canggung, membuat Icha juga merasakannya.


"Sayang sini duduk disebelahku. " panggil Taufan dan Ratih duduk disamping suaminya.


"Rat buah hati kita saling mencintai, sebagai belahan jiwa. Sedangkan kita sepupuan, enggak mungkin mereka bersama. " sahut Asifa.


"Lalu apa harus kita minta putus? Enggak, ngak papa kalau mereka ingin bersama. " balas Ratih dan minum jus Taufan.


"Ini sungguh membingungkan, restui saja toh mereka juga sedang bahagianya juga. " sahut Arkha dan menatap Laras yang diam.


"Baiklah, kita restui hanya mereka saja yang memiliki hubungan dengan sepupu. " balas Taufan mendapat ciuman dipipi dari Arzya.


"Icha mana kok  gak ada? " tanya Ratihdan menatap putra kembarnya.


"Ngak tau ma, tadi dia pulang duluan gara-gara liat chat Laura dengan Arkya. " jawab Arzya.


"Apa dia cemburu? " tanya Anji dan minum jus.


"Enggak tau om, mereka aja kayak tom dan jery kalau ketemu. " jawab Vita dan Icha lari ketoilet karena kebelet.


"Itu bocah yang kita cari dari tadi. " sahut Verel dan minum jus.


"Ngapain lo pada nyariin gue, perasaan gue gak enak nich. " sahut Icha dan membuat jus.


"Noh si kutub nyariin lo. " balas Indra dan terkekeh.


"Kok gue yang kena, kan lo juga yang nyariin dia. " sahut Arkya tak terima.


Icha diam saja dan jalan kearah pojokan, Arkya melihat gelagat Icha menjadi diam membuat dia gusar. Icha mengambil pendaftaran dokter cilik, lalu menyerahkan keRatih.


"Ini dokter, Icha mendaftar sebagai dokter cilik. " sahut Icha dan dengan cepat Arkya merampas daftar dokter cilik.


"Gue gak mau lo kuliah jauh Hemster. " ucap Arkya dingin dan menyembunyikannya dibelakang punggungnya.


"Itu menurut lo, tapi gue gak bisa Hemster. " ucap Arkya dan membuat Icha terkejut.


"Ma-maksud lo a-apa? " tanya Icha gagap dan jantungnya berdebar-debar.


Arkya mendekat dan meraih tangan Icha, lalu menciumnya tindakan Arkya membuat yang lain menganga.


"Gu-gue jatuh hati sama lo, sejak pertama kali gue liat lo. Mungkin ini terlalu cepat, tapi perasaan gue gak bisa nolak. Kalau gue beneran ada rasa sama lo. " jawab Arkya dengan gagap.


(Gue juga sayang sama lo kutub, tapi ini terlalu cepat dari apa yang gue rasa. Gue belun terbiasa sama lo,) batin Icha histeris.


"Gu-gue sa-sayang sama lo, tapi untuk memcintai gue be-belum ada rasa sama lo kutub. " ucap Icha dan menarik tangannya dari genggaman Arkya.


Arkya menarik tangan Icha untuk kedalam dekapannya,"gak papa kan lo bilang belum, berarti gue masih bisa jadi raja dihati lo nanti. " balas Arkya.


"Lo yakin bisa naklukin gue, buktiin aja dan jangan larang gue buat kuliah jauh. " ucap Icha dan mengambil daftar dokter cilik, lalu mencium pipi Arkya.


Setelah itu ia lari dan sembunyi dibelakang Sonya, sedangkan Arkya meraba pipinya yang dicium. "Hemster, lo bikin jantung gue copot. " pekik Arkya dan yang lain tertawa.


Dari arah pintu sekitar dua puluh orang datang, dan lima orang langsung menyerang Arkya dari belakang.


"Arkya awas! " pekik Derel dan


Buag...


Duagg...


Buagh...


Tiga orang terkapar, dan Arkya masih dengan kuda-kudanya. Semua menganga melihat Arkya, dan para cowok terkagum dengan gerakan Arkya. Dan lima orang menyerang dengan brural lagi.


Buaggg...


Arkya melompat keudara, dan berputar-putar hingga ketujunya langsung tergeletak. Satu orang menyerang menggunakan pisau membuat semuanya, tegang tapi tidak dengan Arkya.


Takk...


Dan...


Kraaak...


"Aaaa, sa-sakit ketua. Ja-jangan patahin aku masih ingin melindungi pacar dan ibuku yang sakit. " ucapnya terbata.


Arkya melepaskan plintirannya, lalu menatap kearah dua puluh orang dengan tatapan dingin.


"Siapa kalian? " tanya Arkya dingin.


"Mereka calon anggota macan putih. " sahut Lian.


"Udah lo kasi tau aturan kita? " tanya Arkya dan Tersenyum dingin membuat dua puluh orang menunduk.


"Udah, mereka mau katanya. " jawab Lian dan duduk disamping kaca jendela.


"Oke, yang babak belur pulang obati dan yang sisanya kalian ikut Leo biar tau dimana markas  kita. " ucap Arkya dingin.


"Siap ketua. " balasnya serempak dan merek apun pulang, para ayah juga kembali kekantor karen ada meeting lagi.


Jangan lupa like dan vote ya gaes....