
"Sangat pa, kalau papa masih dengan pendirian papa. Key gak mau akui papa sebagai papa lagi." jawab Keyla membuat semua orang kaget.
"Key jaga bicaramu. " perintah Bintang yang dari tadi nyimak.
"Kenapa kak? Lebih baik Key gak kenal sama papa, Yang tega nikah lagi padahal tanah makam mama masih basah. " balas Keyla sudah menangis.
"Tapi enggak gini caranya Key, papamu sudah mencarimu kemanapun. Tapi ada karena merasa curiga, makanya ketua menutup jati dirimu terpaksa bongkar deh. " ucap Bintang sudah menahan amarah.
Deg....
"Key papa minta maaf. "sahut dokter Riky dan menatap Keyla.
"Sudah hentikan, kalian ini ribut bikin aku pusing aja. Kalau gak direstui ya udah sabar dulu. " teriak Icha dan jalan dengan lesu menuju kasir.
Keyla dan Bintang menunduk memberi hormat, Icha hampir jatuh kalau tidak ditangkap Sonya.
"Key papa pamit dulu ya, masih ada pasien. " sahut Dokter Riky.
"Hati-hati dijalan. " balas Keyla dan salim, Dr Riky pun berdiri dan keluar restoran.
"Kha periksa Icha, wajahnya pucet banget. " panik Sonya sambil berteriak, dengan cepat Arkha langsung menghampiri Sonya.
✉ KakBintang.
"Byakugan datang kerestoran sekarang. "
Send.
^^^✉ Byakugan.^^^
^^^"Ini udah didepan restoran kak. " ^^^
^^^Send.^^^
✉ KakBintang.
"Ya udah masuk, ketua sedang sedikit sakit. Jadi langsung masuk aja. "
Send.
Chat berakhir tanpa membalas pesan Bintang lagi, Byakugan pun masuk kedalam restoran dan melihat Bintang duduk disamping Ratih.
"Sini, ngapain disitu Bya? " tanya Bintang melihat Byakugan menatap Ratih, Byakugan pun mendekat dan duduk didepan Ratih.
Arkha sudah selesai memeriksa Icha, Icha hanya kelelahan dan Byakugan menarik menu makanan.
"Aku disini, tunanganku kejerman dan yang satu dikampus. " sahut Icha dan duduk disamping Byakugan.
Ponsel Icha berdering nyaring, Sonya mengambil pinsel Icha dan melihat siapa yang menelfon setelah tahu ia angkat.
"Halo sa-tante . " sapa Arkya disebrang dan melihat wajah cantik Sonya.
"Halo juga mantu, udah sampai? " tanya Sonya dan menatap Derel tiduran dikasur.
"Udah tadi siang, langsung tidur dan mau beresin Apartemen tante. Hmm Icha mana tante? " tanya Arkya dengan tersenyum malu.
"Ada tuh, baru sembuh dia kecapean kayaknya bentar ya. " jawab Sonya dan mengarahkan Videocall keIcha.
"Hemster kenapa pucat gitu? "tanya Arkya sambil sedikit teriak, membuat menoleh keasal suara.
"Ku-kutub, enggak siapa yang pucat gak ada. " jawab Icha mengelak dan mendekati Sonya, lalu meraih ponselnya.
"Belum setahun aku tinggal udah sakit sih sayang. " ucap Arkya tersenyum menatap wajah Icha dari layar ponsel.
"Ak-aku gak sakit siapa bilang, cuma capek aja sayang. " balas Icha mencoba tersenyum.
"Kalau capek, cuti aja dulu dari rumah sakit dan kampus sayangku, cintaku dan. " ucap Arkya mengantungkan kalimatnya.
"Dan apa beruang kutub? Selalu bikin kepo." tanya Icha sebal.
"Dan calon istriku saat aku pulang nanti, tungguin aku ya sayang. " jawab Arkya dan tersenyum.
"Hmm itu tergantung dirimu, oh iya aku udah utus dua orang kesana untuk jadi bodygard kalian sebagai supir bisa. Sebagai asisten juga bisa, aku bukan gak percaya. Aku percaya banget, aku takut kaliah kecapean itu aja. " ucap Icha merasa bersalah.
"Jadi mereka utusanmu, aku pikir salah orang haha makasi atas perhatianmu sayang. " balas Arkya sedikit tertawa.
"Buat bunda juga ada loh sayang, kan bunda lagi cuti sampai lahiran jadi aku pilihin bunda suster 24 jam. Boleh gak? " tanya Icha lagi.
"Hihi iya boleh sayangku, nanti aku telfon lagi itu si cunguk teriak dari tadi bye sayang. " jawab Arkya dan pamit.
"Oke bye Kutub. " ucap Icha dan Arkya mengakhiri telfonnya.
Setelah video call berakhir, Icha menghela nafas dan menatap Byakugan. Yang ditatap mengangguk dan memberi hormat, setelah itu mereka menutup Restoran.
Akhirnya selesai juga....
Jangan lupa like dan vote ya gaes...