
...Dikerjai Arkya...
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Ali...
Arkya bangun lebih dulu dan melihat kesamping, lalu menyeringai ia masuk kekamar mandi. Ia nuga sebgaja tak membangunkan Arzya, setelah lima belas menit Arkya pun selesai.
Ratih masih memakai piyamanya menyiapkan sarapan, Arkya datang dan mencium pipi bundanya.
"Arkya kau bikin bunda jantungan. " sahut Ratih dan melihat putranya sudah rapi.
"Maaf bundaku sayang, hmm ayah mana bunda? " tanya Arkya dan Taufan, lalu
Doorr....
"Ayahhh. " pekik Ratih dan Arkya karena kaget.
"Hahahaha, kalian ini kenapa kok kaget gitu. Ayo mikirin apa sih? " tanya Taufan dan duduk didepan putranya.
"Hmm ngak ada. "jawab Arkya dan
"ABANG ARKYA MANA SEPATU GUE, KAOS AMA DASI GUE. " teriak Arzya hingga menggema keseisi rumah.
Arkya yang mendengar teriakan sang adik, langsung lari keluar rumah tanpa pamit. Taufan dan Ratih geleng-geleng kepala melihat Arkya menjahili Arzya.
"Bunda mana Arkya? " tanya Arzya dari daun pintu.
"Udah berangkat. " jawab Ratih dan menata sarapan.
Arzya mengutak atik ponselnya untuk menghubungi Arkya, ia menempelkan ditelinganya sambil duduk ditempat Arkya.
"Woi balik gak, kalau enggak gue suruh ayah jodohin lo langsung nikah ama nenek-nenek. " ancam Arzya.
"Enak aja lo, ada apa lo nelfon gak pakek sapa? " tanya Arkya yang masih digarasi mobil.
"Balik gak, atau gue daftarin lo ke anggota osis. " jawab Arzya dan dengan mengancam.
"Bentar. " ucap Arkya dan mematikan telfon sepihak.
Setelah telfon berakhir, Arkya datang dengan tangan masuk kedalam kantong. Tanpa merasa bersalah menatap ketiganya yang sedang dipintu dapur, dan duduk disamping Ayahnya dengan melipat tangan didada.
"Ayah bunda, apa kalian tau Arkya dekat Icha loh. Jadi kenapa gak dijodohin aja," sahut Arzya dan makan roti.
"Enak aja, Ck sepatu lo diloker sepatu gue. " balas Arkya ketus.
"Kaos? " tanya Arzya berhasil membuat kembarannya kesal.
"Dasi? " tanya Arzya dan bangkit, karena selesai sarapan.
"Dibawah bantal lo. " jawab Arkya dan minum air hingga habis, Arzya langsung lari kearah kamar.
(Gue kerjain lo disekolah ntar. ) batin Arkya dan menyeringai.
"Kau tidak sekolah Ar? " tanya Taufan dan Arkya berdiri dan salim tangan kedua orang tuanya.
"Aku pamit untuk sekolah, bilang pada Arzya jangan menunggu ku. Aku berangkat dengan sepatu roda," jawab Arkya dan jalan menuju pintu.
Disekolah...
Gerbang sedikit lagi tertutup, dan dengan gesit Arkya masuk kesekilah. Ia pun secepat kilat menuju kelas, semua murid menganga melihat Arkya.
"Arkya tungguin gue. " teriak Verel dan mengejar Arkya.
Tapi sayang gak didengar oleh Arkya, Verel terpaksa lari menuju kelas. Arkya sudah mengganti sepatu roda dan melepaskan tasnya, Derel datang dan duduk disamping Arkya.
"Lo serius gak mau jadi ketua Osis, sekolah kita lagi butuh pelindung yang tegas. " sahut Derel.
Arzya menatap Arkya dan duduk dimeja didepan Arkya,"kelas tiga banyak yang bolos dan ada juga manjat pagar, bulan depan pertandingan tim basket. " ucap Arzya.
"Berisik banget sih lo pada, cari yang lain aja dan gue gak ikut soal Osis. " ketus Arkya dan bel pun berdering.
2 Jam kemudian....
Kriiiing....
Bel istirahat pun berdering semua murid berhambur keluar kelas, menuju kantin Laras, Indri, Ghia, Vita bangkit dan menghampiri Icha.
"Cha kantin yuk. " aja Vita dan Icha menoleh keasal suara.
"Gak, lo ama yang lain duluan aja. " balas Icha dan berdiri lalu keluar kelas.
"Ehh mau kemana? Itu ke arah perpustakaan dan kantin sebelah sana? " tanya Laras melihat Icha berbelok.
"Gue mau keperpus, lo pada duluan aja. " jawab Icha dan berbelok.
"Biarkan saja, yuk cabut kantin gue laper. " sahut Ghia dan menarik tangan Laras diikuti yang lain.
...***Bersambung.......
Jangan lupa like dan vote ya gaes***....