
"Ayo bayar. " ajak Kirana dan bangkit duluan, diikuti yang lain.
Kirana jalan didepan dan tak sengaja menyengol lengan Chia yang memegang jus, membuat jus Chia tumpah kebajunya.
"Elo kalau jalan liat-liat dong, kotor nich baju gue. " sewot Chia membuat Kirana menatapnya.
"Sory gue gak sengaja, sini gue bersihin baju lo. " ucap Kirana dan hendak membersihkan baju yang bagian kotor.
"Jangan sentuh baju mahal gue, lo murid baru dan miskin. " balas Chia dan menepis tangan Kirana.
"Semahal apa sih baju lo Chia yang terhormat, dan menghabiskan uang kak Yusra aja. " sahut Kejora yang geram dengan tingkah Chia.
"Gue gak takut ama lo, mau apa lo hah. " ucap Kirana dan menantang Chia.
Saat Chia akan bicara lagi bel masuk berdering, membuat semua murid masuk kelas. Chia dan Mika juga masuk kelas dengan sengaja menyenggol lengan Kirana, dan tersenyum sinis kemudian keduanya berlalu Kirana dan yang lain pun masuk kelas.
SIANG PUN DATANG.....
Kirana dan Kinar masih dalam perjalan pulang memakai sepatu roda, sambil mengajari Kirana yang belum bisa memakai sepatu roda.
Chia yang memakai mobil melihat sikembar jalan dipinggir, berniat menyerempet sikembar dan langsung melaju kencang.
Kirana yang melihat mobil melesat sangat cepat, dan melihat kembarannya agak ditengah dan
Sertt...
Kirana menarik tangan saudarinya, hingga pelukan dan kedua jantung sikembar berdebar.
"Ma-kasi Kirana. " ucap Kinara karena terkejut.
"Hmm, tapi siapa tadi bawa mobil kayak kena setan aja. " balas Kirana dan mrlihat mobil tadi menjauh.
"Itu mobil Chia, yuk pulang ntar dicariin lagi. " ucap Kinara dan keduanya pulang sambil naik sepatu roda.
Dammy, Devan, Kejora, Safira sudah berada direstoran sambil melayani para pelanggan yang berdatangan, karena sudah makan siang. Arkya dan para suami lainnya juga ikut makan siang direstoran, tak lupa Indri, Ghia, Vita, Laras melayani para suami termasuk Arkya.
"Ras, sikembar belum sampek ya? " tanya Arkya pada Laras dan meminum jus yang dibuatkan Ghia.
"Belum, mungkin masih dijalan. " jawab Laras dan menyodorkan makan siang Arkya.
"Kami datang. " teriak Kinara membuat semuanya menoleh dan tersenyum, lalu salim tangan dengan Arkya dan yang lain.
"Selamat datang. " sahut yang lain dan Kirana duduk didepan kasir dengannwajah dingin, membuat Dammy mendekat dan membuatkan jus untuk si kembar.
"Kenapa tuh wajah cantik ditekuk gitu dih neng? " tanya Dammy dan meletakkan jus.
"Kesel gue ama Chia Dam. " jawab Kirana dingin dan membuat Arkya tersenyum tipis melihat sifatnya menurun terhadap Kirana.
"Kenapa lagi dah ama tuh bocah, soal dikantin atau gimana? " tanya Arshi sambil menyodorlan makan siang untuk sikembar.
"Dia hampir nambrak Kinara." jawab Kirana dan makan siang.
"What? Kok bisa, kalian gak papa kan? " tanya Arkya khawatir, Yusra, Aska dan Aldi juga baru datang terkejut.
"Gak papa kok Yah, cuma Kinara syok aja tadi. " jawab Kirana dan minum jusnya.
Yusra dan Aldi mendekati Kirana yang makan dimeja kasir, dan Aldi duduk didepan kasir. "Yus mending elo putisin Chia deh, dia nyaris nabrak Kinara Tadi. " sahut Aldi dan memainkan gitarnya.
"Setuju gue ama Aldi, kemarin gue liat dia ama om-om loh. " sahut Aska ikut nimbrung setelah buat jus.
"Mumpung masih dua bulan bang. " sahut Devan dan diangguki yang lain.
"Cinta itu buta dan tuli, dan yang terpenting adalah cinta akan tumbuh didalam sebuah persahabatan. Karena sering belajar bareng, pulang bareng dan disitulah artinya cinta tumbuh. " ucap Laras Mama Devan.
Jangan lupa like dan vote...