Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 87



"Ya udah operasi aja, lagian ini juga buat keselamat tante Ratih dan si dedek. Ya udah kalau gitu Bya kasi sesuatu aja, kalau tante mau operasi gimana? " tanya Byakugan dan meletakkan apel dipiring Ratih.


"Baiklah om setuju untuk istri om operasi, yang penting mereka selamat. " jawab Taufan tegas.


"Makasi mas. " sahut Ratih dan memeluk Taufan, lupa dengan sidedek yang masih diperutnya.


"Sama-sama sayang, apa pun untukmu kau dan si kembar lalu si dedek segalanya untuk mas. " balas Taufan dan mencium kening Ratih.


"Terus Rayen gak berharga lagi donk, kan bentar lagi mau nikah. " sahut Rayen yang berdiri dibelakang Taufan dan Ratih.


"Kau tetap anak ayah yang berharga, meskipun kau menikah kalian kan akan tinggal dirumah sampai bundamu ini lahiran. " balas Taufan dan mengelus kepala Rayen.


"Udah ganteng aja, kenapa keluar calon mantennya? " tanya Arkha dan mencomot apel yang dipiring.


"Bosan, dan Rayen lapar nich dari tadi belum makan. " jawab Rayen dan duduk disamping Byakugan.


"Om dokter, jangan makan terus itu buat tante Ratih. " sewot Byakugan.


"Gak papa, yang punya aja gak marah kenapa kau yang marah sih Bya. " balas Arkha dan herngervon yanh ditelinga Byakugan berkedip pertanda panggilan masuk.


"Hallo Ketua. " sapa Byakugan dan membuat yang lain diam.


"Hmm, kau dimana? " tanya Icha dari sebrang sana.


"Ditempat pernikahan, ketua dimana pergi gak pamit pulang gak dianter. " jawab Byakugan dan melihat yang lain menahan tawa.


"Heh, emang aku jelangkung sita ponsel calon manten kita. Disana ada kabar yang tidak mengenakan, aku akan susun rencana dulu. " ucap Icha membuat raut wajah Byakugan dingin.


"Oke Ketua, cepat kemari sebentar lagi akan dimulai acaranya. " balas Byakugan dingin.


"Aku dijalan, sebentar lagi sampai. " ucap Icha dan mematikan panggilannya.


Panggilan berakhir Byakugan menarik ponsel Rayen yang dipegangnya, membuat siempu terkejut. Ia pun bangkit dan jalan menuju kamar hotel yang digunakan untuk merias, setelah sampai Byakugan menggunakan kekuatan akarnya untuk mengambil lima ponsel calon penganten setelah beres ia pun pergi.


Mereka pun duduk dialtar pernikahan untuk melaksanakan janji suci, sehidup dan semati tak ingin menunda waktu para mempelai pria menjabat wali pasangan masing-masing. Sekali tarikan nafas ketiganya berhasil menjabarkan ijab kabul.


"Gimana para saksi sah? " tanya penghulu pada para tamu undangan.


"Sah. " jawab para saksi dan pengantin baru serta keluarga berdoa, lalu mendata tangani buku nikah. Dan salim tangan suami, serta cium tangan.


"Mas akhirnya putra kita menikah juga, meskipun terpisah lama. Berkat Icha semuanya tak akan terjadi," sahut Ratih terharu melihat pernikahan putra.


"Iya sayang, kau benar ini berkat Icha dan anggota macan biru. " balas Taufan dan mengelus perut Ratih.


"Baiklah, para tamu silakan cicipi hidangannya dari restoran kami sendiri. Dan menu terbaru kami sekaligus promosi, untuk pengantin silakan makan juga. " ucap Icha yang sebagai pembawa acara.


Para pengantin bangkit dan menuju Altar untuk bersalaman, sambil menunggu mereka duduk sebentar untuk menikmati kue yang dibuat Icha dan anggota biru.


"Sayang kau cantik banget, kau lapar tidak? Mas ambilin ya. "tawar Vian pada Kesya.


"Boleh deh mas. " ucap Kesya dan tersenyum, Vian bangkit diikuti oleh Vino dan Rayen untuk mengambil makanan.


"Sut, lo berdua liat ponsel gue gak sih? " tanya Bintang dengan gelisah.


"Kagak kak, ponsel kita juga hilang tadi kan dimeja rias. " jawab Keyla dan menatap Bintang.


"Ehh tapi tadi gue liat akar masuk kekamar lo. " sahut Kesya dan ketiganya tau pelakunya.


Para suami datang membawakan makanan mereka, serta jus dan duduk ditempat masing-masing.


"Nih ponselmu sayang. " sahut Rayen dan menyerahkan ponsel milik Bintang, Bintang pun mengambilnya.


"Dapat dari mana mas? " tanya Bintang dan meminum jus yang dibawakan Rayen.


Jangan lupa like dan vote.....