
"Sabarin aja bro, oh ya Ars lo udah dapet toko buat buka baber shop apa? " tanya Kinara dan menenteng jasnya dilengan kanannya.
"Harusnya udah, tapi tokonya mahal banget yang tawarin. " jawab Arshi murung.
"Ntar gue cari tau siapa yang jual toko agak murah dikit. " sahut Aldi dan menatap Arshi.
"Yuk pesen gue udah laper banget. " ajak Kejora dan diangguki yang lain.
Mereka pun memesan makanan masing-masing setelah dapat mereka pun ketempat duduk, yang paling ujung yang masih tersisa.
Mereka duduk melingkar agar bisa membuat Kinara berada ditengah-tengah, kantin kini terlihat riuh saat primadona kampus datang kekantin membuat semua mata mengarah padanya.
"Oh ya aa Raka kemana ya Nar kok jarang kelihatan? " tanya Devan dan minum jusnya.
"Mana gue tau, emang gue pacarnya. " jawab Kinara ketus dan makan mienya lagi.
"Kemaren lusa juga gue liat Aa Raka bonceng cewek cantik, kayak kak Vio deh. " sahut Safira dan memotong steak lalu masuk mulutnya.
"Gue juga liat aa Raka jalan terus ama kak Vio, Ran lo tau soal ini kan? " tanya Aldi dan menatap Kirana yang menatap primadona dikampus.
Kirana menoleh kearah Aldi dan menggeleng,"gue kagak tau soal itu, ntar gue tanya mereka. " jawab dingin Kirana.
"Udah makan dulu. " sahut Yusra dan mengaduk jusnya.
Mereka pun selesai makan, tapi masih nongkrong dan sesekali melihat kearah para seniornya yang memetikan gitarnya, ternyata suara juga tak kalah merdu Kinara juga menatap seniornya hampir mirip dengan Aska.
"Kak ntar gue mau kemakam Aska ya. " izin Kinara dan menatap Kirana yang minum jus.
"Oke, ntar lo dijemput ama aa Damar. " ucap Kirana dan melirik Kinara.
"Baiklah, ayo masuk kelas habis itu pulang. " ajak Kinara berdiri lalu diikuti yang lain.
Kinara membayar paling akhir senior yang berada tak jauh, dari Kinara langsung memegang tangannya dan si empu langsung menatap si pemilik tangan.
"Hey junior boleh kenalan dong? " tanya Adam dan menggunakan rayuan mautnya.
"Lepas, bukan muhrim dan gue buru-buru permisi senior. " jawab Kinara dan membayar makanannya sambil mengambil snack taro.
Adam menghalangi jalan Kinara saat berbalik, membuat Kinara menghela nafas sambil menatap kakak seniornya.
"Eit kasi tau namanya dulu baru boleh lewat. " sahut Adam benar-benar tak menyerah.
Adam menarik tangan Kinara membuat keduanya hampir pelukan, Kinara langsung memplintir tangan Adam kebelakang.
"Aduhh lepas, sakit. " teriak Adam kesakitan, dan Kinara melepaskan tangan Adam.
"Itu peringatan kecil buat lo, sekali lagi lo ganggu para junior yang lain. Adik kecil lo yang berhaga itu gue sunat," tegas Kinara dan berbalik meninnggalkan Adam dan para Senior ternganga mendengar ucapan Kinara.
SIANG PUN DATANG.....
Direstoran......
Raka dan Vio datang kerestoran untuk makan siang, diwajah Vio nampak sangat bahagia karena bisa jalan dengan sang pujaan.
"Kita makan disini aja ya sayang dan lagian disini juga enak kok. " pinta Vio dan Raka mengangguk sambil menyerahkan buku menu.
Ghia memghampiri keduanya untuk mencatat menu, Vio menyebutkan beberapa makanan dan langsung dicatat Ghia lalu kedapur untuk meminta Vita membuat pesanan.
"Kalian udah jadian ya? " tanya Laras dari meja kasir dan bertepatan dengan datangnya sikembar dan yang lain.
"Hmm u-udah tante. " jawab Raka gugup dan Yusra serta yang lain terkejut.
"Terus hubunganmu sama Kinara gimana? " tanya Vita sambil membawakan pesanan lalu menatanya dimeja.
"Kami gak ada hubungan apa-apa tante, jadi dia bebas ama siapa aja. " sahut Kinara membuat Raka dan Vio terkejut.
"Maafkan aku nona. " ucap Vio dan berdiri lalu menatap Kinara yang berdiri dimeja kasir.
"Kenapa kakak minta maaf kegue? " tantya Kinara membelakangi Vio dan air matanya lolos.
"Karena sudah jadian dengan aa Raka, padahal kakak tau kalau nona Kinar juga suka dengan aa Raka. " jawab Vio menunduk.
"Hiks gak papa kok, asal kalian bahagia. " ucap Kinara dan menghapus air matanya, lalu menuju kamar dikasir.
"Dek gak makan dulu baru tidur? " tanya Yusra melihat air mata Kinara menetes lagi.
"Gak niat makan. " jawab Kinara sambil teriak karna sudah masuk kamar.
"Udah kalian duluan makannya, ntar biar bunda yang bujuk Kinara ya. " sahut Icha disamping Laras.
Bersambung....