Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 190



...Kesungguhan hati....


PAGI PUN DATANG....


1 bulan kemudian....


Dikediaman Verel....


Devan sudah bangun tapi masih memeluk bantal gulingnya, memikirkan apakah dirinya pantas bersanding dengan Safira yang anak dokter dan terlebih orang tuanya adalah sahabatan.


"Aaaaaaakhhhh. " teriak Devan kesal sambil melempar semua yang ada disekitarnya.


"Dev kau kenapa sayang? Buka pintunya oke. " tanya Laras yang memang hendak kedapur.


"Aku gak papa kok ma, papa udah bangun belum? " tanya Devan dan membuka pintu kamarnya.


"Papa udah bangun, tapi kayaknya lagi mandi


 Kenapa Dev? " tanya Laras menatap putra semata wayangnya.


"Enggak papa kok, masak yuk ma Devan bantuin. " jawab Devan serta menarik tangan Laras menuju dapur.


 dua puluh menit berlalu....


Aroma masakan Devan dan Laras memenuhi dapur, hingga kedatangan delapan orang ikut mengikuti aroma masakan.


"Pagiii tante Laras. " teriak Kejora dan Arshi membuat kedua menoleh.


"Pagi juga, tante panggil om dulu ya kalian disini aja dulu. " balas Laras dan keluar dapur.


"Safira mana kok cuma delapan? " tanya Devan dan Yusra membuka kulkas untuk mencari minuman dingin.


"Dia kagak ikut, katanya lagi sakit perut. " sahut Kinara melihat Yusra minum coca cola.


"Kok bisa, perasaan kemaren kagak papa? " tanya Devan dan menatap Kinara.


"Biasalah, cewek dapet tamu tiap bulanan Dev. " sahut Arshi dan Laras serta Verel datang.


"Ohh, kirain kenapa. Bang Yus kagak ada kerjaan apa buat gue? " tanya Devan menatap yang lain.


"Ada, udah lo sarapan aja dulu. Gue ama yang lain tunggu ruang tamu," jawab Yusra menuju ruang tamu diikuti yang lain.


Mereka duduk dikarpet bulu dengan duduk berpasangan, Kinara menatap foto pernikahan Verel dan Laras.


(Apa gue bisa membuat Damar bahagia seperti om dan tante? ) tanya batin Kinara.


"Liatin apa sih sayang? " tanya Damar membuat Kinara menatap Damar yang disampingnya.


"Jangan kaget tapi ya. " jawab Danar dan mendapat pukulan maut dari Kibara dan Arshi.


"Jawab makanya sayangku calon suamiku. " pinta Kinara gereget.


"Aduh, iya sayang. Aku dokter spealis paru-paru dan juga dokter mata. " jawab Damar dan tersenyum.


"What? Aa do-dokter juga? " tanya semua serempak kecuali Kirana.


"Iya, kalian pikir gue jadi apa? " tanya Damar balik dan menatap yang lain.


"Ya kayak anak buahnya Kirana dan Abang Yusra. " sahut Devan dengan Laras sambil membawa nampan berisi minuman.


"Silakan dinikmati ya, kok malah duduk dibawah gak disofa sih? " tanya Laras dan Verel langsung duduk disamping Devan, yang juga duduk dikarpet.


"Ah kan jadi ngerepotin tante, iya tadi kami lomba lari dari rumah sikembar motor juga disana hehe. " sahut Kejora dan menyengir.


"Buset lo pada lari dari sana ampe sini kagak capek? " tanya Devan kaget.


"Capeklah, tapi kita digendong karena kaki Kinara terkilir tadi. " jawab Arshi dan tersenyum.


"Oh ya disini yang belum dilamar siapa? " tanya Kirana dan mengambil minuman dimeja.


"Gue ama Safira, Kenapa? " tanya Kejora dan memberikan Aldi minuman.


"Kagak cuma tanya aja. " jawab Kirana dan menatap Devan yang seperti memikirkan sesuatu.


"Dev lo kenapa kagak lamar Safira? " tanya Aldi dan mengambil biskuit dimeja.


"Gue merasa minder ama Safira, Al. Sebenernya gue udah beli cincin yang dimau Safira, tapi gue mikir lagi buat lamar Safira makanya gue belum lamar dia. " jawab Devan bertepatan dengan orang tua masing-masing datang berkunjung.


"Ja-jadi karna itu kau ngak mau lamar aku? " tanya Safira membuat semua terkejut.


Devan terkejut dan takut Safira salah paham, langsung bangkit menghampiri Safira dan meraih tangan Safira.


"Bukan gak mau sayang, aku hanya kurang pantas bersanding denganmu itu saja. " jawab Devan dan


Plak...


"Kok aku ditampar sih? Belum nikah udah kdrt. " sewot Devan sementara Dammy dan Damar tertawa melihat keduanya.


"Bodo amat, biar sekalian sadar. " balas Safira ketus dan menuju anak tangga, Devan langsung menyusul sang belahan jiwa.


Bersambung....