
..."Semoga hari liburan ini membawa kebahagian untukku dan pujaanku, dan hari ini aku ingin mengatakan keinginanku yang sesungguhnya. Tak ku biarkan air mata kesedihan yang menetes, tapi air mata kebahagianlah yang akan hadir. " ...
...Indra Wiliiam Stefan....
Liburan dan Lamaran Indra.
PAGI PUN DATANG.....
Arkya dan kawan-kawan sudah sampai dipucak, mereka berangkat pagi buta. Dan membawa satu mobil dan sisanya membawa motor, lalu Indra hanya bisa pasrah saat Ghia menolak memeluk pinggangnya seperti biasa. Bahkan Indra harus membuat kejailan, agar Ghia mau memeluknya dengan erat.
"Yang mau kekamar mandi silakan, tapi gantian dan tidur dua orang. " sahut Verel dan membantu Laras menurunkan barang belanjaan, lalu barang pribadi masing-masing para cewek lari kemar mandi.
Setelah itu mereka pun merapikan barang-barang dilemari, dikamar sikembar Arkya membuka laci lemari dan melihat Album kenangan.
"Bang lo liat apa? " tanya Arzya yang sudah disamping Arkya.
"Nih liat buku album kenangan. " jawab Arkya dan Arzya mengambilnya lalu membukanya, Arkya juga ikut melihatnya.
Laras yang melewati sikembar, dan menoleh kedalam kamar si kemar sedang membuka buku album.
"Oi lu bedua liat apaan, serius amat? " tanya Laras dari ambang pintu.
Keduanya menoleh,"lagi liat album bonyok dan yang lain. " jawab Arkya dan jalan keluar kamar menuju ruang tamu.
"Gaes sini kumpul, liat masa muda bonyok yuk. " teriak Laras dan yang lain mendengar teriakan Laras langsung menuju ruang tamu nerumbuni sikembar.
"Laras jangan liat adegan ciuman, nanti mata sucinya hilang. " sahut Verel dan menutup mata Laras langsung melepaskan tangan Verel.
"Ihh yang itu hanya foto dong. " balas Laras dan duduk disamping Icha yang melihat album.
"Ternyata bunda pernah tenggelam dikolam, kirain bisa berenang. " sahut Arzya dan terkekeh.
"Ini lagi tante Rosa lagi bikin kue, tapi dinganggu ama om Tio dibikin cemong ama tepung hahh. " sahut Indri yang dibelakang Arzya.
"Banyak juga kenangan mereka, bahkan Tante Chika berobat aja ada fotonya disini. " ucap Indra dan menunjuk Chika dirawat disampingnya ada Ratih.
Arkya melihat kearah Icha yang tidak banyak komentar, lalu membalikan lembaran album ada foto kedatangan Rayen dan Ratih serta foto Taufan dan Rayen. Icha yang sudah mulai bosan langsung beranjak kedapur untuk mencuci piring yang kotor karena lama tak dipakai.
Laras, Vita, Ghia, dan Indri datang menyusul Icha yang berberes. Sedangkan para cowok berkeliling untuk membersihkan Villa.
"Bang lo pernah cium bibirnya Vita kagak? " tanya Arzya keDerel yang mengelap kaca.
"Pernah sekali tapi, kenapa lo tanya? " tanya Derel dan melihat Arzya mengepel lantai.
"Kagak papa bang cuma tanya aja, buruan bersiin baru kita istirahat. " jawab Arzya dan mengelep lagi.
Didapur....
Setelah selesai mereka duduk sebentar hilangkan penat, Vita dan Ghia menatap Icha yang membuka kulkas untuk membuat jus serta cemilan untuk yang lain.
"Vita panggil para cowok minta kedapur. " pinta Icha dan menbawa nampan keatas meja.
"Oke. " ucap Vita dan memanggil para cowok, Icha menatap teman-temannya lalu merasa ada yang ganjal.
"Ap ada yang PMS disini? " tanya Icha terang-terangan, dan para cowok datang lalu duduk dikursi masing-masing Laras dan Indri angkat tangan.
"Gu-gue, kenapa Cha? " tanya keduanya serempak dan menatap Icha, para cowok menatap Laras, Indri dan Icha bergantin.
Jangan lupa like dan vote ya....