
"Udah lo tenang aja Kinan udah buatin lo ramuan herbal. " sahut Kirana dari belakang Kejora membuat yang lain menoleh.
"Elo yakin bisa sembuhin Kejora? " tanya Safira dan menatap Kirana yang bersandar.
"Doain aja moga bisa. " jawab Kirana dan tersenyum.
...Kamu.......
...Senyummu buat hatiku ternganggu.......
...Tatapanmu.......
...Sungguh bisa buat aku luluh.......
"Emang lo pernah minum apa? " tanya Safira dan menatap Kirana.
"Pernah, ya sedikit pahit sih. " jawab Kirana dan bersandar dipegangan tangga.
Yusra terbahak mendengar jawaban Kirana, Arshi langsung menatap datar Kirana dan Kejora menabok lengan Kirana karena kesal.
"Aldi mana kok kagak ada? " tanya Yusra dan menatap yang lain.
"Kagak masuk dia, Aldi nginep dirumah gue dan yang jemput Kejora juga gue. " sahut Devan dan Yusra mengangguk.
(Ntar ajak mama lamar Kirana secara resmi. ) batin Yusra dan tersenyum.
"Berarti elo bawa mobil dong? " tanya Dammy dan Devan menatap Dammy yang disampingnya.
"Iya kenapa emangnya, lo mau ikut? Terus motor lo simpen dimana? " tanya balik Devan dan Kinara juga menatap Devan.
"Sensi amat bang, PMS lo. " ledek Kinara membuat yang lain terbahak.
"Ya kali gue pms, elo aja dan lo Dam ngapain nanyak gue. " balas Devan.
"Kagak jadi, lupa jadinya gue gara-gara lu. " sahut Dammy cemberut, Arshi pun mengelus lengan calon suaminya.
"U-udah ma-masuk ke-kelas yuk. " ajak Kejora dan berdiri diikuti yang lain.
"Ayo Dah jumpa kantin ya. " pamit Arshi dan Safira serempak lalu merangkul Kejora, diikuti Kirana dan Yusra.
(Jo gue janji bakalan balikin suara lo kayak dulu lagi. ) batin Kirana dan merangkul lengan Yusra.
...Bagaimana ini terjadi.......
...Padahal tak pernah ku ingini.......
...Tapi masih saja kamu dimimpi.......
...Sungguh tak bisa kupungkiri.......
...Kamu buat aku jatuh hati.......
2 Jam kemudian....
Ditempat lain...
Icha mendorong pintu labotarium agar terbuka, didalam ada tumbuhan yang menjalar kesetiap dinding bahkan kepintu. Tumbuhan itulah yang mampu menyembuhakan semua pentakit dan mengeluarkan racun yang ada didalam tubuh.
"Bya! " panggil Icha setelah berdiri didepan seorang gadis yang awet muda.
"Ketua apa kabar? " tanya gadis itu dan memeluk Icha melepaskan rindu.
"Aku baik, kau gimana belum ada niat nikah kah? " tanya Icha membalas pelukan gadis itu.
Gadis itu melepaskan pelukannya, dan menggeleng "enggak ketua, kan aku gak bisa nikah sama manusia ketua dan takutnya bayiku kuat sepertiku. " jawab Byakugan.
"Duduk ketua, mungkin belun ada jodoh. " ucap Byakugan dan Icha duduk disamping Byakugan.
"Ya mudah-mudahan aja. " balas Icha dan menatap sekeliling.
"Terus ketua datang kemari pasti butuh bantuan kan? " tanya Byakugan dan menatap Icha sambil tersenyum.
"Ya begitulah, Kejora dan pacarnya terkena musibah. Suara Kejora terbata-bata dan Aldi kata Derel ada racun diparu-parunya. " jawab Icha dan menghela nafas.
"Terus untuk Aldi pasti ada kan? " tanya Icha khawatir dan Byakugan menggeleng.
"Sayangnya gak ada, Kecuali duel dengan Kirana sampai racunnya keluar. " jawab Byakugan dan Icha syok.
(Jadi ucapan Kirana benar. ) batin Icha dengan jantung berdebar-debar.
Triing...
Ponsel Icha berdeting pertanda pesan masuk, dengan cepat Icha mengambil ponselnya dijaket lalu melihat siapa yang mengiriminua pesan. Setelah tau ia dengan cepat membalas pesan Kirana, Byakugan hanya menatap Icha yang tampak khawatir.
KiranaSulung.
"Bunda dimana? "
Send.
^^^Bundaku.^^^
^^^"Bunda ditempat bibi Byakugan, kenapa sayang? " ^^^
^^^Send.^^^
KiranaSulung.
"Ngak papa kok bun, Aldi mulai ngak bisa liat ngimana ini bunda. "
Send.
^^^Bundaku.^^^
^^^"Astaga, tapi masih agak jelaskan sayang? " ^^^
^^^Send.^^^
KiranaSulung.
"Emm masih bunda, kita ada diresto dan suara Kejora mulai hilang bunda. "
Send.
^^^Bundaku.^^^
^^^"Ya udah bunda kesana sekarang. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir Icha menyimpan ponselnya, dan menatap Byakugan dengan sangat khawatir.
"Ayo ketua kita ketempat Kejora dan Aldi. " ajak Byakugan dan berdiri diikuti Icha.
"Ayo. " balas Icha dan keluar luar ruangan, tak lupa membawa ramuan untuk Kejora.
Direstoran....
Kirana dan yang lain sudah berada direstoran, Aldi dan Kejora semakin memburuk membuat semuanya khawatir. Kinan juga datang dengan obat ramuan dan langsung menghampiri Kirana yang duduk disamping Kejora.
"Gimana udah jadi ramuannya Kinan? " tanya Damar yang melihat Kinan duduk.
"Udah a, tapi ngak tau berhasil apa enggak. " jawab Kinan ragu membuat yang lain was-was.
"Udah coba lo minum Jo, moga aja berhasil ya. " sahut Safira dan Kejora mengangguk, lalu Kinan menyerahkan ramuan bikinannya.
Kejora menerimanya dan langsung minum hingga habis, meskipun pahit Kejora langsung mual dan lari kearah dapur tak lupa memuntahkan semuanya.
"Huekk, huekk. " muntah Kejora membuat Aldi lari menghampiri Kejora.
"Yang kau enggak papa? " tanya Aldi khawatir.
***Bersambung.....
Jangan lupa like dan Vote***....