
"Mas Vino kok malah Vian yang deg dag sih, harusnya kalian berdua. " sahut Vian dan makan steak.
"Mas juga gitu tau, soalnya minta restu buat nikah. " balas Vino dan Arkha, Ratih dan dokter mata datang.
Arkha menuju tempat jus, dan ponselnya berdering singkat pertanda pesan masuk. Dengan cepat Arkha membuka pesan tersebut ternyata dari Icha, Asifa juga mendekat melihat pesan Icha.
✉ IchaGalak.
"Om, Icha minta tolong akui mas Vino sebagai anak om dan tante Asifa. Supaya permudah dapat restu, sebab orang tua mas Vino sudah tiada om. "
Send.
^^^✉ Om Dokter.^^^
^^^"Tapi apa ini berhasil Cha? " ^^^
^^^Send.^^^
✉ IchaGalak.
"Ihhh om ini kebayakan ragu, iya Icha yakin om cepetan. "
Send.
^^^✉ Om dokter.^^^
^^^"Iya, iya sabar napa neng lagi kayak lagi dapat tamuu aja. " ^^^
^^^Send.^^^
✉ IchaGalak.
"Buruan om. "
Send.
Chat pun berakhir dengan Icha dibuat kesal oleh Arkha, ditambah lagi dengan pasiennya yang keras kepala.
"Sangat yakin om. " jawab Vino yakin dan Arkha serta Asifa duduk disamping kiri, dan Asifa duduk disamping kanan Vino.
"Gimana kalau Keyla gak bisa berikan anak? " tanya telak Dokter mata membuat semuanya terdiam.
"Gak masalah, Vino mencintai hati Keyla bukan sebagai pencentak anak. Kalau pun Vino mau sudah dari dulu Vino udah jajan dijalan, tapi untuk seorang Vino itu tidak berlaku om. " jawab Vino menatap Keyla.
"Kalau om tidak merestui gimana? " tanya dokter mata sebagai pancingan.
"Dua jalan Vino ambil, satu menghamili Keyla atau kawin lari. Dan kalau Key punya anak, Vino gak akan pernah kasi tau kalau dia punya oppa. " jawab Vino tegas kesabarannya sudah habis. Vino menerima email dari Taufan untuk segera datang, ia pun menatap Keyla dan dokter mata bergantian.
"Maf om, waktu Vino sudah habis. Vino mau keperusahaan dulu, kalau om gak kasih restu gak papa mungkin Keyla bukan jodoh Vino saya permisi. " sambung Vino membuat Keyla kaget, Vino salim ke Arkha dan Asifa ia pun berjalan keluar restoran.
Vian dan Rayen segera mengejar Vino, yang terlihat kecewa dan takutnya bakalan mabuk-mabukan bisa-bisa menerima cambukan dari Lian.
"Saya sebagai ayah Vino sangat kecewa dengan anda dokter Riky, apa anda tidak ingin melihat keduanya bahagia? " tanya Arkha membuat Dokter Riky menatap Arkha.
"Saya ingin melihat Keyla bahagia, tapi dengan pilihan saya dokter Arkha. " jawab Dokter Riky.
"Apa dengan perjodohan anak anda akan bahagia? Tentu tidak, mungkin sebaliknya tanpa cinta rumah tangga tak akan terbangun. Dan pilihan ada itu orang yang suka jajan dijalan. " ucap Arkha ketus.
"Mana buktinya kalau omongan anda itu benar dokter? " tanya Dokter Riky.
"Tunggu sebentr, sayang ambilkan amplop warna merah maron yang dari Icha. Dia simpan dilaci kasir. " jawab Arkha dan Asifa langsung jalan kekasir untuk mengambil amplop merah Icha.
Setelah dapat Asifa duduk disamping Arkha, dan menyodorkan amplop tersebut kepada dokter Riky. Dokter Riky pun meraih amplop itu dengan gemetar, Arzya dan yang lain pun pamit untuk kuliah lagi.
"Buka pa, itu bukti calon mantu papa suka jajan diluar. " sahut Keyla dan berdiri dari duduknya, lalu menuju dapur.
Dokter mata pun membuka amplop, ia terkejut bukan main setelah melihat beberapa foto calon mantunya ganti-ganti pasangan.
"Key apa kau bahagia dengan Vino? " tanya Dokter Riky.
Jangan lupa like dan vote...