
...Biang onar kembali? ...
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Lian....
Yusra sudah bangun dari tadi cuma masih ditempat tidur sambil guling-gulingan gak jelas, Yusra pun berhenti karna merasa sudah lelah ia pun menendang selimut hingga jatuh memperlihatkan dirinya hanya memakai celana boxser.
"Aaaaaaaa.... " teriak Yusra dan menarik bantalnya untuk menutup wajahnya.
"Yusra kau kenapa nak? " tanya Lian dari depan pintu mendengar teriakan sang putra.
"Yus gak papa Pa, cuma dilema aja. " jawab Yusra dan tengkurap.
"Boleh papa masuk? " tanya Lian dari balik pintu.
"Masuk aja pa. " jawab Yusra dan Lian pun masuk kamar, lalu melihat anaknya masih tengkurap.
"Heh bangun, ngak kuliah belum mandi lagi. masa ia anak dari anggota macan putih jorok, sana mandi Yusra. " ucap Lian sambil menarik kaki Yusra.
"Ihh papa jangan ditarik, biar Yusra gak mandi pun masih wangi kok. " balas Yusra dan menatap jengkel sang papa.
"Sana, buruan mandi terus siap-siap. " sahut Zaza yang mode singa, keduanya menoleh mendapati Zaza berdecak pinggang.
"Iya ma. " balas Yusra dan langsung loncat dari kasur lalu lari menuju kamar mandi, Lian dan Zaza pun keluar kamar Yusra.
Dikampus....
Devan dan kawan-kawan sudah sampai dari tadi, hanya Yusra yang masih jalan dikoridor dan lupa menjemput Kirana hingga berboncengan dengan Kinara. Minato juga tidak menjemput Kinara, Kenji hilang lagi membuat pasukan Yusra panik karena takut sang ketua murka.
"Kinar tungguin gue. " teriak Kejora dari loker, dan Kinara jalan pelan menunggu Kejora.
"Lo ngak dijemput ama babang Minato? " tanya Devan yang sudah disamping Kinara.
"Ihh elo bikin kaget, ngak dia ada urusan. " jawab Kinara dan jalan lagi.
"Gue kok rasa Minato ada rasa sama lo Nar. " sahut Arshi dibelakang Kinara.
"Ngacok lo Shi, masa baru kenal sehari udah suka aja. " elak Kinara dan Kirana serta Yusra ada disamping Arshi.
"Kalau pun ia, kan Minato punya tunangan ya walau pun masih dicari. " sahut Dammy dan menatap Kinara.
"Iya, ada apa-apa telfon gue dek. " sahut Kirana datar.
Mereka pun berpisah untuk menuju kelas masing-masing, Yusra menggandeng tangan Kirana membuat si empu menatap Yusra.
"Sayang aku minta maaf ya gak jemput tadi. " sahut Yusra merasa bersalah.
"Enggak papa kok sayang, tapi kok tumben gak jemput? " tanya Kirana dan melepaskan tasnya untuk disimpan.
"Aku bingung sayang, makanya gak jemput kau. " jawab Yusra dan duduk disamping Kirana.
"He'eh bener tuh, lo bingung kenapa sih Yusra? " tanya Devan dan menatap keduanya.
"Gue pengen ngajak Kiran tunangan Dev, tapi Kinar gimana gue takut buat dia sedih lagi. " jawab Yusra dan menunduk, bersamaan dengan dosen masuk.
3 Jam kemudian....
Semua murid berhambur keluar kelas, Kinara membuka dompetnya dan kosong hanya ada kartu atm dari Arkya saja.
"Astaga uang caks gue abis, Dam lo gak bawa uang lebih? " tanya Kinara menolehkan kepalanya kearah Dammy.
"Yah, kagak ada Nar. Coba lo tanya Kiran sapa tau bawa dia," jawab Dammy dan memasukkan bukunya kedalam tas.
"Ogah, malu gue tanya ama dia Dam. " ucap Kinara dan berdiri sambil menenteng tasnya.
"Terus lo kagak mau makan gitu, udah jangan gedein gengsi lo ayo temui yang lain. " balas Dammy dan menarik tangan Kinara.
"Jangan pegang gue Dam, ntar Arshi salah paham. " sewot Kinara dan melepaskan tangan Dammy.
Kinara pun jalan cepat meninggalkan Dammy, Dammy pun menyusul Kinara yang jalan sedikit cepat hingga masuk kantin.
"Lo gak pesen makan Nar? " tanya Aldi yang melihat Kinara langsung duduk.
"Gue puasa Al. " jawab Kinara bohong dan Kirana langsung menjewer telinga Kinara.
"Sapa suruh elo bohong ama temen sendiri, dan lebih besarin ego dari pada bilang ama gue. " kesal Kirana dan tatapan tajam.
Jangan lupa like dan vote....